Perbedaan Dermatitis Seboroik dan Psoriasis Vulgaris Berdasarkan Manifestasi Klinis dan Histopatologi

Astindari Astindari, Sawitri Sawitri, Willy Sandhika

= http://dx.doi.org/10.20473/bikkk.V26.1.2014.1-7
Abstract views = 3124 times | views = 7807 times

Abstract


Latar belakang: Dermatitis seboroik (DS) dan psoriasis sering sulit dibedakan baik secara klinis maupun secara histopatologi. Anamnesis yang tepat dengan memperhatikan usia, riwayat keluarga, dan pemeriksaan klinis yang teliti serta ditunjang dengan pemeriksaan histopatologi, dapat menentukan diagnosis yang tepat. Tujuan: Mengevaluasi perbedaan DS dan psoriasis supaya klinisi dan patolog bisa membuat diagnosis yang benar.Telaah kepustakaan: Secara epidemiologi, terdapat berbagai perbedaan antara DS dan psoriasis. Hal itu bisa dilihat dari usia saat timbulnya lesi, jenis kelamin, ras, maupun genetik. Lokasi lesi dan manifestasi klinis juga mempunyai ciri yang berbeda. Biopsi kulit dibutuhkan untuk membantu menegakkan diagnosis yang tepat.Gambaran histopatologi DS bervariasi sesuai dengan perjalanan penyakitnya: akut, sub-akut, dan kronis, sedangkan psoriasis mempunyai ciri khas berupa pemanjangan rete ridges, abses Munro atau adanya abses Kojog. Simpulan: Terdapat beberapa perbedaan antara DS dan psoriasis dari usia pertama kali muncul lesi, lokasi lesi, manifestasi klinis dan gambaran histopatologi.Kata kunci: dermatitis seboroik, psoriasis, manifestasi klinis, gambaran histopatologi.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.

View My Stats