Penatalaksanaan impaksi caninus permanen rahang atas dengan surgical exposure (The management of impacted permanent canine with surgical exposure)

Impacted surgical exposure orthodontic fixed appliance Impaksi exposure surgical alat ortodontik cekat

Authors

  • Syeh Brata Wijaya
    wsyekh@yahoo.com
    Department of Pediatric Dentistry, Faculty of Dentistry, Universitas Gajah Mada, Indonesia
  • Rinaldi Budi Utomo Department of Pediatric Dentistry, Faculty of Dentistry, Universitas Gajah Mada, Indonesia

Downloads

Background: Impacted tooth is often unidentified because there is no symptom. It is found when patient is examined by dentist. The maxillary canine should be retained for strength masticatory function, esthetics and child development. Purpose: The article was aimed to report treatment options of impacted canine in the 13 years old child. Case: Thirteen years-old girl came to the Universitas Gadjah Mada Dental Hospital with complaints of the upper right permanent canine had not erupted, with no history of pain. Periapical radiograph showed the impacted position of tooth #13 mesioangular. The shift sketch technique radiograph showed the impacted canine located at the palatal site. Case management: surgical exposure the upper right maxillary canine was done, followed by orthodontic treatment to direct tooth position into occlusal line. Fixed orthodontic appliance used was Roth bracket with straight wire technique. After surgery and orthodontic treatment, #13 was in normal occlusion. Conclusion: The surgical exposure followed by orthodontic treatment could be done successfully with special consideration to the patient’s age, the dental space, location of dental crowns, dental inclination, the apical root form of impacted tooth and patient cooperation.

Latar belakang: Terjadinya gigi impaksi biasanya diketahui setelah melakukan pemeriksaan ke dokter gigi karena jarang menimbulkan keluhan. Gigi caninus rahang atas sebaiknya dipertahankan untuk kekuatan fungsi pengunyahan, estetik dan tumbuh kembang anak. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk melaporkan perawatan impaksi gigi kaninus atas pada anak 13 tahun. Kasus: Anak perempuan usia 13 tahun datang ke Rumah sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada dengan keluhan gigi kaninus permanen kanan atas yang belum erupsi, tanpa ada riwayat sakit di area tersebut. Hasil radiografi periapikal menunjukkan posisi gigi #13 impaksi mesioangular. Hasil radiografi dengan teknik shift sketch menunjukkan gigi kaninus yang impaksi terletak di palatal. Tatalaksana kasus: Dilakukan perawatan exposure surgical pada gigi #13, dilanjutkan dengan perawatan ortodontik untuk menempatkan posisi gigi ke arah oklusal. Alat ortodontik cekat yang digunakan adalah braket Roth dengan teknik straight wire. setelah dilakukan tindakan bedah dan penarikan ortodontik, gigi #13 berada pada ruang yang telah disediakan dan sudah masuk pada posisi oklusi. Simpulan: surgical exposure yang dilanjutkan perawatan ortodontik dapat dilakukan dengan sukses dengan perhatian khusus pada usia pasien, ruang gigi, letak mahkota gigi, inklinasi gigi dan bentuk apeks akar gigi yang impaksi.

Most read articles by the same author(s)