Hubungan Antara Konflik Peran Ganda dengan Psychological Well-Being pada Dokter Perempuan Berkeluarga yang Menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya

Yanti Fitria, Nalini Muhdi

= http://dx.doi.org/10.20473/jps.v6i1.19107
Abstract views = 660 times | downloads = 952 times

Abstract


Objektif :Residen perempuan berkeluargarentan mengalami konflik peran gandasebagai PPDS danibu, sehingga kesulitan mencapai psychological well-being (kesejahteraan psikologis) yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara konflik peran ganda dengan psychological wellbeing pada dokter perempuan berkeluarga yang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 di RSUDDr. Soetomo Surabaya, yang hasilnya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan program pendidikan.

Metode : Studi analitik observasional, cross-sectional. Sampel dari seluruh prodi PPDS-1 di RSUD dr. Soetomo Surabaya pada Oktober-November 2016. Total sampling, kriteria inklusi berupa PPDS-1 perempuan, tidak cuti, semester 3-5 di bagian, berstatus menikah dan mempunyai anak. Analisis data disajikan dalam tabel dan narasi.

Hasil : 104 subyek penelitiandari 20 prodi. Terdapat hubungan bermakna antara konflik peran ganda dengan psychological well-being (p=<0,0001; r=-0,387), pada subskala penerimaan diri, relasi positif dan pengendalian lingkungan. Konflik yang bersumber dari pekerjaan, mempunyai hubungan bermakna dengan psychological well-being pada subskala time (waktu), strains (ketegangan) dan behavior (perilaku), sedangkan yang bersumber dari keluarga, hanya pada subskala strains (ketegangan).

Simpulan : PPDS merupakan sumber konflik utama bagi residen perempuan berkeluarga, yang dapat menurunkan psychological well-being. Residen diharapkan meningkatkan kemampuan manajemen konflik. Kesiapan seluruh keluarga untuk menerima kondisi salah satu anggota keluarganya untuk menjadi PPDS harus diperhatikan.


Keywords


PPDS perempuan, berkeluarga, konflik peran ganda, psychological well-being.

Full Text:

PDF

References


Aslam R, Shumaila S, Azhar M, Sadaqat S. 2011. Work-Family Conflicts: Relationship between WorkLife Conflict and Employee Retention – A Comparative Study of Public and Private Sector

Employees. Interdisciplinary Journal of Research in Business, 1(2): 8-29.

Asra EM. 2012. Hubungan Antara Work-Family Conflict Dengan Prestasi Kerja Pada Perawat Wanita. Medan : Universitas Sumatera Utara.

Cohen JS et al. 2005. Well-being in residency training: a survey examining resident physician satisfaction both within and outside of residency training and mental health in Alberta. BMC Med Educ., 5: 21.doi: 10.1186/1472-6920-5-21

Djauzi S. 2015. Pendidikan Kedokteran di Indonesia (Kompas online). Diunduh dari http://print.kompas.com/2015/05/10/Pendidikan-kedokteran-di-Indonesia, tanggal 16 Juni 2016.

Fedakova D, Dobes M. 2014. Modelling the relationships between work-to-family conflict, work and family stressors and well-being. Individual and Society, 17(3):16-25.

Fub I et al. 2008. Working conditions and Work-Family Conflict in German hospital physicians: psychosocial and organisational predictors and consequences. BMC Public Health, 8:353. DOI:10.1186/1471-2458-8-353

Lu Y, Hu X-M, Huang X-L et al. 2016. Job satisfaction and associated factors among healthcare staff: a cross-sectional study in Guangdong Province, China. BMJ Open; 6:e011388. doi:10.1136/bmjopen2016-011388.

Mache S, Bernburg M, Vitzthum K, et al. 2015. Managing work–family conflict in the medical profession: working conditions and individual resources as related factors. BMJ Open; 5:e006871.

DOI:10.1136/bmjopen-2014-006871.

Putri IA, Soedibyo S. 2011. Tingkat Depresi Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak FK UI-RSCM dan Faktor-Faktor Yang Terkait. Sari Pediatri, 13 (1) : 70-8.

Putri PNA. 2016. Peran pola asuh autoritatif, efikasi diri, dan perilaku prososial terhadap kesejahteraan psikologis pada remaja akhir di Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Bali: UniversitasUdayana.

Rantanen J, Kinnunen U, Feldt T, Pulkinen L. 2008. Work-family conflict and psychological well-being: Stability and cross-lagged relations within one-and six-year follow-ups. Journal of Vocational

Behavior, 73: 37-51.

Ria R, 2012. Hubungan Antara Family Functioning Dan Psychological Well-Being Pada Ibu Dari Anak Autis Usia Kanak-Kanak Menengah. Depok: Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia.

Ryff CD. 2014. Psychological Well-Being Revisited: Advances in the Science and Practice of Eudaimonia. Psychother Psychosom, 83:10–28.

Supriatna U. 2012. Analisa Pengaruh Konflik Peran Ganda dan Kelelahan Kerja Terhadap Kinerja Perawat RSUD Pandeglang. Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.

Talamati BP. 2012. Hubungan Antara Trait Kepribadian Neuroticism Dengan Psychological WellBeing Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas Indonesia. Depok: Fakultas Psikologi, UI.

Triaryati N. 2003. Pengaruh Adaptasi Kebijakan Work-Family Issue Terhadap Absen dan Turnover. Jurnal Manajemen & Kewirausahaan, 5( 1): 85 - 96.

Wulandari. 2012. Hubungan Konflik Peran Ganda Dengan Stress Kerja Karyawan Wanita Di Pusat Administrasi Universitas Indonesia. Depok: Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, UI.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Yanti Fitria, Nalini Muhdi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

 View JPS Stats

INDEXED BY:

      

 

Jurnal Psikiatri Surabaya (e-ISSN: 2716-358X, p-ISSN: 2355-2409) is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.