Korelasi Cakupan ANC dan Cakupan Pemberian Tablet Besi Dengan Prevalensi Anemia Kehamilan

ASRINING PANGASTUTI

= http://dx.doi.org/10.20473/jphrecode.v3i2.12827
Abstract views = 442 times | downloads = 521 times

Abstract


Latar Belakang: Menurut WHO anemia pada ibu hamil adalah bila kadar hemoglobin <11 g/dl. Ada sekitar 40% kematian ibu berkaitan dengan anemia dalam kehamilan di negara-negara berkembang. Berdasarkan Riskesdas 2018 terdapat 48,9% ibu hamil anemia di Indonesia dengan proporsi terbanyak pada usia 15-24 tahun yaitu sebesar 84,6%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan cakupan ANC dan cakupan pemberian tablet Fe dengan prevalensi anemia ibu hamil di Kota Surabaya tahun 2017. Metode: Jenis penelitian ini merupakan observasional deskriptif menggunakan desain cross-sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa cakupan K1 dan K4, cakupan Fe-1, cakupan Fe-3 dan data pevalensi anemia. Variabel yang diteliti yaitu cakupan ANC dan cakupan pemberian tablet Fe sebagai variabel independen dan prevalensi anemia ibu hamil sebagai variabel dependen. Data yang terkumpul akan dianalisis dengan uji statistik korelasi spearman. Hasil: Uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan cakupan ANC (p-value > 0,05) dan cakupan pemberian tablet Fe (p-value > 0,05) dengan prevalensi anemia ibu hamil. Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara cakupan ANC dan cakupan pemberian tablet Fe dengan prevalensi anemia ibu hamil. Kejadian anemia pada ibu hamil dipengaruhi banyak faktor lain seperti status gizi dan kepatuhan ibu dalam konsumsi tablet Fe.


Keywords


Anemia ibu hamil, ANC, tablet Fe

Full Text:

PDF

References


Anggraini, P. . (2018). Faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Pinang tahun 2018. Jurnal Kebidanan, 7(15), 33–38.

Dewantoro, N. K. P., & Muniroh, L. (2017). Studi deskriptif program suplementasi tablet besi pada ibu hamil di Puskesmas Kalijudan Kota Surabaya. Amerta Nutr, 4(1), 208–317. Retrieved from W

Dewi, M. K., Widarini, & Karmaya, N. M. (2014). Hubungan karakteristik sosial ekonomi dan dukungan suami dengan kelengkapan antenatal care (ANC) di Puskesmas Denpasar Selatan III. Public Health and Preventive Medicine Archive, 2(2), 59–66.

Dinas Kesehatan Kota Surabaya. (2016). Review Rencana Strategis Dinas Kesehatan Surabaya Tahun 2016-2021. Surabaya: Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

Dinas Kesehatan Kota Surabaya. (2018). Profil kesehatan Kota Surabaya tahun 2017. Surabaya: Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (2018). Profil kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2017. Surabaya.

Fatimah, & Ernawati, S. (2015). Pelaksanaan antenatal care berhubungan dengan anemia pada kehamilan trimester III di Puskesmas Sedayu I Yogyakarta. Jurnal Ners Dan Kebidanan Indonesia, 3(3), 134–139.

Fitrayeni, Suryati, & Faranti, R. . (2015). Penyebab rendahnya kelengkapan kunjungan antenatal care ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pegambiran. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(1), 101–107.

Hadi, I., Marfina, & Iskandar. (2017). Efikasi suplementasi tablet besi, vitamin c, penyuluhan dan pendampingan terhadap kadar hemoglobin ibu hamil. Jurnal AcTion: Aceh Nutrition Journal, 2(2), 91–96.

Hikmawati, F. N., & Ulfa, E. (2015). Hubungan pengetahuan dan dukungan suami ibu hamil trimester iii dengan kepatuhan ibu mengkonsumsi tablet tambah (tablet fe) darah di Puskesmas Karangayu Tahun 2014. Jurnal Kebidanan, 4(9), 1–12.

Jayanti, K. D., Basuki, H., & Wibowo, A. (2016). Faktor yang memengaruhi kematian ibu (studi kasus di Kota Surabaya. Jurnal Wiyata, 3(1), 46–53.

