Apropriasi Rumah Tradisional Batak Toba pada Arsitektur Gereja Katolik Pangururan di Samosir

Ronald Hasudungan Irianto Sitindjak

= http://dx.doi.org/10.20473/bk.v9i2.23118
Abstract views = 429 times | downloads = 588 times

Abstract


Artikel ini fokus pada bentuk apropriasi rumah tradisional Batak-Toba pada arsitektur Gereja Katolik. Apropriasi budaya adalah penggunaan simbol budaya, artefak, genre, ritual, atau teknologi oleh anggota budaya lain, dimana unsur-unsur tersebut dipilih melalui proses penyesuaian agar akhirnya dapat diterima menjadi hak milik, tanpa keharusan memproduksi bentuk yang baru. Bentuknya dapat berupa pertukaran budaya, dominasi budaya, eksploitasi budaya ataupun berupa transkulturasi. Bentuk apropriasi ini dapat dijumpai pada bentuk arsitektural dari Gereja Katolik Pangururan yang terletak di pulau Samosir, daerah asalanya budaya Batak Toba. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, wawancara serta ekplorasi pustaka. Sedangkan proses analisis mengaitkan temuan dari lapangan dengan kajian hasil eksplorasi pustaka terkait rumah tradisional Batak Toba. Hasil yang diperoleh, terdapat konsep-konsep dari rumah tradisional Batak Toba yang diadopsi oleh gereja Katolik, dan diimplementasikan pada bentuk arsitektural Gereja Katolik Pangururan. Apropriasi itu terlihat pada konsep wujud bangunan, ornamen ragam hias, posisi bangunan dan orientasi bangunan dari Gereja Katolik Panguruan. Apropriasi ini telah memperkaya budaya gereja Katolik dan budaya Batak Toba secara bersamaan. Dalam hal ini proses apropriasi memberi keuntungan bagi kedua budaya yang bertemu.

Keywords


Apropriasi; Ruma; Batak Toba; Bentuk Arsitektural; Gereja Katolik

Full Text:

PDF

References


Barendregt B & Els B (2016) Merenungkan Gema Perjumpaan Musikal Indonesia-Belanda. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Budrianto WS & Marta R (2018) Aproprasi Gitar dalam Kesenian Rejung pada Masyarakat Suku Bashemah Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu. Gorga Jurnal Seni Rupa Vol 7 (2): 94-100. https://doi.org/10.24114/gr.v7i2.10915

Prier KE (1999) Inkulturasi Musik Liturgi. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi.

Rogers RA (2006) From Cultural Exchange to Transculturation: A Review and Reconceptualization of Cultural Appropriation. Communication Theory 16: 474–503. https://doi.org/10.1111/j.1468-2885.2006.00277.x

Sibeth A (1991) The Batak: Peoples of the Island of Sumatra. London: Thames & Hudson.

Simamora T (1997) Rumah Batak Toba: Usaha Inkulturatif. Pematangsiantar.

van den End Th & J Weitjens (2000) Ragi Carita: Sejarah Gereja di Indonesia 2 (1860an-sekarang). Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Young JO (2010) Cultural Appropriation and the Arts. John Wiley & Sons Ltd.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
BIOKULTUR by UNAIR is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

 

View My Stats