Efek Penambahan Fototerapi Sinar Biru Terhadap Manifestasi Klinis Akne Vulgaris Derajat Sedang

akne vulgaris penelitian eksperimental analitik fototerapi sinar biru

Authors

  • Dhyah Aksarani Handamari Airlangga university
  • M. Yulianto Listiawan
    yuliantowawan@yahoo.com
    Departemen/Staf Medik Fungsional Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo
  • Linda Astari Departemen/Staf Medik Fungsional Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo
December 5, 2018

Downloads

Latar Belakang: Penggunaan terapi lini pertama pada akne vulgaris (AV) kadang memberikan hasil yang kurang memuaskan dan juga menimbulkan efek samping.Banyak peneliti melaporkan respons positif pasien AV sedang (AVS) yang diobati dengan fototerapi sinar biru. Penggunaan fototerapi sinar biru menurunkan prosentase jumlah lesi lebih besar dibandingkan tanpa fototerapi.Tujuan: Membuktikan efek penambahan fototerapi sinar biru terhadap manifestasi klinis AVS. Metode: Desain penelitian adalah eksperimental analitik dengan menggunakan metode uji klinis terkontrol, pemilihan pasangan serasi, dan desain paralel yang membandingkan penambahan fototerapi sinar biru terhadap terapi standar (kontrol) akne vulgaris derajat sedang. Subjek penelitian adalah semua pasien AVS yang memenuhi kriteria, yang datang berobat di Unit Rawat Jalan Kesehatan Kulit dan Kelamin Divisi Kosmetik RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada Desember 2017 sampai Februari 2018. Hasil: Efek penambahan fototerapi sinar biru terhadap penurunan jumlah komedo dan  papul/pustul pada AVS tidak berbeda bermakna dibandingkan tanpa penambahan fototerapi sinar biru, namun berbeda bermakna pada penurunan jumlah nodul. Efek penambahan fototerapi sinar biru terhadap penurunan porfirin dan jumlah sebum pada AVS tidak berbeda bermakna dibandingkan tanpa penambahan fototerapi sinar biru, namun berbeda bermakna pada penurunan jumlah pori-pori. Simpulan: Penambahan fototerapi lebih baik pada lesi inflamasi dan membantu penurunan jumlah pori pasien AV.

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 5 > >>