Pola Pergeseran Penyebab Kandidiasis Vulvovaginalis

Linda Astari, Zahruddin Ahmad

= http://dx.doi.org/10.20473/bikkk.V31.1.2019.14-23
Abstract views = 36 times | views = 20 times

Abstract


Latar belakang: Kandidiasis vulvovaginalis (KVV) merupakan penyakit infeksi dengan gejala dan keluhan keradangan pada vulva dan vagina yang disebabkan oleh jamur spesies Candida. C. albicans merupakan spesies terbanyak penyebab KVV, tetapi kejadian yang disebabkan oleh spesies non-albicans tampak semakin meningkat dengan berbagai komplikasi yang ditimbulkannya. Tujuan: Mengevaluasi pola pergeseran spesies penyebab KVV untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan pasien. Metode: Studi retrospektif dengan sumber data sekunder yang tersedia dari hasil penelitian KVV di Divisi Infeksi Menular Seksual (IMS) Unit Rawat Jalan (URJ) Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode tahun 1997 – 2017. Hasil: Sebanyak 7 penelitian mengenai KVV telah didapatkan dalam rentang waktu tersebut. Pasien KVV sebagian besar adalah wanita yang sudah menikah, usia seksual aktif, dan mengeluhkan adanya duh tubuh berwarna putih disertai rasa gatal pada kemaluan. Mayoritas C. albicans didapatkan pada penelitian tahun 1997, 2010, 2015, dan 2017, sebesar 100%, 52,8%, 71,4%, dan 62,1%, sedangkan mayoritas C. non-albicans pada penelitian tahun 2004, 2005, dan 2009, sebesar 65,2%, 52,6%, dan 52,9%. Kesimpulan: Penelitian ini telah menunjukkan pola pergeseran spesies penyebab KVV selama 20 tahun terakhir, yaitu dari dominasi C. albicans pada 1997, kemudian C. non-albicans pada tahun 2004, 2005, dan 2009, kembali lagi pada dominasi C. albicans yaitu pada tahun 2010, 2015, dan 2017.


Keywords


kandidiasis vulvovaginalis; pola pergeseran; C. albicans; C. non-albicans;

Full Text:

PDF

References


Sobel JD. Recurrent vulvovaginal candidiasis. Am J Obstet Gynecol. 2016;214(1):15-21.

Gonçalves B, Ferreira C, Alves CT, Henriques M, Azeredo J, Silva S. Vulvovaginal candidiasis: Epidemiology, microbiology and risk factors. Crit Rev Microbiol. 2016;42(6):905-927.

Aguin TJ, Sobel JD. Vulvovaginal Candidiasis in Pregnancy. Curr Infect Dis Rep. 2015;17(6):15-20.

Harnindya D, Agusni I. Studi Retrospektif: Diagnosis dan Penatalaksanaan Kandidiasis Vulvovaginalis (Retrospective Study: Diagnosis and Management of Vulvovaginalis Candidiasis). BIKKK – Berk Ilmu Kesehat Kulit dan Kelamin – Period Dermatology Venereol. 2016;28(1):42-48.

Deorukhkar SC, Saini S, Mathew S. Virulence factors contributing to pathogenicity of candida tropicalis and its antifungal susceptibility profile. Int J Microbiol. 2014;2014:1-6.

Ervianti E, Sawitri, Agusni RI. Pola pergeseran Candida sp. penyebab kandidiasis vulvovaginalis dan kandidiasis vulvovaginalis rekuren (The shifting pattern of Candida sp. causing vulvovaginal candidiasis and recurrent vulvovaginal candidiasis). BIKKK – Berk Ilmu Kesehat Kulit dan Kelamin – Period Dermatology Venereol. 2011;23(3):189-199.

Murtiastutik D, Sukanto H, Barakbah J. Peranan pengobatan suami untuk mencegah rekurensi Candidiasis Vulvovaginalis. Penelitian Karya Akhir Pendidikan Spesialis Kulit dan Kelamin Dep/SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Unair/RSUD Dr. Soetomo Surabaya 1997.

Andriani T, Sawitri, Suyoso S. Penyebab kandidiasis vulvovaginalis di RSU Dr. Soetomo Surabaya. BIKKK – Berk Ilmu Kesehat Kulit dan Kelamin – Period Dermatology Venereol. 2005;17(1):1-9.

