MAPPING SCHOOL BULLYING PADA ANAK DI KOTA SAMARINDA DENGAN EPI MAP

Rahmi Susanti, Riza Hayati Ifroh, Ika Wulansari

= http://dx.doi.org/10.20473/jphrecode.v1i2.16238
Abstract views = 493 times | downloads = 1159 times downloads = 1159 times downloads = 1159 times

Abstract


Siswa sekolah dasar mengalami intimidasi baik secara fisik maupun mental sebanyak 80%. Terdapat 457 kasus pelecehan seksual dan kekerasan pada anak yang terjadi di Provinsi Kalimantan Timur, diantaranya terdapat kasus bullying sepanjang tahun 2015 lalu. Siswa usia remaja di Kota Samarinda sebanyak 23% memiliki tingkat bullying yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan mapping school bullying di sekolah dasar negeri Kota Samarinda tahun 2016. Metode penelitian ini adalah deskriptif untuk melihat pola sebaran school bullying di Kota Samarinda. Lokasi penelitian ini di Kota Samarinda, dimana responden berasal dari 30 sekolah dasar negeri di 10 kecamatan. Penentuan sekolah dasar yang menjadi lokasi penyebaran angket ditentukan oleh UPTD setempat. Data diolah menggunakan bantuan Epi Info pada menu Epi Map. Besar sampel yang digunakan sebagai responden berjumlah 1.491 yang terdiri dari siswa laki laki dan perempuan. Sebaran angka school bullying dimuat kedalam peta Samarinda yang terbagi menjadi 10 kecamatan. Peta menggambarkan angka berdasarkan chloropeth dan dot density per wilayah. Pelaku school bullying mencapai 544 anak dan korban school bullying 769. kecamatan dengan pelaku tertinggi adalah Samarinda kota yakni 43.50% dan kecamatan dengan korban tertinggi adalah Sambutan yakni 57,50%. Berdasarkan hal ini maka perlu pembentukan tim satuan anti penindasan di sekolah dapat dilakukan oleh pihak sekolah agar menjadi wadah pengawasan terhadap kejadian school bullying.

Keywords


Kesehatan Mental; Pola Sebaran; Anak-Anak

Full Text:

PDF PDF PDF

References


Amrina. 2013. Pengaruh bullying terhadap motivasi belajar siswa kelas VII di SMPN 31 Samarinda. Skripsi, Universitas 17 Agustus 1945, Samarinda.

Bauman, S. 2008. The role of elementary school counselors in reducing school bullying. Elementary School Journal, 108(5), pp. 362–375. doi: 10.1086/589467.

Coloroso, B. 2006. Penindas, Tertindas, dan Penonton. Resep Memutus Rantai Kekerasan Anak dari Prasekolah Hingga SMU. Jakarta : Serambi.

Damantari, D. 2011. Perilaku Bullying Pada Remaja Di Sekolah Ditunjau Dari Jenis Kelamin. Skripsi, Universitas Muhammadiyah, Surakarta.

Dwipayanti, I. A. S. dan Indrawati, K. R. 2014. Hubungan Antara Tindakan Bullying dengan Prestasi Belajar Anak Korban Bullying pada Tingkat Sekolah Dasar. Jurnal Psikologi Udayana, 1(2), pp. 251–260.

Eleni, P. 2014. School Bullying: The Phenomenon, the Prevention and the Intervention. Procedia - Social and Behavioral Sciences. doi: 10.1016/j.sbspro.2014.09.193.

Imron, A. 2012. Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Peer Educator & Efektivitas Program PIK-KRR di Sekolah. Ar-ruzz Media: Yogyakarta.

Indanah. 2016. Peran Pengawasan Orang Tua dan “Peer Group” terhadap Kejadian “Bullying”.

Indra, Z. 2015. Indonesia Ranking Kedua Bullying Sedunia - Tribun Pekanbaru, Tribun Pekanbaru.

Kholilah, M. 2012. Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Bullying dengan Perilaku Bullying pada Siswa Kelas XI Di SMA Semen Gresik. Skripsi :Stikes Yarsi. Tidak Dipublikasikan.

Liu, J. dan Graves, N. 2011. Childhood bullying: A review of constructs, concepts, and nursing implications. Public Health Nursing, 28(6), pp. 556–568. doi: 10.1111/j.1525-1446.2011.00972.x.

Nickerson, A. 2014. Bullying and Suicide: Get the Facts. Bullying and Teasing.

Pemerintah Indonesia. 2003. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003.

Pusat Data Dan Statistik Pendidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2015. Data Referensi Pendidikan Dan Kebudayaan. Diakses dari: https://www.referensi.data.kemdikbud.go.id.

Saifullah, F. 2016. Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Bullying Pada Siswa-Siswi Smp. eJournal Psikologi, 4(2), pp. 200–214.

Saputro, A. 2013. Hubungan Paparan Kekerasan dengan Perilaku Bullying di Sekolah Dasar. Skripsi, Universitas Muhammadiyah, Surakarta.

Sejiwa. 2008. Bullying: Mengatasi Kekerasan di Sekolah dan Lingkungan Sekitar Anak. Jakarta: Grasindo.

Susan P. Limber, Ph.D., Clemson University and Olweous, P. . & U. H. 2013. Bullying in U.S. School: 2012 .Status Report. Hazelden Foundation.

Suwarni. 2009. Orangtua Sahabat Anak Dan Remaja. Cerdas Pustaka : Yogyakarta.

Tarigan, B. 2016. Meningkatkan Rasa Empati kepada Sesama

Teman dalam Mengurangi Perilaku Bullying melalui Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi Di Kelas XI IPS SMA Yapim Air Bersih Medan Tahun Ajaran 2015/2016. Skripsi, Universitas Negeri Medan.

Tumon, M. B. A. 2017. Studi Deskriptif Perilaku Bullying pada Remaja Matraisa. CALYPTRA, 3(1), pp. 1–17.

UNICEF. 2009. Stop violence against children. UNICEF Malaysia Communications. doi: 10.2174/138920312803582960.

United Nations Development Programme, and the U. N. O. on D. and C. 2014. New Study Highlights Need to Scale up Violence Prevention Efforts Globally, World Health Organization Report.

Wicaksana, I. 2008. Mereka Bilang Aku Sakit Jiwa. Jakarta : Kanisius.

Widayanti, C. G. dan Siswati, S. 2009. Fenomena bullying di sekolah dasar negeri di semarang: sebuah studi deskriptif. Junal Psikologi Undip, 5(2).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Journal of Public Health Research and Community Health Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

   

ISSN Online ISSN Cetak

JPH RECODE by PSDKU Banyuwangi, Universitas Airlangga is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

My JPHRECODE Histats