PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMPN 52 SURABAYA

Hanifa Fitriana, Pulung Siswantara

= http://dx.doi.org/10.20473/ijph.v13i1.2018.110-121
Abstract views = 5023 times | downloads = 21842 times

Abstract


Teenager is a period of rapid physical, psychological and intellectual development. Adolescents tend to like challenges without careful consideration. This caused various problems of adolescents, especially in reproductive health. Adolescent Reproductive Health (ARH) Education by teachers is an effort to overcome the problem of reproductive health of students. The purpose of this research was to identify the transfer process of adolescent reproductive health education at SMPN 52 Surabaya. This research used observational case study research with qualitative approach. Informants in this study consisted of teachers and students. Data was collected through in-depth interviews and document studies. This study found that most teacher informants have poor understanding of comprehensive ARH. The teacher informants said that ARH education is the responsibility of parents, school, community and government. The teacher informants delivered the ARH material with various methods. Teacher separated male and female students during delivering process of sensitive ARH materials. This method can encourage students' activeness to ask questions to the teachers. A better understanding of teachers on KRR materials can improve the quality of students' material delivery.ARH education is not only the responsibility of the school, but also family, community to government. The government needs to provide training for teachers related to theARH education. Families need to provide ARH education at home, meanwhile the community needs to provide supervision for adolescents in their neighborhood.

Keywords


Adolescent, Education, Reproductive Health

Full Text:

PDF

References


Anas, S.H., 2010. Sketsa Kesehatan Reproduksi Remaja. Jurnal Studi Gender & Anak, 5 (1): pp.199-214

Azhar, S.K., Daharnis, Sukmawati, I., 2013. Persepsi Siswa Tentang Layanan Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja yang diberikan Guru BK SMAN 1 Kubung. Jurnal Ilmiah Konseling, 2 (1): pp.146-150

Bella, S.M., and Istianah, F., 2017. Pendidikan Seksualitas Sejak Dini sebagai Upaya Menghindarkan Anak-Anak Usia Sekolah Dasar dari Penyimpangan Seksualitas. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 5 (3): pp. 838-849

BKKBN, 2013. Bimbingan Teknis Kesehaan Reproduksi dan Seksualitas yang Komprehensif. Jakarta: BKKBN

Farihah. 2015. Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Pendidikan Keluarga. Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera, 13 (26): pp 7-13

Hermiyanty, Hasanah, and Setiawan, H., 2016. Implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Kurikulum Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di Sekolah Menengah Atas Kota Palu. Jurnal Kesehatan Tadulako, 2 (1): pp.45-57.

Irawan, P., 2006. Penelitian Kualtatif dan Kuantitatif Untuk Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta: Universitas Indonesia

Kamaluddin, H., 2011. Bimbingan dan Konseling Sekolah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 17(4): pp. 447-454

Kementrian Kesehatan RI, 2015. Infodatin Pusat Data dan Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Kesehatan,

Kementrian Agama, United Nations Population Fund (UNFPA), 2014. Modul Pendidikan Kesehatan Reproduksi untuk Peserta Didik SMP/MTs dan Sederajat. Jakarta

KPAI. 2016. Rincian Data Kasus Berdasarkan Klaster Perlindungan Anak, 2011-2016.

Maolinda, N., Sriati, A., and Maryati, I., 2012. Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Siswa Terhadap Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMAN 1 Mergahayu. Jurnal Unpad, 1 (1): pp. 1-15

Masdudi. 2013. Karakteristik Perilaku Sosial Siswa dalam Proses pendidikan. Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi, 2(1)

Notoatmodjo, S., 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta.

Noviana, I., 2015. Kekerasan Seksual Terhadap Anak: Dampak Dan Penanganannya Child Sexual Abuse: Impact And Hendling. Jurnal Sosio Informa, 1(1): pp.13-28.

Nursal, D. G. A., 2008. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seksual Murid SMU Negeri di Kota Padang Tahun 2007. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2 (2): pp. 175-180

Pakasi, T.D., and Kartikawati, R., 2013. Antara Kebutuhan dan Tabu: Pendidikan Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi bagi Remaja di SMA. Jurnal Makara Seri Kesehatan, 17(2): pp. 79-87

Setiawan, D., 2013. Peran Pendidikan Karakter Dalam Mengembangkan Kecerdasan Moral. Jurnal Pendidikan Karakter, 3 (1): pp. 53-63

Triyanto, E., Anitah, S., and Suryani, N., 2013. Peran Kepemimpinan Kepaia Sekoiah daiam Pemanfaatan Media Pembelajaran sebagai Upaya Peningkatan Kuautas Proses Pembelajaran. Jurnal Teknologi Pendidikan, 1(2): pp. 226-238

Utomo, I. D., McDonald, P., 2009. Adolescent reproductive health in Indonesia: contested values and policy inaction. Studies in Family Planning Journal, 40 (2): pp. 133-146.

Wardani, K., et al., Tim Litbang Pusat Studi Seksualitas KPBI DIY., 2006. Pendidikan Kesehatan Reproduksi di Sekolah (Riset Kebijakan dan Pengembagan Kurikulum Kespro). Jurnal Bening, 7 (1)

Wijayanti, R., Swasti, K.G., and Rahayu, E., 2007. Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Terhadap Perilaku Seksual Remaja Pada Siswa SMA di Kecamatan Baturraden dan Purwokerto. Jurnal Keperawatan Soedirman, 2(2): pp. 89-94

Wulandari, V.F., Nirwana, H., and Nurfarhanah. 2012. Pemahaman Siswa Mengenai Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Layanan Informasi. Jurnal Ilmiah Konseling, 1(1): pp.1-9


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 The Indonesian Journal of Public Health

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXING BY:

   

View My Stats