AMBULANS PEMBAWA BATU: KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK

Ahmad Hamidi

= http://dx.doi.org/10.20473/etno.v3i2.16362

Abstract views = 2848 times | downloads = 1452 times

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tuturan mengenai “ambulans pembawa batu” melalui analisis morfosemantik dan pragmatik yang dipayungi oleh paradigma linguistik forensik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang desainnya berupa studi kasus. Data dalam penelitian ini berupa tuturan “ambulans pembawa batu”, sedangkan sumber datanya adalah hasil tangkapan layar cuitan Twitter salah seorang pemengaruh yang kemudian disebut sebagai SP. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori morfosemantik dan tindak tutur dalam rangka menemukan hasil demi mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) SP berusaha untuk mengonstruksi penafsiran audiensnya menggunakan diksi ‘pembawa’ terkait dengan kasus ambulans pembawa batu, (2) tuturan SP dapat dikatakan tidak memenuhi satu pun persyaratan yang diformulasikan oleh Austin (1962) dan Searle (1969) tentang kondisi kesahihan, dan (3) hasil analisis secara linguistis dan unsur-unsur dalam peraturan perundang-undangan menunjukkan kesesuaian bahwa peraturan perundang-undangan tersebut dapat menjerat SP.


Full Text:

PDF

References


Austin, J. (1962). How to do things with words. Cambridge: Harvard University Press.

Bachari, A.D. (2017). Bahasa dan pidana. Bandung: Penerbit Prodi Linguistik SPs Universitas Pendidikan Indonesia.

Birner, B.J. (2013). Introduction to pragmatics. Sussex: Willey-Blackwell Publishing.

Coulthard, M. & Alison Johnson. (2010). The routledge handbook of forensic linguistics. USA: Milton Park.

Cresswell, J.W. (2009). Research design: qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. New York: Sage Publications.

Dorais, L.J. (1984). Humiliation et harmonie. L’ expression du droit coutumier chez les Inuit du Labrador. Recherches amérindiennes au Québec 14.4: 3-8.

Dorais, L.J. (2010). The language of the Inuit. Syntax, semantics, and society in the Artic. Montreal-Kingston: McGill-Queen’s University Press.

Dorais, L.J. (2016). Morphosemantics and their limits: three Inuit examples. Amerindia 38: 47-86.

El Qorny, A. (2016). Produktivitas fi’i dalam perubahan dan pemaknaan. Lisanan Arabiya 1.2: 77-115.

Gibbons, J. (2007). Forensic linguistics: an introduction to language in the justice system. Oxford: Blackwell Publishing.

Grundy, P. (2008). Doing pragmatics. London: Hodder Arnorld Publication.

Huang, Y. (2007). Pragmatics. New York: Oxford University Press.

McMenamin, G. (2002). Forensic linguistics: advances in forensic stylistics. Florida: CRC Press.

Olsson, J. (2008). Forensic linguistics. London: Continuum International Publishing Company.

Silverman, D. (2000). Doing qualitative research: a practical handbook. London: Sage Publications.

Soesilo, R. (1991). Kitab undang-undang hukum pidana (kuhp) serta komentar-komentarnya lengkap pasal demi pasal. Bogor: Politeia.

Strauss, A & Juliet Corbin. (1990). Basics of qualitative research: grounded theory procedures and techniques. London: Sage Publications.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 ETNOLINGUAL

This journal is indexed by:

             

 

 

 

Creative Commons License
ETNOLINGUAL by Unair  is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

 

 

 

 View Etnolingual Stats