Dominasi Finansial Waria Terhadap Hubungan Berpasangan

Dwiresnanda Danis Ade

= http://dx.doi.org/10.20473/mozaik.v19i1.10126
Abstract views = 99 times | views = 98 times

Abstract


Studi ini bertujuan untuk mengungkap peran ganda waria sebagai pencari nafkah, sekaligus istri yang dituntut untuk melayani pasangannya. Beberapa tahun belakangan ini, Kembang Kuning yang dahulunya merupakan tempat pemakaman milik Serdadu Belanda, yang kini menjadi tempat pemakaman umat Kristiani, menjadi tempat prostitusi bagi para pekerja seks yang berasal dari Dolly-Jarak dan juga Waria, yang membentuk sebuah komunitas tersendiri di kawasan tersebut. Waria yang beroperasi di daerah Kembang Kuning tergabung dalam suatu kelompok bernama komunitas CBO (Community Base Organization). Para Waria yang tergabung dalam kelompok ini berasal dari berbagai latar belakang bagaimana awalnya mereka menjadi Waria. Di komunitas ini peneliti berkenalan dengan Waria yang bernama Mbak Elis, Mbak Dona dan Mbak Sari, kisah hidup mereka cukup unik dibandingkan kisah hidup waria lainnya. Mereka mati-matian bekerja untuk menghidupi pasangannya dan dirinya sendiri, akan tetapi pasangannya tersebut yang notabene seorang laki-laki tulen malah tidak bekerja, atau lebih tepatnya tidak diperbolehkan bekerja. Menggunakan teori gender performativity atau gender performativitas yang dicetuskan oleh Judith Butler. Menilik dari pengambil alihan peran ganda tersebut, hipotesis yang diajukan ialah usaha dominasi finasial waria sebagai upaya untuk mempertahankan hubungan asmara yang diperolehnya. Temuan dalam penelitian ini adalah adanya fenomena penentuan jenis kelamin yang tidak sesuai dengan hasrat seksual yang merupakan hasil konvensi budaya yang mengkonstruksi jenis kelamin.

Keywords


gender, Kembang Kuning, performativity, representasi dominasi dan finansial, waria

Full Text:

PDF

References


Butler, J. 2006. Gender Trouble: Feminism and the Subversion of Identity. New York: Routledge.

Handayani, T. 2001. Konsep dan Teknik Penelitian Gender. Malang: UMM Press.

Karnanta, K. Y. 2015. “Counter Hegemony Spectacle Stereotip Waria dalam Industri Budaya pada Film Dokumenter Ngudal Piwulang Wandu.” Parafrase 15 (02):77-84.

Koeswinarno. 2004. Hidup sebagai Waria. Yogyakarta: Lkis.

Maimunah. 2012. “Fluiditas antara Maskulinitas dan Femininitas: Representasi Waria dalam Film Dokumenter dan Fiksi.” Atavisme 15 (1):1-14.

Moleong, L. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

Poerwandari, E. 1998. Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Psikologi. Jakarta: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Sandinata, A. 2013. “Konstruksi Sosial Waria tentang Dirinya: Studi pada Waria (Wanita-Pria) di Surabaya.” Surabaya: Universitas Airlangga.


Refbacks



Copyright (c) 2019 Dwiresnanda Danis Ade

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Flag Counter

Site Stats

View Mozaik Stats


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.