Nurjanti L, Ervianti E, Suyoso S. Kepekaan obat anti jamur pada spesies Candida uji invitro dengan metode makrodilusi pada kasus kandidiasis vulvovaginalis. Penelitian Karya Akhir Pendidikan Spesialis Kulit dan Kelamin Dep/SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Unair/RSUD Dr. Soetomo Surabaya 2005.

Indira E, Sawitri, Agusni I. Uji diagnostik pemeriksaan aglutinasi lateks untuk deteksi candida spp. pada penderita dengan klinis kandidiasis vulvovaginalis. Penelitian Karya Akhir Pendidikan Spesialis Kulit dan Kelamin Dep/SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Unair/RSUD Dr. Soetomo Surabaya 2009.

Nugraheni D, Ervianti E, Agusni I. Profil enzim secreted aspartyl proteinase (SAP) pada isolat pasien kandidiasis vulvovaginalis (KVV) di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Penelitian Karya Akhir Pendidikan Spesialis Kulit dan Kelamin Dep/SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Unair/RSUD Dr. Soetomo Surabaya 2015.

Puspitorini D, Astari L, Prakoeswa C. Profil spesies penyebab kandidiasis vulvovaginalis (KVV) menggunakan VITEK 2 di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Penelitian Karya Akhir Pendidikan Spesialis Kulit dan Kelamin Dep/SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Unair/RSUD Dr. Soetomo Surabaya 2017.Murtiastutik D, Barakbah J, Sukanto H. Peranan pengobatan suami untuk mencegah rekurensi Candidiasis Vulvovaginalis. Karya Akhir. 1997;3(1):71-73.

Sobel JD. Vulvovaginal Candidiasis. In: Holmes KK, editor. Sexually Transmitted Diseases. 4th ed. New York: Mc Graw Hill; 2008:823-35

Faraji R, Rahimi MA, Assarehzadegan M. Prevalence of Vaginal Candidiasis infection in women referred to Kermanshah hygienic centers, Iran in 2010. Life Science Journal. 2012;9(4):1280-1283.

Corsello S, Spinillo A, Osnengo G, et al. An epidemiological survey of vulvovaginal candidiasis in Italy. Eur J Obstet Gynecol Reprod Biol. 2003;110(1):66-72. 16.

Ahmad A, Khan AU. Prevalence of Candida species and potential risk factors for vulvovaginal candidiasis in Aligarh, India. Eur J Obstet Gynecol Reprod Biol. 2009;144(1):68-71.

Foxman B, Muraglia R, Dietz JP, Sobel JD, Wagner J. Prevalence of recurrent vulvovaginal candidiasis in 5 European countries and the United States: Results from an internet panel survey. J Low Genit Tract Dis. 2013;17(3):340-345.

Akpan UP, Ekpenyong CE, Ibu JE, Ibu JO. Incidence of vulvovaginal candidiasis among Nigeria women in tight fitting underwears : The need for counseling and health education. J Public Health Epidemiol. 2011;3(10):478-481.

Sehhatie-shafaie F, Namazi A. Prevalence, Risk Factors, and Clinical Findings of Candidiasis and Trichomoniasis in Women Supported by Selected Health Centers of Tabriz, Iran. Crescent J Med & Biol Sci. 2014;1(4):130-135.

Workowski KA, Bolan GA. Sexually transmitted diseases treatment guidelines, 2015. MMWR Recomm Rep. 2015;64(3):75-78.

Akimoto-Gunther L, De Bonfim-Mendonça PS, Takahachi G, et al. Highlights regarding host predisposing factors to recurrent vulvovaginal candidiasis: Chronic stress and reduced antioxidant capacity. PLoS One. 2016;11(7):1-14.

Ilkit M, Guzel AB. The epidemiology, pathogenesis, and diagnosis of vulvovaginal candidosis: A mycological perspective. Crit Rev Microbiol. 2011;37(3):250-26123.

Richter SS, Galask RP, Messer SA, Hollis RJ, Diekema DJ, Pfaller MA. Antifungal susceptibilities of Candida species causing vulvovaginitis and epidemiology of recurrent cases. J Clin Microbiol. 2005;43(5):2155-2162.

Ng KP, Kuan CS, Kaur H, Na SL, Atiya N, Velayuthan RD. Candida species epidemiology 2000–2013: a laboratory-based report. Trop Med Int Heal. 2015;20(11):1447-1453.

Paulitsch A, Weger W, Ginter-Hanselmayer G, Marth E, Buzina W. A 5-year (2000-2004) epidemiological survey of Candida and non-Candida yeast species causing vulvovaginal candidiasis in Graz, Austria. Mycoses. 2006;49(6):471-475.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.

View My Stats