Pandangan Penutur Bahasa Jawa terhadap Cacar: Kajian Etnolinguistik

Ari Wulandari, Marsono Marsono, Suhandono Suhandono

= http://dx.doi.org/10.20473/mozaik.v18i1.9883
Abstract views = 1219 times | downloads = 5349 times

Abstract


Cacar merupakan salah satu penyakit dalam kehidupan orang Jawa. Cacar dianggap sebagai
penyakit alamiah. Penderita diisolasi selama pengobatan dan diberikan obat-obatan sesuai dengan
ramuan untuk obat cacar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan klasifikasi penyakit cacar dan
pengobatan tradisionalnya. Berdasarkan klasifikasi dan pengobatan tradisional terhadap cacar akan
diketahui cara pandang orang Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnolinguistik dengan
rancangan penelitian kualitatif. Istilah cacar yang dibahas sangat tergantung konteks cacar dalam
bahasa Jawa. Pengumpulan data dengan cara partisipasi observasi dan wawancara. Bahasa Jawa
memiliki setidaknya 13 leksikon cacar. Klasifikasi cacar dalam bahasa Jawa terdiri dari level 0 Unique
Beginner, level 1 Life Form, level 2 Generic, level 3 Specific, dan level 4 Varietal. Klasifikasi dan
pengobatan tradisional cacar oleh orang Jawa berasal dari pemikiran dan pandangannya. Orang Jawa
memandang cacar berhubungan dengan kehidupan dan kematian seseorang, menganggap cacar
sebagai masalah semua kalangan, nama cacar sesuai dengan cirinya agar mudah diingat, sakit bukan
hal yang perlu dikeluhkan, dan setiap penyakit selalu ada obatnya. Hal itu disebabkan oleh karakter
orang Jawa yang prêmati „teliti‟, tanggon „teguh‟, wêgig „mampu mengatasi masalah‟, mugên
„berkonsentrasi‟, mumpuni „menguasai berbagai hal‟, dan adaptif atau terbuka terhadap hal-hal baru.


Keywords


cacar, pandangan masyarakat, karakter, klasifikasi, pengobatan tradisional

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Ari Wulandari, Marsono Marsono, Suhandono Suhandono

    

  

 

Free counters!

View Mozaik Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.