Selling Sacredness: Representation of Sedekah Gunung Ritual in Lencoh Village, Boyolali in New Media

Julianne Indah Rachmawati, Warto Warto, Titis Srimuda Pitana

= http://dx.doi.org/10.20473/mozaik.v18i2.10933
Abstract views = 484 times | downloads = 643 times

Abstract


Sedekah Gunung Ritual adalah upacara selametan yang menjadi tradisi masyarakat di Desa Lencoh, Selo, wilayah Boyolali. Ritual ini dilakukan sebagai ungkapan terima kasih dan meminta untuk dijauhkan dari bahaya terutama sejak meletusnya Gunung Merapi. Ritual sakral menjadi daya tarik wisata atau mengalami komodifikasi. Proses ini membutuhkan ruang media sehingga pesan, informasi, dan pengetahuan yang dikonstruksikan dapat diterima oleh audiens. Ada tiga masalah yang dibahas. (1) Bagaimana bentuk representasi ritual Sedekah Gunung? (2) Bagaimana fungsi representasi amal ritual? (3) Apa arti representasi gunung amal ritual? Metode yang digunakan
adalah analisis data kualitatif interpretatif dengan metode pengumpulan data observasi dan wawancara. Penelitian menunjukkan bahwa bentuk representasi ritual ritual Sedekah Gunung disajikan dalam berbagai artikel, berita, dan video di ruang media baru. Fungsinya adalah promosi pariwisata alternatif di wilayah Selo khususnya desa Lencoh, mengundang wisatawan, dan meningkatkan pendapatan ekonomi dari sektor pariwisata. Artinya adalah
konstruksi pengetahuan yang disebarluaskan sebagai daya tarik dalam konteks pariwisata alternatif untuk menarik wisatawan lokal dan asing. Pergeseran nilai-nilai ritual dari sakral ke komoditas.

Keywords


Desa Lencoh, komodifikasi, pariwisata alternatif, representasi, ritual Sedekah Gunung

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Julianne Indah Rachmawati, Warto Warto, Titis Srimuda Pitana

    

  

 

Free counters!

View Mozaik Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.