Pengaruh Lingkungan Keluarga terhadap Penyalahgunaan NAPZA pada Remaja

Dwi Oktavia Sri Asmoro, Soenarnatalina Melaniani

= http://dx.doi.org/10.20473/jbk.v5i1.2016.80-87
Abstract views = 3209 times | downloads = 18502 times

Abstract


The number of drug users was increasing. Drug abuse is regarded as one. Drug user regarded as a threat that sooner or later can destroy the young generation. The research was aimed to analized the infl uence of family environmental factors toward to abuse juvenile drug in Surabaya. The research was observational research by design cross sectional. Technique sampling was simple random sampling, with sampling teenager was 10-19 year drug users who performs outpatient in BNN throughout Surabaya as many as 53 people. The study was done at December 2015. This research used obtained through primary and secondary data, the analysis used binary regression logistic techniques. The study results show that the infl uence of family environment that is harmonious family (pvalue = 0,026; or = 6,179), bustle parents (pvalue = 0,032; or = 5,677), parents permissive (p = 0.015; or = 8,001 ), Religious in the family (pvalue = much as 0.021; or = 6,401) and religious in the family are the infl uence on the environment factors (pvalue = 0.021; or = 6,401; CI = 1,321 – 31,025). Religious in the family are the most influence in the family environment factors. It was recommended parents need to create family bonds strong via relationship emotional and taste emphatic on child.

Keywords


family environment, drug abuse, teenager

Full Text:

PDF

References


Asfriyanti. 2003. Pengaruh Keluarga Terhadap Kenakalan Anak. Digitized by USU digital library.

Badan Narkotika Nasional. 2006. Peran Remaja Dalam Mengatasi Masalah Penyalahgunaan NAPZA: Mewujudkan Indonesia Bebas dari Ancaman NAPZA. Jakarta: BNN.

Badan Narkotika dan Psikotropika Jawa Timur. 2009. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Jakarta.

Badan Narkotika Nasional. 2012. Jenis-jenis NAPZA dan Aspek Kesehatan Penyalahgunaan NAPZA. Departemen Sosial RI: Jakarta.

Brank, E., Lane, J., Turner, S., Fain, T., and Sehgal, A. 2008. An Experimental Juvenile Probation Program: Effects on Parent and Peer Relationships. Crime & Delinquency. 54(2). pp 193–224.

Budiarta T. 2000. Dampak NAPZA dan Upaya Penanggulangannya. Jurnal psikologi. Depok: Universitas Indonesia.

Dariyo A. 2004. Psikologi Perkembangan Remaja. Bogor: Ghalia Indonesia.

Depkes RI. 2001. Buku Pedoman Praktis Mengenal Penyalahgunaan NAPZA Secara Terpadu (Pedoman Bagi Keluarga). Jakarta: Depkes RI.

Gunarsa, S. D. 2001. Psikologi Praktis: Anak, Remaja, dan Keluarga. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulya.

Hawari, D. 2002. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Kedokteran Universitas Indonesia.

Hawari, D. 2009. Penyalahgunaan dan Ketergantungan NAPZA. Jakarta: Badan Penerbit FKUI.

Hurlock, E.B. 1991. Child Development. 6th Ed. (Alih Bahasa oleh Tjandarsa, M; dan Zarkasih, M.) Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama.

Hurlock, E.B. 2002. Psikologi Perkembangan, Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.

Kurniasih N. 2014. Buletin Jendela: Pengguna NAPZA Dapat Dicegah dan Dapat Direhabilitasi. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.

Latipun. 2008. Psikologi Konseling Edisi Ketiga. Malang: UPT Penerbit Universitas Muhammadiyah Malang.

Maria, U. 2007. Peran Persepsi Keharmonisan Keluarga dan Konsep Diri terhadap Kecenderungan Kenakalan Remaja. Tesis: Universitas Gadjah Mada.

Marina. 2000.Hubungan antara Tipe Kepribadian Introvert-Ekstrovent dan Tingkah laku Penyalahgunaan Heroin pada Remaja. Jurnal psikologi.

McMurray, D.M., Prokhorov, A.V. & Harty, K.C. 1994. Effects of a statewide antismoking campaign onmass-media messages and smoking beliefs. Prev Med. 23(1). pp 54–60.

Muchtar, A. et al. 2013. Faktor Berhubungan dengan Penyalahguna Narkotika dan Bahan Adiktif (NAPZA) pada Remaja di SMA Kartika Wirabuana XX-I Makassar tahun 2013: Jurnal. Universitas Hassanudin.

Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Renika Cipta.

Rahmadona E, Agustin H. 2014. Faktor yang Berhubungan dengan Penyalahguna NAPZA di RSJ Prof. Hb Sa’anin. Vol.8, No.2, Hal 59-65.

Rustyawati. 2005. Beberapa Faktor Risiko yang

Berhubungan dengan Penyalahgunaan NAPZA pada Penderita yang di Rawat di Rehabilitasi (Studi Kasus di Semarang dan Sekitar).

Santrock, J. W. 2003. Adolescence: Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga.

Sigelman, C.k., Rider, E.A. 2006. Life Span Human Development. (5thed.). Canada: Thompson Wadsworth p.431.

Silalahi K dan Meinarno E.A. 2010. Keluarga Indonesia Aspek dan Dinamika Zaman. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Soetjingsih. 2004.Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC.

Sudarsono. 2004.Kenakalan Remaja. Jakarta: Rineka Cipta.

Sugiyatno. 2010. Optimalisasi Peran Keluarga dalam Membangun Moral Anak. Dinamika Pendidikan No. 01/Th.XVII.

Suprajitno. 2004.Asuhan Keperawatan Keluarga Aplikasi dalam Praktik. Jakarta: EGC.

Waluyo B. 2011. Viktimologi Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kejahatan, Sinar Grafika.

Yatim D. 1990.Kepribadian Keluarga & Narkotika, Tinjauan Sosial Psikologis. Jakarta: Arcan.

Yusuf S. 2009. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Rosda Karya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Biometrika dan Kependudukan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

This Journal is Indexed By:

             

 

View My Stats

 

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga

Kampus C Universitas Airlangga

Jl. Mulyorejo Kampus C Unair, Surabaya 60115, Indonesia.

E-mail: j.biokep@gmail.com / jbk@fkm.unair.ac.id

Phone: +62 816 502 307