Studi Retrospektif: Reaksi Kusta Tipe 1

Ridha Ramadina Widiatma, Cita Rosita Sigit Prakoeswa

= http://dx.doi.org/10.20473/bikk.V31.2.2019.144-149
Abstract views = 74 times | views = 35 times

Abstract


Latar Belakang: Reaksi kusta tipe 1 terjadi akibat perubahan keseimbangan antara cell mediated immunity (CMI) dan basil Mycobacterium leprae di saraf dan kulit pasien kusta dengan hasil akhir berupa upgrading atau reversal. Pasien kusta tipe subpolar memiliki imunitas yang tidak stabil sehingga sering mengalami reaksi tipe 1 yang berulang terutama tipe Borderline Borderline (BB). Gejala klinis reaksi tipe 1 berupa peradangan kulit maupun saraf dapat menimbulkan kecacatan bila tidak ditangani secara tepat. Tujuan: Mengevaluasi gambaran umum, diagnosis, dan terapi reaksi kusta tipe 1. Metode: Studi retrospektif terhadap rekam medis kunjungan baru pasien kusta selama 4 tahun (2014 – 2017) di Divisi Kusta Unit Rawat Jalan Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr Soetomo Surabaya. Hasil: Total 68 pasien baru kusta dengan reaksi tipe 1 (13,2% dari seluruh pasien baru Divisi Kusta), 60,3% berjenis kelamin laki-laki, 41,2% berusia 15–34 tahun, dan tipe kusta terbanyak adalah tipe BB (72,1%). Gejala reaksi pada kulit berupa keluhan penebalan bercak merah lama (80,9%), reaksi terutama terjadi saat masih dalam pemberian multidrug therapy (66,2%). Gejala saraf tepi pada reaksi tipe 1 yang terbanyak adalah tanpa gejala (66,7%). Terapi terbanyak yang diberikan adalah obat antiinflamasi nonsteroid (45,6%) dan kortikosteroid (29,4%). Simpulan: Diagnosis reaksi tipe 1 perlu ditegakkan dengan benar melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik untuk menentukan penatalaksanaan yang tepat. Penggalian riwayat tentang faktor pemicu sangat penting untuk mencegah reaksi tipe 1 berulang atau berkepanjangan.


Keywords


reaksi tipe 1; cell mediated immunity; reversal;

Full Text:

PDF

References


Lee DJ, Rea TH, Modlin RL. Leprosy. In: Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffel DJ, Wolff K, editors. Fitzpatrick's dermatology in general medicine. 8th ed. New York: McGraw-Hill; 2012. p. 2253-63.

Fisher M. Leprosy - an overview of clinical features, diagnosis, and treatment. JDDG 2017; 15(8):801-27.

Prakoeswa CRS, Siswati AS. Reaksi Tipe 1: Diagnosis dan penatalaksanaannya. Dalam: Prakoeswa CRS, Agusni I, Listiawan MY, editor. Kapita selekta penatalaksanaan morbus hansen terkini. Surabaya: Dept/SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin; 2013. h. 41-9.

Suchonwanit P, Triamchaisri S, Wittayakornrerk S, Rattanakaemakorn P. Leprosy reaction in thai population: a 20-year retrospective study. Dermatol Res Pract 2015; 2015:154-253.

Lastória JC, Morgado de Abreu MAM. Leprosy: review of the epidemiological, clinical, and etiopathogenic aspects – part 1. An Bras Dermatol 2014; 89(2):205-18.

Naafs B, van Hees CL. Leprosy type 1 reaction (formerly reversal reaction). Clin Dermatol 2016; 34(1):37-50.

Pratamasari MA, Listiawan MY. Studi retrospektif: reaksi tipe 1. Dalam: Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin 2015; 27(2):137-43.

Blok DJ, De Vlas SJ, Richardus JH. Global elimination of leprosy by 2020: are we. Parasites & Vectors 2015; 8:548.

World Health Organization. Global leprosy: update on the 2012 situation. Dalam: Weekly epidemiological record 2013; 35(88):365-80.

Ranque B, Nguyen VT, Vu HT, Nguyen TH, Nguyen NB, Pham XK, et al. Age is an important risk factor for onset and sequelae of reversal reactions in Vietnamese patients with leprosy. Clin Infect Dis 2007; 44:33-40.

Kahawita IP, Walker SL, Lockwood DNJ. Leprosy type 1 reactions and erythema nodosum leprosum. An Bras Dermatol 2008; 83(1):75-82.

da Costa Nery JA, Filho FB, Quintanilha J, Machado AM, Oliveira SS, Sales AM. Understanding the type 1 reactional state for early diagnosis and treatment: a way to avoid disability in leprosy. An Bras Dermatol 2013; 88(5):787-92.

Kumano K. Leprosy reaction, lepra reaction. In: Makino M, Matsuoka M, Goto M, Hatano K, editors. Leprosy: Science working towards dignity. Hadano: Tokai University Press; 2011. p. 154-73.

Kamath S, Vaccaro SA, Rea TH, Ochoa MT. Recognizing and managing the immunologic reactions in leprosy. J Am Acad Dermatol 2014; 71(4):795-803.

Pandhi D, Chhabra N. New insights in the pathogenesis of type 1 and type 2 lepra reaction. Indian J Dermatol Venereol Leprol 2013; 79:739-49. Kar HK, Sharma P. Management of leprosy reactions. In: Kar HK, Kumar B, editors. Indian association of leprologist textbook of leprosy. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers Ltd; 2010. p. 386-99.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.

View My Stats