Laporan Kasus: Penanganan Korneal Squestrum pada Kucing Domestic Short Hair

Ganang Rilo Pambudi

= http://dx.doi.org/10.20473/mkh.v31i3.2020.137-145
Abstract views = 427 times | downloads = 311 times

Abstract


Korneal squestrum merupakan suatu keadaan yang terjadi pada kornea yang telah mengalami kornea ulser dalam kurun waktu yang panjang/kronis. Kornea merupakan struktur pada mata bagian depan yang memiliki warna transparan dan tersusun atas outer epiteliummiddle stroma dan inner endothelium. Pemeriksaan dasar yang dilakukan pada pasien adalah menace, dazzle dan pupillary reflex. Sedangkan pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah schiemer tear test dan fluorescein test. Hasil pemeriksaan dasar menunjukkan hasil yang positif tanpa adanya gangguan penglihatan. Sedangkan hasil fluorescein test menunjukkan hasil positif kornea ulser dengan adanya pendaran warna hijau. Terapi dilakukan dengan memberikan antibiotik (cendo genta 0,3%) s.6.d.d selama 2 minggu. Respon possitif ditunjukkan oleh pasien dengan hasil fluorescein test negatif pasca 2 minggu pengobatan. Akan tetapi, masih terdapat jaringan-jaringan berwarna putih kecoklatan yang menutupi permukaan korneal. Terapi dilanjutkan dengan memberikan cendoxitrol s.2.d.d selama 2 minggu. Respon yang diberikan pasien kurang baik, jaringan berubah menjadi kecoklatan atau disebut dengan korneal squestrum. 


Keywords


Kornea ulser, Korneal squestrum

Full Text:

PDF

References


Biswell, R., Vaughan, D.G., Asbury, T. 2011. Ophtalmology Umum Ed. 14. Jakarta. EGC

Chung, J., Kang, Y., Kim, H. J. 1998. Effect of 0.1% dexamethasone on epithelial healing in

experimental corneal alkali wounds: morphological changes during the repair process. Graefes Arch Clin Exp Ophthalmol. 236(7):537–545.

Dana, M. R., Qian, Y., Hamrah, P. 2000. Twenty-five-year panorama of corneal immunology: emerging concepts in the immunopathogenesis of microbial keratitis, peripheral ulcerative keratitis, and corneal transplant rejection. Cornea.19(5):625–643.

Douglas, W.E. 2015. Clinical Atlas of Canine and Feline Ophtalmic Disease. Iowa : Blackwell Willey Publishing

Gelatt, K.N., and Gelatt, J.P. 2011. Veterinary Ophthalmic Surgery. Elsevier ltd.

Hilsspet. 2020. Domestic Short Hair Cat Breed : Personality and Information | Hill’s Pet. https://www.hillspet.com/cat-care/cat-breeds/domesticshorthair [Diakses pada 30 Oktober 2020]

Kanski, J and Bowling. 2007. Clinical Ophthalmology. Elsevier.

Kardena, I.M. 2020. Patologi Veteriner Sistem Mata dan Telinga. Universitas Udayana

Lim, M., Goldstein, M. H., Tuli, S, et al. 2003. Growth factor, cytokine and protease interactions during corneal wound healing. Ocul Surf. 1(2):53–65.

Turner, S. M. 2008. Small Animal Ophtamology. Elsevier


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Media Kedokteran Hewan Indexed by:

                  

Editorial Office

Media Kedokteran Hewan
Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga
Kampus C Universitas Airlangga, Mulyorejo, Surabaya 60115, East Java 
Email: medvetj@journal.unair.ac.id

StatCounter - Free Web Tracker and Counter
View My Stats

Creative Commons License
Media Kedokteran Hewan by Unair is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.