ANALISIS TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER GANDA TERHADAP INFLASI DI INDONESIA

Authors

  • Bimo Saputro
    bimo.saputra-12@feb.unair.ac.id
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis-Universitas Airlangga
  • Raditya Sukmana Fakultas Ekonomi dan Bisnis-Universitas Airlangga
June 18, 2019

Downloads

This research aims to examines the impact of monetary policy transmission through conventional and islamic systems to inflation in Indonesia.The approach used is quantitative approach by using Cointegration Test. The result of this research is that a long-term of conventional monetary policy transmissions has an effect on inflation rate in Indonesia which are SBI has a positive and significant effect on inflation. Then, PUAB has a negative and significant effect on inflation. While, variable of conventional money supply does not have an effect on inflation rate. From the islamic side, the result of this research is that a long-term of sharia monetary policy transmissions has an effect on inflation rate in Indonesia which are SBIS has a negative and significant effect on inflation. While, PUAS has a positive and significant effect on inflation. And variable of sharia money supply does not have an effect on inflation

 REFERENCES

Al-Quran dan Terjemahannya (revisi terbaru Departemen Agama RI dengan Transliterasi Arab-Latin (rumy)). 2000. Semarang: CV. Asy Syifa’.

Alma, Buchari dan Priansa, Donni Juni. 2009. Menejemen Bisnis Syariah. Bandung: Alfabeta.

Anshori, Muslich & Iswati, Sri. 2009. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Surabaya : Airlangga University Press.

Antonio, Muhammad Syafii. 2010. Bank Syariah dari Teori ke Praktik. Jakarta:Tazkia Cendekia.

Ariyani, Desi. 2009. Analisis Pengaruh CAR, FDR, BOPO dan NPF terhadap Profitabilitas pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Januari: 2005 – April: 2008). Skripsi tidak diterbitkan. Jakarta Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Ascarya. 2013. Akad & Produk Bank Syariah. Jakarta: Rajawali Pers.

Ashari dan Saptana. 2005. “Prospek Pembiayaan Syariah untuk Sektor Pertanian”. Paper. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor.

Dendawijaya, Lukman. 2005. Manajemen Perbankan Ed. 2. Bogor : Galia Indonesia.

Firmansyah, Irman. 2013. Faktor Penyebab Terjadinya Pembiayaan Bermasalah pada BPRS di Indonesia. Jurnal. Tasikmalaya Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi.

Huda, Nurul dan Mustafa Edwin Nasution. 2009. Current Issue Lembaga Keuangan Syariah, Jakarta: Kencana.

Ikatan Akuntansi Indonesia, 2002, Pernyataan Standar Akuntasi Keuangan (PSAK) no. 31, tentang Akuntansi Perbankan (revisi 2000), Penerbit Salemba Empat, Jakarta

Jusmaliani. 2008. Bisnis Berbasis Syariah. Jakarta: Bumi Aksara.

Mulyono, Pudjo Teguh. 2004. Manajemen Perkreditan. Yogyakarta: Salemba Empat.

Putong, Iskandar. 2002. Pengantar Ekonomi Mikro dan Makro. Edisi Kedua. Penerbit Ghalia Indonesia. Jakarta.

Rani, Lina. 2013. Analisis Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Non Performing Financing (NPF) pada Perbankan Syariah di Indonesia. Tesis tidak diterbitkan. Surabaya Program Studi Ekonomi Islam Program Pascasarjana Universitas Airlangga.

Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Wijaya, Tony. 2007. Hubungan Adversity Intelligence dengan Intensi Berwirausaha (Studi Empiris pada siswa SMKN 7 Yogyakarta). Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan .9.2,:117-127.

www.bi.go.id/id/statistik/perbankan/indonesia/Default.aspx (diakses pada tanggal 12 Oktober 2016)

www.bi.go.id/id/statistik/perbankan/indonesia/Default.aspx (diakses pada tanggal 12 Oktober 2016)


Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 > >>