Stress Markers Pada Calcaneus Penambang Belerang di Gunung Welirang

Nadia Amalia

= http://dx.doi.org/10.20473/bk.v9i2.23117
Abstract views = 300 times | downloads = 218 times

Abstract


Stress markers adalah tanda pada tulang yang menjadi petunjuk bahwa individu tersebut pernah melakukan suatu pekerjaan yang melibatkan kerjasama otot dan sendi untuk beraktivitas dengan intensitas waktu yang lama dan berulang. Penambang belerang di Gunung Welirang melakukan aktivitas pekerjaannya dengan  beban belerang sebanyak ±100-250 kg setiap hari dengan cara dipikul dan ditarik menggunakan gerobak, dengan tumpuan terbesarnya berada pada tulang calcaneus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana variasi stress markers yang muncul pada tulang calcaneus penambang belerang terkait lama kerja, beban kerja, dan inensitas kerja. Metode yang digunakan dalam pengambilan dan pengumpulan data ini adalah metode observasi, kuesioner terbuka, dan rontgen untuk melihat adanya stress markers. Adapun analisis data yang digunakan adalah metode kuantitatif, yaitu melihat hasil foto rontgen dan menganalisisnya dengan data lama kerja, beban kerja, dan intensitas kerja pada tiap individu penambang belerang Gunung Welirang. Hasilnya adalah terdapat variasi stress markers berupa osteopit sebanyak 87,5%  dan robustisitas sebanyak 100%  pada calcaneus penambang belerang, serta terdapat variasi letak stress markers pada osteopit dan robustisitas. Hal tersebut disebabkan karena perbedaan usia, lama masa kerja, beban kerja, dan intensitas kerja pada masing-masing subjek penelitian.

Keywords


Stress Markers; Calcaneus; Penambang belerang Gunung Welirang

Full Text:

PDF

References


Byers S (2008) Introduction to Forensic Anthropology (3 rd). Boston: Pearson Education.

Ferber R (2002) Medicine and Science in Sports and Exercise. New Jersey: Prentice Hall.

Indriati E (2004) Antropologi Forensik: (Identifikasi Rangka Manusia, Aplikasi Antropologi Biologis dalam Konteks Hukum). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Iscan M & Kennedy KAR (1989) Reconstruction of Life from The Skeleton (M.I. Iscan). New York: Alan R.Liss,Inc.

Larsen CS (2002) The Lives and Lifestyles of Past People. Journal of Archeological Research, 10 (2): 119–166.

Lerwick C (2009) Life In Bone a Look at Skeletal Markers for Activity. Academia.Edu. Retrieved from www.academia.edu/628553/Life_in_Bone_A_Look_at_Skeletal_Markers_for_Activity.

Maharani S (2014) Pengaruh Aktivitas Pengayuh Becak dan Lamanya Bekerja Terhadap Munculnya Stress Markers Pada Calcaneus. Airlangga University.

Nidya F, Suharsono, Zarkasyi A, & Sugianto A (2013) Analisis Karakteristik Panas Bumi Daerah Outflow Gunung Arjuno-Welirang Berdasarkan Data Geologi, Geokimia, dan Geofisika. Geoaplikasi, 2 (3).

Nurmala O (2015) Identifikasi Stress Markers Pada Calcaneus Penambang Belerang Di Kawah Ijen Berdasarkan Beban dan Intensitas Kerja. Airlangga University.

Pearce EC (2009) Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis (3rd ed.). Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Sandstring S (2008) Ankle and Foot. In Grey’s Anatomy (40th ed.). London: Churchill Livingstone.

Santos A, Cardoso F, Assis S, & Vilotte S (2009a) The Coimbra Workshop in Musculoskeletal Stress Markers (MSM) an Annotated Review. South America: Paleopathology Association Meeting.

Santos A, Cardoso FA, Assis S, & Vilotte S (2009b) The Coimbra Workshop in Musculoskeletal Stress Markers (MSM): an Annoted Review. In Presentation. South America: Paleopathology Association Meeting.

Snell RS (2012) Anatomi Klinis Berdasarkan Sistem. (L. Sugarto, Ed.). Jakarta: EGC.

Vigue J (2015) Atlas of Human Anatomy (1st ed.). Barcelona: Chambarlen International.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
BIOKULTUR by UNAIR is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

 

View My Stats