Kementerian Kesehatan RI. (2018a). Laporan riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2018b). Profil kesehatan Indonesia tahun 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kertiasih, N. W., & Ani, L. S. (2015). Kepatuhan minum tablet besi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Mengwi I Kabupaten Badung. E-Jurnal Medika Udayana, 4(11), 1–13.

Mantang, I., Umboh, J. M. L., & Lestari, H. (2016). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan antenatal pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Motoboi Kecil Kota Kotamobagu. Jurnal Community Health, 1(4), 130–139.

Marniyati, L., Saleh, I., & Soebyakto, B. B. (2016). IMG_2Pelayanan antenatal berkualitas dalam meningkatkan deteksi risiko tinggi pada ibu hamil oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Sako, Sosial, Sei Baung dan Sei Selincah di Kota Palembang0180922_110313.pdf. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 3(1), 355–362.

Menkes RI. (2014). Peraturan menteri kesehatan RI nomor 88 tentang standar tablet tambah darah bagi wanita usia subur dan ibu hamil. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Mukaromah, H., & Saenun. (2014). Analisis faktor ibu hamil terhadap kunjungan antenatal care di Puskesmas Siwalankerto Kecamatan Wonocolo Kota Surabaya. Jurnal Promkes, 2(1), 39–48.

Natalia, S., Sumarmi, S., & Nadhiroh, S. R. (2017). Cakupan anc dan cakupan tablet fe hubungannya dengan prevalensi anemia di Jawa Timur. Media Gizi Indonesia, 11(1), 70–76.

Nurmasari, & Sumarmi, S. (2019). Hubungan keteraturan kunjungan antenatal care dan kepatuhan konsumsi tablet fe dengan kejadian. Amerta Nutr, 3(1), 46–51.

Ratih, R. H. (2018). Pengaruh pemberian zat besi (Fe) terhadap peningkatan hematokrit pada ibu hamil yang mengalami anemia. Jurnal Ners Dan Kebidanan, 5(1), 34–38.

Rejeki, S., & Huda, A. (2014). Karakteristik ibu, konsumsi tablet fe dengan kejadian anemia pada kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Kaliwungu Kabupaten Kendal. Prosiding Seminar Nasional & Internasional, 2(2), 206–209.

Rizki, F., Lipoeto, N. I., & Ali, H. (2017). Hubungan suplementasi tablet fe dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Air Dingin Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(3), 502–506.

Sari, E. (2017). Hubungan kunjungan kehamilan dan kepatuhan mengonsumsi tablet zat besi terhadap terjadinya anemia kehamilan. Jurnal Ilmiah Kebidanan IMELDA, 3(1), 189–195.

Sari, M. ., Nurkamila, N., & Mawati, E. D. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Cibungbulang Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat tahun 2018. PROMOTOR Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 2(1), 96–104.

Shofiana, Widari, & Sumarmi, S. (2018). Pengaruh usia, pendidikan, dan pengetahuan terhadap konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil di Puskesmas Maron, Kabupaten Probolinggo. Amerta Nutr, 2(4), 356–363.

Tanziha, I., Damanik, M. R. M., Utama, L. J., & Rosmiati, R. (2016). Faktor Risiko Anemia Ibu Hamil di Indonesia. Jurnal Gizi Pangan, 11(2), 143–152.

Wulandatika, D. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam melakukan kunjungan antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Gambut Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan tahun 2013. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 8(2), 8–18.

Wungkana, E. E., Punuh, M. ., & Momongan, N. R. (2016). Hubungan antara frekuensi antenatal care dan ketaatan konsumsi tablet fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Bahu Kota Manado. Jurnal IKMAS, 1(3), 1–7.

Yılmaz, E., Özlem Yazıcı Işıtan, Soysal, Ç., Yılmaz, Z. V., Kara, O. F., & Küçüközkan, T. (2018). The influence of anemia on maternal and neonatal outcomes in adolescent pregnant. J Surg Med, 2(2), 69–73.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Journal of Public Health Research and Community Health Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

   

ISSN Online ISSN Cetak

JPH RECODE by PSDKU Banyuwangi, Universitas Airlangga is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

My JPHRECODE Histats