Gambaran Drug Related Problems (DRP’s) pada Penatalaksanaan Pasien Stroke Hemoragik dan Stroke Non Hemoragik di RSUD Dr M Yunus Bengkulu

Dian Handayani, Dwi Dominica

= http://dx.doi.org/10.20473/jfiki.v5i12018.36-44
Abstract views = 1446 times | downloads = 65108 times

Abstract


Pendahuluan: Stroke merupakan penyakit serebrovaskular yang menjadi penyebab utama kematian yang sering terjadi di Indonesia. Jumlah penderita stroke di seluruh dunia yang berusia dibawah 45 tahun terus meningkat. Adanya penyakit penyerta serta berbagai faktor resiko pasien stroke mengakibatkan pasien akan sering mengkonsumsi lebih dari dua macam obat dan dapat berisiko pada ketidakefektifan pengobatan dan memungkinkan terjadi drug related problems (DRPs). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian DRPs pada pasien stroke yang menjalani pengobatan di poli saraf RSUD Dr M Yunus Bengkulu. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode cross sectional secara prospektif pada pasien rawat jalan di poli saraf selama 2 bulan. Subjek yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 89 pasien. Kriteria eksklusi adalah pasien yang tidak bersedia terlibat hingga akhir penelitian dan tuli. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan pengisian kuesioner kualitas hidup menggunakan Short Form 36 (SF-36). Hasil: Dari 89 pasien stroke sebanyak 85 pasien (95,5%) menderita stroke non hemoragik, kejadian drug related problems (DRP’s) pada pasien stroke di poliklinik rawat jalan RSUD Dr M Yunus Bengkulu meliputi: ada indikasi yang tidak diterapi sebanyak 20 kasus (22,5%), obat yang tidak diperlukan sebanyak 3 kasus (3,4%), efek samping obat sebanyak 4 kasus (4,5%), dan pemilihan obat yang tidak tepat sebanyak 4 kasus (4,5%). Tidak ada hubungan antara faktor risiko umur dan jumlah obat yang diterima pasien dengan kejadian drug related problems (DRP’s), ada hubungan antara kualitas hidup pasien stroke dengan drug related problems (DRP’s) pada domain keadaan fisik. Kesimpulan: Jenis stroke yang paling banyak terjadi di RSUD Dr M Yunus Bengkulu adalah stroke non hemoragik sebanyak 85 pasien (95,5%). Kejadian drug related problems (DRP’s) pada pasien stroke di poliklinik rawat jalan RSUD Dr M Yunus Bengkulu terjadi sebesar 31 kasus. Jenis drug related problems (DRP’s) yang terjadi meliputi ada indikasi yang tidak diterapi sebanyak 20 kasus (22,5%), ada obat yang tidak perlu sebanyak 3 kasus (3,4%), efek samping obat sebanyak 4 kasus (4,5%), dan pemilihan obat yang tidak tepat sebanyak 4 kasus (4,5%). Tidak ada hubungan antara faktor risiko umur dan jumlah obat yang diterima pasien dengan kejadian drug related problems (DRP’s). Terdapat hubungan antara kualitas hidup pasien stroke dengan drug related problems (DRP’s) pada domain keadaan fisik.

Keywords


drug related problems, RSUD Dr M Yunus Bengkulu, stroke, SF-36

Full Text:

PDF

References


Besdine, R. W., Beers, M. H., Bootman, J. L., Fulmer, T. T., Gerbino, P., Manasse, H. R. & Wykle, M. L. (2003). When Medicine Hurts Instead of Helps: Preventing Medication Problems in Older Persons by Aging Research. http://www.angingresearch.org. Accessed: 28 September 2014.

Brizendine, L. (2006). The Female Brain. Jakarta: Ufuk Press.

Chobanian, A. V., Bakris, G. L., Black, H. R., Cushman, W. C., Green, L. A., Izzo, J. L. Jr, Jones, D. W., Materson, B. J., Oparil, S., Wright, J. T. Jr & Roccella, E. J. (2004). The Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure: the JNC 7 report. The Journal of the American Medical Association; 289; 2560-2572.

Coull A. J. & Rothwell P. M. (2004). Underestimation of Early Risk of Recurrent Stroke: Evidence of the Need for a Standard Definition. Stroke; 35; 1925-1929.

