The Future of Israel - Palestinian Conflict: Either One State or Two?

Israel Liberalism Palestine conflict resolution.

Authors

Vol. 14 No. 1 (2020): Global Strategis
Jurnal Global & Strategis 14.1 2020
June 8, 2020

Downloads

Sebagai salah satu konflik yang cukup banyak menarik perhatian dari dunia internasional, konflik antara Israel dan Palestina sudah banyak melewati proses diplomasi untuk diperolehnya perdamaian diantara keduanya. Konflik ini sudah memakan waktu cukup lama, sekitar 71 tahun sejak permulaanya, dan kini sedang menghadapi tantangan dan kenyataan bahwa usaha untuk mencapai perdamaian di antara keduanya mengalami perkembangan yang stagnan. Usaha untuk mencapai resolusi konflik dalam peace talk yang dilakukan pada rentang tahun 2013-2014 mengalami penangguhan. Hal ini menimbulkan beberapa pandangan terhadap keefektifan resolusi konflik yang ada saat ini, bagi kedua negara yang bertikai, yaitu resolusi satu negara dan dua negara. Dalam tulisan ini, penulis menemukan bahwa liberalisme ideasional menempatkan solusi dua negara sebagai solusi terlayak, mengesampingkan solusi satu negara. Solusi satu negara tidak dapat memenuhi kerangka hidup koeksistensi dalam liberalisme ideasional. Kerangka hidup koeksistensi terdiri dari kesepahaman dalam batas wilayah, institusi politik, serta regulasi sosio-ekonomik. Tulisan ini menemukan bahwa solusi dua negara memenuhi hal tersebut yang akan dijelaskan dalam artikel ini melalui pendekatan analisis historis kualitatif, metode kepustakaan dan dilandasi teori liberalisme ideasional.

Kata-kata kunci: Israel, Liberalisme, Palestina, resolusi konflik.

A lot of diplomatic processes to obtain peace had done several times for Israel and Palestine. It happened as the conflict itself attracted much intention from the international world. The conflict has taken a long time, about 71 years since its inception, and is now facing challenges and the fact that efforts to achieve peace between the two have experienced stagnant development. Efforts to achieve conflict resolution in peace talks conducted in 2013-2014 experienced a delay. The event raised several views on the effectiveness of the current conflict resolution for the two warring countries, namely the resolution of one country and two countries. In this paper, the authors find that ideational liberalism places the two-state solution as a feasible solution, leaving aside the one-state solution. A one-state solution cannot fulfill the coexistence framework in ideational liberalism. The coexistence framework consists of understanding within boundaries, political institutions, and socio-economic regulations. This paper finds that the two-state solution satisfies this point, which will be explained in this article through the approach of qualitative historical analysis, the method of literature and the theory of ideational liberalism

Keywords: Israel, Liberalism, Palestine, conflict resolution.