Memperkuat Lokalitas Kota Semarang di Era Globalisasi melalui Diplomasi Lokal

Hermini Susiatiningsih, Nadia Farabi, Satwika Paramasatya, Sheiffi Puspapertiwi

= http://dx.doi.org/10.20473/jgs.12.1.2018.1-15
Abstract views = 558 times | views = 798 times

Abstract


Globalisasi menyebabkan semua lini kehidupan menjadi saling berhubungan. Desentralisasi yang dikuatkan melalui penyebaran nilai-nilai demokrasi melalui fenomena globalisasi nyatanya telah memunculkan pemerintah daerah sebagai salah satu aktor penting dalam hubungan internasional melalui perannya dalam paradiplomasi. Diadopsi dari pengalaman negara-negara maju, negara berkembang kini mengadaptasikan paradiplomasi dengan kondisi dan kepentingan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi diplomasi yang kompatibel dengan konsep lokalitas, sehingga dapat memperkuat lokalitas Kota Semarang di era globalisasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan konsep desentralisasi dan paradiplomasi dengan metode kualitatif untuk menganalisa data yang diperoleh. Penelitian ini menemukan bahwa paradiplomasi tahap pertama telah diterapkan oleh Pemerintah Kota Semarang. Paradiplomasi tahap pertama ini dilakukan untuk mencapai kepentingan ekonomi, seperti meningkatkan investasi dan memperluas pasar, tanpa meninggalkan identitas dan modalitas lokal. 


Keywords


globalisasi, lokalitas, desentralisasi, paradiplomasi

Full Text:

PDF

References


Fathun, L. M., 2016. “Paradiplomasi Menuju Kota Dunia: Studi Kasus Pemerintah Kota Makassar”, Indonesian Perspective, 1(1): 75-94.

Hidayat, Syarif., 2008: “Desentralisasi Dan Otonomi Daerah Dalam Perspektif State-Society Relation”, Jurnal POELITIK Vol.1 No.1.

Kementerian Sekretariat Negara, 2007. Semarang Pesona Asia 2007 Resmi Dibuka. dalam http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=667 [diakses pada 20 November 2016].

Kuznetsov, A. S., 2015. Theory and Practice of Paradiplomacy: Subnational Governments in International Affairs. New York: Routledge.

Lazuardi, H., 2014. Kawasan Industri Kota Semarang Hampir Penuh. dalam http://kabar24.bisnis.com/read/20140508/78/226142/kawasan-industri-kota-semarang-hampir-penuh [diakses pada 29 November 2016].

Lecours, A., 2008. Political Issues of Paradiplomacy: Lessons from the Developed World. Den Haag: Netherlands Institute of International Relations ‘Clingendael’.

Laporan Kegiatan: 8th Semarang Business Forum, 2008. Semarang: Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Semarang.

Seputar Semarang, n.d. Kawasan Industri Semarang. dalam http://seputarsemarang.com/tag/kawasan-industri/ [diakses pada 29 November 2016].

Setiadi, Rukuh, dan Samsul Ma'arif. 2009. "Pemetaan Isu dan Permasalahan Utama Pembangunan Kota Semarang dalam Penyelenggaraan Pemerintahan." Riptek 25-34.

Sergunin, A. & Joenniemi, P., 2014. Paradiplomacy as a Sustainable Development Strategy: The Case of Russia’s Arctic Subnational Actors. Eurasia Border Review, pp. 1-17.

Tavares, R., 2016. Paradiplomacy: Cities and States as Global Players. New York: Oxford University Press.

Thailand Convention and Exhibition Bureau, 2015. Introduction to MICE Industry. dalam http://msi.citu.tu.ac.th/uploads/news/file/20150820/en-bhlmprt01347.pdf [diakses pada 30 November 2016].

Van der Pluijm, Rogier & Jan Melissen, 2007. City Diplomacy: The Expanding Role of the Cities in International Politics. Hague: Netherlands Institute of International Relations.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Global & Strategis

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Global Strategis

Ruang Cakra Buana Catur Matra
C102 Gedung C FISIP Universitas Airlangga
Jl. Dharmawangsa Dalam Selatan, Surabaya 60286
jgs@journal.unair.ac.id

 

web
statistics 

Creative Commons License
Global Strategis journal is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Indexed by: