Studi Retrospektif: Vaginosis Bakterial

Agustina Tri Pujiastuti, Dwi Murtiastutik

= http://dx.doi.org/10.20473/bikkk.V26.2.2014.1-7
Abstract views = 506 times | views = 6336 times

Abstract


Latar belakang: Vaginosis bakterial (VB) adalah sindrom klinis akibat pergantian Lactobacillus spp. penghasil hidrogen peroksidase (HO) dalam vagina normal dengan bakteri anaerob konsentrasi tinggi, Gardnerella vaginalis dan Mycoplasma 22hominis. VB merupakan penyebab keluhan duh tubuh vagina dan keputihan berbau, namun 50% pasien VB tidak memberikan gejala apapun. Tujuan: Mengevaluasi gambaran umum kasus baru VB di Divisi Infeksi Menular Seksual (IMS) Unit Rawat Jalan (URJ) Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode tahun 2007-2011. Metode: Penelitian dilakukan secara retrospektif dengan melihat catatan medik kasus baru VB yang meliputi data dasar, anamesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Hasil: Jumlah kasus baru VB adalah 35 pasien dari 33.201 (0,1%) kunjungan baru URJ Kesehatan Kulit dan kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dengan kelompok usia terbanyak 25-44 tahun sebesar 26 (74,3%) pasien dan 31 pasien (88,6%) sudah menikah. Keluhan utama terbanyak berupa duh tubuh vagina tanpa keluhan subjektif yaitu sebanyak 16 (45,7%) pasien. Duh tubuh vagina terbanyak berbentuk serosa pada 25 (71,4%) pasien. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan clue cell pada 100% kasus. Obat yang paling banyak diberikan berupa metronidazol. Simpulan: Gambaran umum kasus baru VB di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan insidensi kecil, sebagian besar pada kelompok usia seksual aktif dan keluhan utama terbanyak yaitu duh tubuh vagina tanpa disertai keluhan subjektif lainnya.

Kata kunci: vaginosis bakterial, keputihan, bau, clue cell.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.

View My Stats