Dinata, C. A., Saftrita Y. & Sastri, S. (2013). Gambaran Faktor Risiko dan Tipe Stroke pada Pasien Rawat Inap di Bagian Penyakit dalam RSUD Kabupaten Solok Selatan Periode 1 Januari - 31 Juni 2010. Jurnal Kesehatan Andalas; 2; 57-61.

Fagan, S. C. & Hess, D. C. (2005). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach, sixth edition. Columbus: The McGraw-Hill Companies.

Goldstein, L. B., Adams, R., Alberts, M. J., Appel, L. J., Brass, L. M., Bushnell, C. D., Culebras, A., DeGraba, T. J., Gorelick, P. B., Guyton, J. R., Hart, R. G. & Howard, G. (2006). Primary Prevention of Ischemic Stroke: A Guideline from the America Heart Association/America Stroke Association Stroke Council: Cosponsered by the Atheroslecotic Peripheral Vascular Disease Interdisciplinary Working Group; Cardiovascular Nursing Council; Clinical Cardiology Council; Nutrition, Physical Activity, and Metabolism Council; and the Quality of Care and Outcomes Research Interdisciplinary Working Group: the American Academy of Neurology Affirms the Value of This Guideline. Stroke; 37; 1583-1633.

Indriani, R. (2014). Jumlah Pria Perokok di Indonesia Kedua Tertinggi di Dunia by Ririn Indriani (Berita Satu). http://www.beritasatu.com/kesehatan/159720-jumlah-pria-perokok-di-indonesia-kedua-tertinggi-di-dunia.html. Accessed: 13 September 2018

Kong, K. H. & Yang, S. Y. (2006). Health-related Quality of Life Among Chronic Stroke Survivors Attending a Rehabilitation Clinic. Singapore Medical Journal; 47; 213.

Landefeld, K., Gonzales, H., & Sander, G. (2016). Hypertensive Crisis: The Causative Effects of Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs. Journal of Clinical Case Reports; 6; 1-3.

Lanza, F., Chan, F., & Quigley, E. (2009). Guideline for Prevention of NSAID-Related Ulcer Compliction. The American Journal of Gastroenterologi; 104; 728-738.

Lovell, A. & Ernst, M. (2017). Drug Induces Hypertension: Focus on Mechanisms and Management. Current Hypertension Reports, 19; 1-12.

Perwitasari, D. A., Atthobari, J., Dwiprahasto, I., Hakimi, M., Gelderblom, H., Putter, H., Nortier, J. W. R., Guchelaar, H. & Kaptein, A. A. (2010). Translation and Validation of EORTC QLQ-C 30 Into Indonesian Version for Cancer Patients in Indonesia. Japanese Journal of Clinical Oncology; 41; 519-529.

Rahajeng, B. (2007). Drug Realted Problems pada Penatalaksanaan Pasien Stroke Rawat Inap di RSAL Dr Ramelan Surabaya Periode 1 September - 31 Oktober 2006. Tesis; Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Samsa, G. P., Bian J., Lipscomb, J., & Matchar, D. B. (1999). Epidemiology of Recurrent Strokes on 2-year Survival and Cost. Stroke; 30; 338-349.

Samuelsson, M., Soderfeldt, B., Olsson, G. B. (1996). Functional Outcome in Patients with Lacunar Infraction. Stroke; 27; 842-846.

Sien Ng, Y., Jung, H., Chiong, Y. & Lim P. A. (2007). Do Recurrent Stroke Patients Have Poorer Functional Outcomes Compared with First-Time Stroke Patients After Inpatient Rehabilitation. Physical Medicine and Rehabilitation; 88; 105.

Soenarta, A., Erwinanto., Mumpuni A., Barack R., Lukito A., Hersunarti N., Pratikto R. (2015). Pedoman Tatalaksana Hipertensi pada Penyakit Kardiovaskuler. Surabaya: Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia.

Yuliana, A., Arifin, H., Darwin, D. & Raveinal. (2011). Analisa Drug Related Problems pada Pasien Dislipidemia di Bangsal Rawat Inap dan Rawat Jalan Penyakit dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi; 16; 197 – 202.

Yunaidi, Y. (2010). Intervensi pada Stroke Non Hemoragik. Jurnal Kardiologi Indonesia; 31; 153-155.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA

View JFIKI Stats

                

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License