HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS KEBISINGAN DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA DI MADIUN

Rakhmanisa Lindhi Hanifa, Tjipto Suwandi

= http://dx.doi.org/10.20473/jphrecode.v1i2.16246
Abstract views = 452 times | downloads = 652 times downloads = 652 times

Abstract


Kebisingan dapat menimbulkan respon yang berbeda terhadap tenaga kerja satu dengan yang lainnya. Pengaruh dari adanya kebisingan kepada kesehatan yaitu terjadinya kerusakan pada indera pendengar. PT.INKA merupakan industri dalam bidang perkeretaapian dengan kegiatan pembuatan dan perawatan kereta yang memungkinkan adanya resiko kebisingan, selain itu PT.INKA juga belum mengadakan pemeriksaan tes audiometri pada pekerjanya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara intensitas kebisingan dengan gangguan pendengaran pada pekerja di PT INKA. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan case control dengan melakukan pendekatan kuantitatif. Wawancara dilakukan pada kepala bagian K3, 15 pekerja pada welding 1 dan 15 pekerja pada kantor. Wawancara dilakukan untuk mendapat informasi mengenai variabel yang diteliti. Selain itu dilakukan observasi mengenai kebiasaan pekerja dalam pemakaian APT. Variabel bebas penelitian adalah intensitas kebisingan, usia, masa kerja dan kebiasaan memakai APT. Sedangkan variabel terikat adalah gangguan pendengaran pada pekerja. Kebisingan pada area kerja welding 1 melebihi NAB (94,8 dBA) sedangkan pada ruang kantor sebesar 63,2 dBA. Gangguan pendengaran yang terjadi pada pekerja di PT.INKA untuk kelompok terpapar yang bekerja pada bagian welding 1 sebanyak 4 responden (26,7%) dan untuk kelompok tidak terpapar yaitu pekerja pada bagian kantor sebanyak 7 responden (46,7%). Hasil uji analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara intensitas kebisingan dengan gangguan pendengaran yang terjadi pada pekerja di PT.INKA. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah gangguan pendengaran yang terjadi pada pekerja belum tentu disebabkan oleh intensitas yang tinggi pada area kerja melainkan ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran tersebut.


Keywords


intensitas kebisingan; gangguan pendengaran; PT.INKA Madiun

Full Text:

PDF PDF

References


Albustomi, Y. dan Denny. A. W. 2017. Perbedaan Tekanan Darah Sistole Dan Diastole Sebelum Dan Setelah Kerja Pada Pekerja Yang Terpapar Bising Di PT X. Journal of Public Health Research and Community Health Development, 1(1), pp. 27–37.

Ali, I. 2006. Mengatasi Gangguan pada Telinga dengan Tanaman Obat. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Darmanto, R. 1999. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan di Perusahaan. Semarang : Karya Pustaka.

Darmawan, V. 2013. Hubungan Karakteristik Individu dengan Nilai Ambang Dengar Pada Tenaga Kerja di PT. Bangun Sarana Baja Gresik. Skripsi, Universitas Airlangga, Surabaya.

Grandjean, E. 1993. Fitting the Task to the Man. 4th ed. London: Taylor and Francis Inc.

Jayanti, P. C. 2015. Hubungan Intensitas Kebisingan dengan Nilai Ambang Dengar Tenaga Kerja Terpapar Bising (Studi Kasus di Lantai 3 PT. X). Skripis, Universitas Airlangga, Surabaya.

Kusumawati, I. 2012. Hubungan Tingkat Kebisingan di Lingkungan Kerja Dengan Kejadian Gangguan Pendengaran Pada Pekerja di PT. X. Skripis, Universitas Airlangga, Surabaya.

Manoppo, F. 2013. Hubungan antara Kebisingan dan Fungsi Pendengaran Pada Petugas PT.Gapura Angkasa di Bandar Udara Sam Ratulangi Manado. Skripsi, Universitas Sam Ratulangi Manado, Manado.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. 2011. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 13/MEN/X/2011 Tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Kimia di Tempat Kerja.

Pandu, R. 2012. Beberapa Faktor Penyebab Gangguan Komunikasi di PT. Berca Schindler Lifts Surabaya. Skripis, Universitas Airlangga, Surabaya.

Pratama, T. 2010. Analisis Hubungan Umur dan Lama Pemajanan dengan Daya Dengar Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Audiometri Tenaga Kerja di Unit Produksi Central Processing Area Job P-PEJ Tuban Jawa Timur. Skripsi, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Pulat, M. B. 1992. Fundamentals of Industrial Ergonomic. AT & T Network System: Oklahoma.

Sihar, T. B. T. 2005. Kebisingan di Tempat Kerja (Occupational Noise). Yogyakarta, Andi.

Siswanto, A. 1991. Ergonomi. Surabaya: Balai Hiperkes dan Keselamatan Kerja.

Soeripto, M. 2008. Higiene Industri. Jakarta : Balai Penerbit FK UI.

Standard, J. 1979. Industrial Noise. Fundamental of Industrial Hygiene. Itasca : National Safety Council.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Journal of Public Health Research and Community Health Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

   

ISSN Online ISSN Cetak

JPH RECODE by PSDKU Banyuwangi, Universitas Airlangga is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

My JPHRECODE Histats