ANALISA SIKAP KERJA DOKTER GIGI YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN NYERI PINGGANG DI RUMAH SAKIT SURABAYA

Edwindi Refresitaningrum, Indriati Paskarini

= http://dx.doi.org/10.20473/jphrecode.v1i2.16243
Abstract views = 492 times | downloads = 711 times downloads = 711 times downloads = 711 times

Abstract


Dokter gigi merupakan tenaga medis di Rumah Sakit yang cukup berpotensi terkena keluhan nyeri pinggang, karena sikap kerja yang tidak ergonomis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sikap kerja dokter gigi yang berhubungan dengan keluhan nyeri pinggang di Rumah Sakit X Surabaya. Penelitian ini merupakan observasional dengan rancang bangun cross sectional. Subjek penelitian adalah seluruh dokter gigi di RS X Surabaya sebanyak 7 dokter gigi. Variabel yang diteliti adalah usia, jenis kelamin, masa kerja, lama kerja, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, sikap kerja dan keluhan nyeri pinggang. Pengambilan data dengan cara kuesioner dan observasi. Data dianalisis secara deskriptifdengan hasil tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 dari 7 responden berusia <30 tahun (71%) dan sebagian besar berjenis kelamin perempuan. Masa kerja responden sebagian besar kurang dari 5 tahun dengan lama kerja sebagian besar responden lebih dari 8 jam per hari. Sebagian besar responden tidak rutin berolahraga. Sikap kerja dokter gigi sebagian besar termasuk dalam kategori sangat tinggi dengan skoring 7+ yang artinya diperlukan adanya investigasi dan perbaikan secepat mungkin sedangkan keluhan nyeri pinggang termasuk kategori sedang.Hasil penelitian diketahui bahwa hubungan antara sikap kerja dokter gigi dengan keluhan nyeri pinggang tersebut memiliki hubungan yang cukup kuat. Rumah Sakit disarankan untuk mengatur waktu dan lama istirahat dokter gigi dan memberikan pelatihan kepada dokter gigi tentang bagaimana sikap kerja yang baik sehingga dapat mengurangi resiko keluhan nyeri pinggang. Dokter gigi disarankan untuk rajin berolahraga serta istirahat yang cukup.

Keywords


sikap kerja; keluhan nyeri pinggang; dokter gigi

Full Text:

PDF PDF PDF

References


Andayasari, L. 2012. Gangguan Musculoskeletal Pada Praktik Dokter Gigi dan Upaya Pencegahannya. Journal Media Litbang Kesehatan, 22(2), pp. 70–77.

Manuaba, A. 2000. Ergonomi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Surakarta: Uniba Press.

Presiden Republik Indonesia. 2003. Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Samara, D. et al. 2005. Duduk Statis sebagai Faktor Risiko Terjadinya Nyeri Punggung Bawah pada Pekerja Perempuan. Universitas Medicina, 24(2), pp. 73–79.

Suma’mur, P. K. 2009. Higiene perusahaan dan kesehatan kerja (Hiperkes). Jakarta: Sagung Seto.

Tarwaka, Bakri, S.H.A, dan Sudiajeng, L. 2004. Ergonomi untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktivitas. [e-book] Surakarta: UNIBA Press.

Tarwaka. 2010. Ergonomi Industri Surakarta: Harapan Press.

Umami, D. 2014. Hubungan antara Karakteristik Responden dan Sikap Kerja Duduk dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain) Pada Pekerja Batik Tulis. Pustaka Kesehatan.

Wijaya, A. T., Darwita, R. R. dan Bahar, A. 2011. The Relation between Risk Factors and Musculoskeletal Impairment in Dental Students: a Preliminary Study. Journal of Dentistry Indonesia, 18(2), pp. 33–3. doi: 10.14693/jdi.v18i2.61.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Journal of Public Health Research and Community Health Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

   

ISSN Online ISSN Cetak

JPH RECODE by PSDKU Banyuwangi, Universitas Airlangga is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

My JPHRECODE Histats