Studi Retrospektif: Sifilis Laten

Bernadya Yogatri Anjuwita Saputri, Dwi Murtiastutik

= http://dx.doi.org/10.20473/bikkk.V31.1.2019.46-54
Abstract views = 131 times | views = 331 times

Abstract


Latar Belakang: Sifilis laten merupakan stadium sifilis tanpa gejala klinis namun menunujukkan hasil pemeriksaan serologis yang reaktif. Sifilis laten merupakan stadium yang asimtomatik dan tidak didapat adanya gejala-gejala sifilis primer ataupun sekunder. Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil uji serologi treponemal dan non treponemall yang reaktif. Tujuan: Mengevaluasi angka kejadian dan penatalaksanaan pasien baru sifilis laten. Metode: Penelitian ini adalah studi deskriptif retrospektif. Data berasal dari rekam medis pasien baru sifilis laten di Divisi Infeksi Menular Seksual (IMS) Unit Rawat Jalan (URJ) Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode tahun 2009-2017. Hasil: Selama tahun 2009-2017, didapatkan 37 pasien baru sifilis laten. Pasien terbanyak berusia 26-35 tahun, mayoritas adalah pria dan berstatus menikah. Berdasarkan anamnesis, sebesar 64,9% pasien sifilis laten datang berobat tanpa keluhan dengan membawa hasil laboratorium serologi sifilis yang reaktif. Hasil pemeriksaan penunjang, sebesar 32,4% pasien baru sifilis laten menunjukkan nilai titer VDRL 1:4 dan sebanyak 21,6% pasien baru sifilis laten menunjukkan hasil serologi treponemal TPHA 1:640. Sifilis laten lanjut merupakan diagnosis terbanyak sebesar 75,8%. Sekitar 62,2% pasien sifilis laten mendapat terapi dan 56,5 % pasien dari pasien tersebut mendapat terapi injeksi Benzatin Penisilin G. Simpulan: Penegakan diagnosis sifilis laten dilakukan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan serologi. Sifilis laten sebagian besar ditatalaksana dengan injeksi Benzatin Penisilin G sebagai terapi pilihan pertama dari berbagai rekomendasi. Evaluasi hasil serologi non treponemal setelah terapi didapatkan yang paling banyak adalah pasien melakukan kunjungan ulang pada bulan ke 3 sebanyak 9 orang dengan penurunan titer dari 1: 4 menjadi 1:2 sebanyak 4 pasien.


Keywords


sifilis laten; serologi sifilis;

Full Text:

PDF

References


Meredith E, Clemen MD, Lance N, Charles B, Hicks. Treatment of syphilis a systematic Review. JAMA 2009; 312:1905–17.

Wong T, Singh E, De P. Characteristics of primary and late latent syphilis cases which were initially non-reactive with the rapid plasma reagin as the screening test. Int J STD & AIDS 2008;18:464-8.

Romawi R. Sifilis laten: diagnosis dan pengobatan. Glob Med Heal Commun 2013;1: 79–86.

Castro R, Prieto E, Manata MJ, Botas J, Santo I, Azevedo J, et al. Detection of treponema pallidum sp pallidum DNA in latent syphilis. Int J STD AIDS 2009;18(12): 842-5.

Hook EW. Syphilis. Lancet 2017; 389: 1550–7.

Liu A, Zang W, Yuan L, Chai Y, Wang S. Latent syphilis among patients in an Urban Area of China. Glob J Health Sci 2014;7(3):249–53.

Peeling RW, Mabey D, Kamb ML, Chen X, Benzaken AS. Syphilis. Nat Rev Dis Primers 2017; 3:17073.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman tata laksana sifilis untuk pengendalian sifilis di layanan kesehatan dasar. Kemeentrian Kesehatan RI 2013.

Centers for Disease Control and Prevention MMWR. Syphilis In: Sexualy Transmitted Disease Treatment Guidelines, 2015. United State: Departement of Health and Human Service, Atlanta; 2015.

Okonko IO, Sunday A, Adewale OG, Amande JT, Babalola ET, Abubakar MJ. Prevalence of treponema pallidum specific antibodies among sexually active attendees of Fereprod Medical Centre in Abuja , Nigeria. J Appl Biosci 2010; 1: 21731–5.

Klein J, Mclaud M, Rogers D. Syphilis on the rise: Diagnosis, treatment, and prevention. TJNP J Nurse Pract 2013; 11(1): 49–55.

Vora M. Latent Syphilis. J Med Surg 2013;12(4):195-8.

Sparling PF. Natural history of syphilis In: Holmes KK, Sparling PF, Stamm W, Piot P, editors. Sexually Transmitted Diseases. New York: McGraw-Hill.p 661-99.

Katz KA. Syphilis In: Goldsmith LA, Katz SI, Gilcherst BA, Paller AS, Leffell DJ, Wolff K, editors. Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. 8th ed. New York: McGraw-Hill; 2012. p. 2471–92.

Morshed MG, Singh E. Recent trends in the serologic diagnosis of syphilis. Clin Vaccine imunol 2015; 22:137–47.

Ratnam S. The laboratory diagnosis of syphilis. Can J Infect Dis Med microbiol 2005;16:45–51.

Soreng K, Levy R, Fakile Y. Serologic testing for syphilis: benefits and challenges of a reverse algorithm. Clin Microbiol Newsl 2009;3:195–202.

Johnson SC. Diagnostic tests for syphilis: New tests and new algorithm. Neurol Clin Pract 2009;4: 114-22.

Singh AE, Wong T. Characteristics of primary and late latent syphilis cases which were initially non-reactive with the rapid plasma reagin as the screening test. Int J STD AIDS 2008; 19(7) 464–8.

Barnett CW, Barnett CW. Diagnosis and treatment of latent syphilis. Postgraduate Medicine 2017; 15(5):472-6.

French P, Patel R. 2009 European guideline on the management of syphilis. J Eur Acad Dermatol Venereol 2009;28:1581–93.

Janier M, Hegyi V, Dupin N, Unemo M, Tiplica GS, Poto M. 2014 European guideline on the management of syphilis. J Eur Acad Dermatol Venereol 2014 Dec; 28; 1581-93

JD stratigos, Katoulis AC, Hasapi V,Stratigos AJ, Arvanitis A, Vounatsou M. An epidemiological study of syphilis incognito, an emerging public health problem in Greece. Arch Dermatol 2010;137:157-60.

Isikgoz M,Pullukcu H, Senol S, Yamazhan T, Kidak L, Gokengin D. Review of syphilis patient record in Izmir state veneral disease from 1994 to 2004. Turk J Med Sci. 2010:38 181-6.

Luo Z, Zhu L, Ding Y, Yuan J, Li W, Wu Q, et al. Factors associated with syphilis treatment failure and reinfection : a longitudinal cohort study in Shenzhen,China.BMC Infect Dis 2017;17:1–5.

Murtiastutik D. Sifilis In Murtiastutuk D,editor. Buku ajar infeksi menular seksual. Surabaya: Airlangga university press 2008. p136-48.

Daili SF, Nilasari H, Indriatmi W, Zubier F, Romawi R, Pudjiati SR. Infeksi Menular Seksual. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 2017:111.

Kingston M, French P, Higgins S, Mcquillan O, Sukthankar A, Stott C, et al. UK national guidelines on the management of syphilis 2015. Int J STD AIDS 2016;27: 1–26.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.

View My Stats