PERILAKU MAHASISWA TERKAIT CARA MENGATASI JERAWAT

Retno Try Lestari, Lailatul Zakiyah Gifanda, Erika Lailia Kurniasari, Ragilia Puspita Harwiningrum, Ardiansyah Putranda Ilham Kelana, Kholidatul Fauziyah, Setia Laili Widyasari, Tiffany Tiffany, Dewi Islamiah Krisimonika, Daniel Dwi Christiananta Salean, Yuni Priyandani

= http://dx.doi.org/10.20473/jfk.v8i1.21922
Abstract views = 949 times | downloads = 2747 times

Abstract


Acne vulgaris (jerawat) adalah penyakit kulit akibat peradangan kronis dengan patogenesis kompleks yang melibatkan beberapa komponen. Jerawat menyerang 85% populasi dunia yang berusia 11-30 tahun. Salah satu cara mengatasi jerawat adalah dengan menggunakan produk antiacne. Namun, kekeliruan pemilihan produk antiacne dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan tindakan mahasiswa mengenai jerawat dan cara mengatasinya. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan instrumen berupa kuesioner yang dilakukan secara interview administered questionnaire. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling. Survei ini diikuti oleh 120 mahasiswa dengan rentang usia 17-23 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 120 responden, sebesar 98,3% responden pernah berjerawat, 60,8% responden beranggapan bahwa salep antiacne yang sudah digunakan dan masih tersisa dapat digunakan lagi hingga tanggal kedaluwarsa, 75,0% responden merasa tidak perlu berkonsultasi dengan dokter umum/spesialis/klinik kecantikan ketika timbul jerawat, dan 97,0% responden tidak ingin pergi ke klinik kecantikan ketika berjerawat.


Keywords


jerawat, antiacne, mahasiswa

Full Text:

PDF

References


Kementerian Kesehatan RI 2012, Buku Media KIE Aku Bangga Aku Tahu. Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.

Madelina, W, Sulistiyaningsih 2018, ‘Review: resistensi antibiotik pada terapi pengobatan jerawat’, Farmaka, 16(2), pp. 105–117.

Marliana, M, Sartini, S, Karim, A 2018, ‘Efektivitas beberapa produk pembersih wajah antiacne terhadap bakteri penyebab jerawat propionibacterium acnes’, Biolink (Jurnal Biologi Lingkungan, Industri, Kesehatan), 5(1), pp. 31-41.

Movita, T 2013, ‘Acne vulgaris’, CDK-203, 40, pp. 269-272.

Muliyawan, D, Suriana, N 2013, A-Z Tentang Kosmetik, PT Elex Media Komputindo, Jakarta.

Murtiastutik, D 2009, HIV & AIDS dengan Kelainan Kulit. Universitas Airlangga, Surabaya.

Notoatmodjo, S 2010, Ilmu Perilaku Kesehatan, Catatan Pertama, PT. Rineka Cipta, Jakarta.

Notoatmodjo, S., 2012, Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan, Edisi Revisi, PT. Rineka Cipta, Jakarta.

Okoro, E, Ogunbiyi, A, George, A 2016, ‘Prevalence and pattern of acne vulgaris among adolescents in Ibadan, south-west Nigeria’, Journal of the Egyptian Women’s Dermatologic Society, 13(1), pp. 7–12.

Quairoli, K, Foster, KT 2009, Acne. In: Berardi, Rosemary, R, Ferreri, SP, Handbook of Nonprescription Drugs 16th Edition, American Pharmacist Association, Washington.

Resti, R, Tarigan, HS 2015, ‘Treatment for acne vulgaris’, Journal of Majority, 4(2), pp. 87–95.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Farmasi Komunitas (JFK) by Unair is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats