Faktor Sosiodemografi yang Memengaruhi Pemilihan Metode Kontrasepsi

Asti Dewi Rahayu Fitrianingsih, Soenarnatalina Melaniani

= http://dx.doi.org/10.20473/jbk.v5i1.2016.10-18
Abstract views = 2127 times | downloads = 6440 times

Abstract


Long term contraception entered into government programs. Government suggested to use long term contraception effectively to postponing pregnancy, spacing of birth and terminating fertility. In fact, couples of reproductive ages in Indonesia were likely to still choose short-term contraceptive than long-term contraceptive. This research analyzed sosiodemografi factors that aff ecting the selection of contraception method in Gading Public Health Center Tambaksari Surabaya. This research used analytical study with case control design. Research population totaled 84 respondents. Sampling technique used simple random sampling and got 42 cases and 42 controls. The variables were sosiodemografi factors. Data were analyzed using that multivariate logistic regression with a level of signifi cance value α = 0,05. The results showed four signifi cant variables were age (p=0,018), education (p=0,024), occupation (p=0,008), parity (p=0,034), also status of women (p=0,002. Sosiodemografi factors such as age, occupation, parity and status women aff ect the injection contraceptive acceptors did not choose long acting contraception method in Tambaksari Surabaya Gading Public Health Center. The granting of complete information about all types of contraception is important so that the fertile age couples can choose contraception that suits their need.

Keywords


family planning, long-term contraceptive

Full Text:

PDF

References


Affandi, B. 2011. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi Edisi 3. Jakarta: YBP-SP.

Asih dan Oesman. 2009. Analisa Lanjut SDKI 2007. Faktor Yang Memengaruhi Pemakaian Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Jakarta: Puslitbang KB dan Kesehatan Reproduksi

Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional.

BKKBN. 2011. Analisis Lanjut 2011. Faktor Yang Memengaruhi Penggunaan MKJP di Enam Wilayah Indonesia. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan KB dan Keluarga Berencana Nasional Tahun 2011.

BKKBN. 2012. Evaluasi Pelaksanaan Program Keluarga Berencana Nasional. Materi Rakernas Program KB Nasional tahun 2009, Jakarta: BKKBN.

BKKBN. 2012. Informasi Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: BKKBN.

BKKBN. 2014. BKKBN bina Akseptor KB Untuk Gunakan MKJP. http://rri.co.id/surabaya/post/berita/76325/kesehatan/bkkbn_bina_akseptor_kb_untuk_digunakan_mkjp.html (sitasi 25 Maret 2015).

BKKBN. 2014. Evaluasi Hasil Pelaksanaan Program. Surabaya: Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur.

BPS. 2010. Statistik Indonesia Tahun 2010. Jakarta Pusat: Badan Pusat Statistika.

BPS. 2013. Surabaya Dalam Angka 2013. Surabaya: Badan Pusat Statistika Kota Surabaya.

BPS. 2014. Data Kependudukan Indonesia tahun 2014. Jakarta: Badan Pusat Statistika.

Bulatao, R. A. dan Ronald, L. D. 1983. Determinants of Fertility in Developing Countries Volume 1. Supply and Demand for Children. New York: Academic Press.

Fienalia, R. 2012. Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Wilayah Kerja Puskesmas Pancoran Mas Depok. Jurnal FKM UI, 3 (6).

Fitrianingsih, Asti Dewi R.F. 2016 Faktor Penyebab Akseptor KB Suntik Tidak Memilih Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Kecamatan Tambaksari Surabaya). Skripsi. Surabaya: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.

Frost, J. J. dan Darroch, E. J., 2008. Factors Associated with Contraceptive Choice and Inconsistent Method Use. Perspectives on Sexual and Reproductive Health, 40(2).

Gudaynhe,S. W., Zegeye, D. T., Asmamaw, T. & Kibret, G. D. 2014. Factors Aff ecting the use of Long-Acting Reversible Contraceptive Method among Married Women in Debre Markos Town, Northwest Ethiopia 2013. Global Journal og Medical Reasearch: E Gynecology and Obstetrics, 14(5).

Handayani, S. 2010. Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta: Pustaka Rihama.

Hartanto. 2010. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Hartoyo. 2011. Studi Nilai Anak, Jumlah Anak yang Diinginkan dan Keikutsertaan Orang Tua dalam Program KB. Jurnal Ilmiah Keluarga dan Konsultasi, Volume 4 (1).

Harymawan. 2007. Peran Dukungan Sosial dan Kesehatan Keluarga. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Koentjaraningrat. 1991. Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Universitas Indonesia.

Kusumaningrum. 2009. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pemilihan Jenis Kontrasepsi yang Digunakan pada Pasangan Usia. Skripsi. Semarang: Universitas Diponegoro.

Notoatmodjo. 2010. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

PHAA. 2013. Time For A Change: Increasing The Use of Long Acting Reversible. Sexual Health & Family Planning Australia,1(1).

Purwoko. 2000. Penerimaan Vasektomi dan Sterilisasi Tuba. Tesis. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Wiknojosastro, G. 2005. Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: YBP-SP.

Winner B, et al. 2012. Eff ectiveness of Long-Acting Reversible Contraception. The New England Journal of Medicine, 366(21).

Yanuar. 2010. Pengaruh Pengetahuan dan Sikap perternakan Pasangan Usia Subur tentang KB terhadap Pemilihan Kontrasepsi di Lingkungan Keluarga Joho Kecamatan Sukoharjo. Skripsi. Yogyakarta: UGM.

Yusuf. 2001. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemakaian MKJP di Tanjung Batu Kabupaten Ogan Kampung Ilir Sumatera Selatan Tahun 2000. Skripsi. Depok: FKM UI.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Biometrika dan Kependudukan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

This Journal is Indexed By:

             

 

View My Stats

 

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga

Kampus C Universitas Airlangga

Jl. Mulyorejo Kampus C Unair, Surabaya 60115, Indonesia.

E-mail: j.biokep@gmail.com / jbk@fkm.unair.ac.id

Phone: +62 816 502 307

 

 Flag Counter