PENILAIAN DAN PENGENDALIAN RISIKO PADA PEKERJAAN BONGKAR MUAT PETI KEMAS OLEH TENAGA KERJA BONGKAR MUAT DENGAN CRANE

Senjayani Senjayani, Tri Martiana

= http://dx.doi.org/10.20473/jphrecode.v1i2.16244
Abstract views = 291 times | downloads = 2136 times downloads = 2136 times downloads = 2136 times

Abstract


Pelabuhan merupakan pusat distribusi barang yang didalamnya terdapat kegiatan bongkar muat. Ada dua macam jenis kegiatan bongkar muat yaitu kegiatan bongkar muat manual dan kegiatan bongkar muat dengan crane. Kegiatan bongkar muat dengan crane merupakan pekerjaan yang berisiko tinggi. Adapun tujuan penelitian ini yaitu melakukan risk assessment pada pekerjaan bongkar muat peti kemas. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan deskriptif dengan pendekatan observasional. Objek yang diteliti yaitu pekerjaan bongkar muat peti kemas dengan crane. Hasil identifikasi bahaya menunjukkan 17 potensi bahaya yang teridentifikasi. Penilaian risiko menunjukkan 7 potensi bahaya masuk kategori low risk, 6 potensi bahaya masuk katergori medium risk dan 4 potensi bahaya masuk kategori high risk. Pengendalian risiko yang dilakukan terdiri dari pengendalian teknik, pengendalian administratif dan alat pelindung diri (APD). Bahaya pekerjaan bongkar muat dengan crane telah dilakukan upaya pengendalian hingga tahap ALARP (As Low As Possible Reasonably Practicable). Koperasi Usaha Karya dan PT Pelabuhan Indonesia III (PERSERO) Cabang Tanjung Perak perlu melakukan pelatihan terkait dengan bongkar muat peti kemas dengan crane secara periodik pada setiap tenaga kerja bongkar muat. Pemberian punishment dan reward dapat dilakukan oleh PT Pelabuhan Indonesia III (PERSERO) Cabang Tanjung Perak sebagai bentuk memacu ketaatan tenaga kerja bongkar muat sekaligus memacu meningkatkan produktivitas kerja.

Keywords


risk assessment; tenaga kerja bongkar muat; crane

Full Text:

PDF PDF PDF

References


Australian Standard/New Zealand Standard. 2004. Australian Standard/New Zealand Standard Risk Management 4360:2004, Sydney and Wellington: Author.

Departemen Hukum dan Perundang-Undangan. 1970. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja.

Green, L. W. dan K. M. W. 2000. Health Promotion Planning an Education and Environmental Approach. Second Edition, Mayfield Publishing Compa-ny.

Hazyiyah, Ghaisani dan Erwin Dyah Nawawinetu. 2014. Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko Dan Pengendalian Risiko Pada Proses Blasting di PT Cibaliung Sumberdaya, Banten. The Indonesian

Journal of Occupational Safe-ty and Health, 3(1), pp. 107–116.

International Labour Organization. 1998. Work Organization and Ergonomics.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. 1985. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 05 tahun 1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. 2010. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 9 Tahun 2010 tentang Operator dan Petugas Pesawat Angkat dan Angkut.

OHSAS 18001:2007. 2007. Occupational Health and Safety Management System Requirement. London: OHSAS Project Group.

Rais, M., P.P. Nugraha, dan W. B. 2009. Kajian Pengaruh Predisposing, Enabling Dan Reinforcing Factors Terhadap Praktek Kerja Tenaga Kerja Bongkar Muat Yang Berisiko Terjadinya Kecelakaan Kerja Di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. The Indonesian Journal of Health Promotion, 4(1). doi: 10.14710/jpki.4.1.36-49.

Ramli, S. 2010. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OHSAS 18001). Jakarta: PT Dian Rakyat.

Retno Wulan Dari dan Indriati Paskarin. 2013. Risk Management Pada Pekerja Gondola Pa-ket III Proyek Pengembangan Bandara In-ternasional Ngurah Rai-Bali (PPBIB), KSO Adhi-Wika. The Indonesian Journal of Occupational Safe-ty and Health, 2(1), pp. 20–27.

Riski, R. 2013. Hubungan Antara Masa Kerja dan Pemakaian Masker Sekali Pakai dengan Kapasitas Vital Paru pada Pekerja Bagian Composting di PT. Zeta Agro Corporation Brebes. Skripsi, Universitas Negeri Semarang.

Septiana, D. A. dan Mulyono. 2014. Faktor Yang Mempengaruhi Unsafe Action Pada Pekerja di Bagian Pengantongan Urea. The Indonesian Jiurnal of Occupational Safety and Health, 3(1), pp. 25–34.

Siswanto, A. 2012. Materi Perkuliahan Job Safety Analysis. Surabaya : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.

Suardi, R. 2007. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jakarta : PPM.

Suma’mur, P. K. 2009. Higiene perusahaan dan kesehatan kerja (Hiperkes). Jakarta: Sagung Seto.

Tarwaka. 2008. Keselamatan dan Kesehatan Kerja: Manajemen dan implementasi K3 di Tempat Kerja. Surakarta: Harapan Press.

Tyastanti, C.L., dan A. Y. D. 2014. Risk Assessment Kecelakaan Kerja Pada Unit Windin PT. Kusumaputra Santosa, Karangan-yar, Jawa Tengah. The Indonesian Journal of Occupa-tional Safety and Health, 3(2), pp. 128–137.

Wicaksono, R. Y. 2017. Risk Management Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Engine Room Kapal Feri Selat Madura Ii Surabaya. Journal of Public Health Research and Community Health Development, 1(1), pp. 50–62.

Yosia Parlindungan Bangun dan Erwin Dyah Nawawinetu. 2014. Risk Assessment Pada Pekerja Mainte-nance di PT X. The Indonesian Journal of Occupational Safe-ty and Health, 3(2), pp. 170–181.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Journal of Public Health Research and Community Health Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

   

ISSN Online ISSN Cetak

JPH RECODE by PSDKU Banyuwangi, Universitas Airlangga is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

My JPHRECODE Histats