HUBUNGAN LOKASI AIR MINUM DENGAN INTAKE CAIRAN PADA PEKERJA TERPAPAR SUHU PANAS

Dedi Irwan

= http://dx.doi.org/10.20473/jphrecode.v2i2.12515
Abstract views = 326 times | downloads = 339 times

Abstract


Pekerja pada bagian pengolahan dan pengukusan kerupuk memiliki risiko terpapar panas, sehingga dibutuhkan konsumsi air minum yang cukup untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari hubungan lokasi (tempat penyediaan) air minum dengan intake cairan pada pekerja terpapar panas di bagian pengolahan dan pengukusan kerupuk UD. Sumber Barokah Sidoarjo. Penelitian ini termasuk penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dari penelitian ini adalah pekerja di bagian pengolahan dan pengukusan kerupuk UD. Sumber Barokah, Sidoarjo. Sampel yang diteliti adalah total populasi dengan jumlah 27 orang pekerja. Variabel yang diteliti antara lain karakteristik responden, aktivitas/kerja fisik, lokasi air minum, intake cairan dan iklim kerja. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 44,44% responden berusia 21-34 tahun. Tingkat pendidikan tertinggi adalah tamat SMA. Seluruh responden memiliki masa kerja 1-4 tahun. Sebagian lokasi air minum dengan jarak > 3 meter dari pekerja. Frekuensi minum responden paling banyak adalah lebih dari 8 kali dengan konsumsi air minum antara 3,2 – 4,8 liter. Nilai ISBB (Indeks Suhu Basah dan Bola) di bagian pengolahan dan pengukusan sebesar 31,40C. Nilai contingency coefficient sebesar 0,641. Berdasarkan hasil penelitian di atas, diketahui bahwa terdapat hubungan yang kuat antara jarak tempat air minum dengan intake cairan pekerja. Disarankan pengelola pabrik untuk menambah dan mendekatkan tempat air minum pada tempat bekerja, konsumsi air minum pekerja minimal 1 gelas (200 – 300 cc) setiap 30 menit.

 


Keywords


lokasi air minum, intake cairan, paparan panas

Full Text:

PDF

References


Bernard, Thomas. 2006. TLV for Heat Stress and Strain. EOH Faculty Page. Florida :University of South Florida

Direktorat Kesehatan Kerja Kementerian Kesehatan RI bekerjasama dengan Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia. Pedoman kebutuhan cairan bagi pekerja agar tetap sehat dan produktif. Edisi 1. Jakarta 2014

Fadhilah, Rizky. 2014. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Heat Strain pada Pekerja Pabrik Kerupuk di Wilayah Kecamatan Ciputat Timur. Skripsi. Jakarta : Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Firdaus, F. 2012. Hubungan Konsumsi Air Minum dengan Keluhan Subyektif Akibat Terpapar Panas pada Pekerja di Home Indutry Tahu Jembar Manah Sumedang. Skripsi. Surabaya : Universitas Airlangga.

Guyton Arthur C, Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit, edisi revisi, EGC, 2012

Harrianto, R. 2008. Buku Ajar Kesehatan Kerja. Jakarta : EGC.

Notoatmojo. 1998. Pengantar Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan. Yogyakarta : Andi Offset

NIOSH.1986.Occupational Exposure to Hot Environments. DHHS (NIOSH) Publikasi No. 86 - 113

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor : PER-13/MEN/X/2011 Tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Kimia di Tempat Kerja. Jakarta : Departemen Tenaga Kerja.

Putra, I Dewa Gede Alit. 2009. Asupan Kalori yang Kurang Dapat Meningkatkan Beban Kerja dan Keluhan Pengrajin Gamelan di Desa Thingan Kabupaten Klungkung. http://www.psikm.unud.ac.id/ind/asupan-kalori.html. (sitasi 28 Oktober 2015).

Republik Indonesia. 2003. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Jakarta : Sekretariat Negara

Siswanto, A. 1991. Tekanan Panas. Surabaya : Balai Hiperkes dan Keselamatan Kerja Jawa Timur.

Soeripto, M. 2008. Higiene Industri. Jakarta : Balai Penerbit FKUI.

Soetjipto. 2007. Seminar Air Sehat: Water Metabolism. Surabaya : FK Universitas Airlangga.

Suma’mur. 2014. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (HIPERKES). Jakarta : CV. Sagung Seto.

Suwondo, dkk. 2008. Perbedaan Tekanan Darah Pada Pekerja Yang Terpapar Panas di Industri Sale Pisang Suka Senang Kabupaten Ciamis. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 3/No.1

Suwarno, Wiji. 2006. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Yogyakarta : Ar-ruzz Media


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Journal of Public Health Research and Community Health Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

   

ISSN Online ISSN Cetak

JPH RECODE by PSDKU Banyuwangi, Universitas Airlangga is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

My JPHRECODE Histats