Optimalisasi Peran Guru SD dalam Perspektif Kebijakan Kurikulum Pembelajaran Mandiri
Downloads
Kebijakan Kurikulum Mandiri Belajar merupakan tawaran dalam merekonstruksi sistem pendidikan nasional, dengan menata ulang sistem pendidikan guna menyongsong kemajuan perubahan dan kemajuan bangsa yang menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan optimalisasi peran guru sekolah dasar dalam perspektif kebijakan Kurikulum Mandiri Belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Hasil penelitian ini menggambarkan peran utama guru adalah membantu siswa dalam proses pengembangan diri serta mengoptimalkan bakat dan kemampuannya. Selain itu guru memegang peranan penting dalam pengelolaan kelas, salah satunya guru berperan sebagai fasilitator yang memfasilitasi siswa dalam pembelajaran agar kegiatan pembelajaran dapat tercapai. Seorang guru juga harus menjadi teladan yang baik bagi siswanya, memberikan dorongan untuk belajar dan dapat membangkitkan minat belajar siswa serta mengoptimalkan perspektif kebijakan Kurikulum Mandiri Belajar. menyimpulkan bahwa untuk mengoptimalkan peran guru SD dalam perspektif kebijakan Kurikulum Belajar Mandiri diperlukan berbagai unsur peran, antara lain sebagai berikut: 1.) Guru sebagai ukuran kognitif; 2.) Guru sebagai agen moral dan politik; 3.) Guru sebagai inovator; 4.) Guru memainkan peran kooperatif.
Ahmad, F. (2015) Pemikiran KH. Ahmad Dahlan tentang Pendidikan dan Implementasinya di SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta tahun 2014/2015. Profetika 16(2).
Akhyak., Idrus, M. & Bakar, Y. A. (2013) Implementation of Teachers Pedagogy Competenceto Optimizing Learners Development in Public Primary School in Indonesia. International Journal of Education and Research 1(9): 1-10.
Bahtilla, M. & Hui, X. (2020) The Principal as a Curriculum-Instructional Leader: A Strategy for Curriculum Implementation in Cameroon Secondary Schools. International Journal of Education and Research 8(4).
Borup, J., Chambers, C. B., & Stimson, R. (2019) Online Teacher and On-Site Facilitator Perceptions of Parental Engagement at a Supplemental Virtual High School. The International Review of Research in Open and Distributed Learning, 20(2).
Clarke, S. & O'Donoghue, T. (2017) Educational Leadership and Context: A Rendering of an Inseparable Relationship. British Journal of Educational Studies 65(2): 167-182.
Gurer, C. (2019) Refugee Perspectives on Integration in Germany. American Journal of Qualitative Research 3(2): 52-70.
Ha, C. & Lee, S. Y. (2019) Elementary Teachers' Beliefs and Perspectives Related to Smart Learning in South Korea. Smart Learning Environments 6(3): 1-15.
Iwinsah, R. (2020) Menakar Konsep "Merdeka Belajar”, Intens.News. Available at: https://intens.news/menakar-konsep-merdeka-belajar/.
Karataş, K. & Oral, B. (2015) Teachers' Perceptions on Culturally Responsiveness in Education. Journal of Ethnic and Cultural Studies 2(2): 47-57.
Kaup, S., Jain, R., Shivalli, S., Pandey, S. & Kaup, S. (2020) Sustaining Academics during COVID-19 Pandemic: The Role of Online Teaching-Learning. Indian Journal of Ophthalmology 68(6): 12-20.
Khairuddin, A. Z., Razak, A., A., Idrus, F. & Ismail, N. A. H. (2019) Challenges of Offering Peace Education among Educational Leaders: A Case Study of Malaysian Public Primary School. American Journal of Qualitative Research 3(1): 57-71.
Makhshun, T. (2020) Merdeka Belajar dan Implikasinya. Makalah Ilmiah. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Makovec, D. (2018) The Teacher's Role and Professional Development. International Journal of Cognitive Research in Science, Engineering and Education 6(2): 33-45.
Manik, H., Sihite, A. C. B., Sianturi, F., Panjaitan, S. & Hutauruk, A. J. B. (2022) Tantangan Menjadi Guru Matematika dengan Merdeka Belajar di Masa Pandemi Omicron Covid19. EDUMASPUL: Jurnal Pendidikan 6(1): 328-332.
Mwanzia, R. M. & Mwangi, S. N. (2016) Reconstructionist Analysis on the Relevance of Secondary School Learning Opportunities in Promoting National Cohesion Among Students in Machakos Town Sub-County, Kenya. Journal of Education and Practice 7(32): 216-222.
Patton, M. Q. (2014) Qualitative Research & Evaluation Methods: Integrating Theory and Practice. SAGE Publications.
Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. [in Indonesian]
Rasmitadila., Aliyyah, R. R., Samsudin, A., Syaodih, E., Nurtanto, M. & Tambunan, A. R. S. (2020) The Perceptions of Primary School Teachers of Online Learning during the COVID-19 Pandemic Period: A Case Study in Indonesia. Journal of Ethnic and Cultural Studies 7(2): 90-109.
Rasmitadila, R., Widyasari, W., Humaira, M. A., Tambunan, A. R. S., Rachmadtullah, R. &
Samsudin, A. (2020) Using Blended Learning Approach (BLA) in Inclusive Education Course: A Study Investigating Teacher Students' Perception. International Journal of Emerging Technologies in Learning (IJET) 15(2): 72-85.
Rosyidi, U. (2020) Merdeka Belajar: Aplikasinya dalam Manajemen Pendidikan & Pembelajaran di Sekolah. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta.
Sanjaya, W. (2010) Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Kencana.
Sardiman, A. M. (2011) Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Strauch, C. C. & Al Omar, M. J. (2014) Critical Analysis of Learning Theories and Ideologies and Their Impact on Learning: "Review Article”. The Online Journal of Counselling and Education 3(2): 62-77.
Suyanto. (2013) Menjadi Guru Profesional, Jakarta: Erlangga.
Susetyo. (2020) Permasalahan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu. E-journal UNIB: 29-43.
Trianto. (2010) Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 40 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. [in Indonesian].
Uno, H. B. (2011) Profesi Kependidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Wang, Y. & Zhang, N. (2021) The Optimization of Classroom Teaching in Colleges and Universities Based on Network Topology. Hindawi: Scientific Programming: 1-14.
Yamin, M. & Syahrir. (2020) Pembangunan Pendidikan Merdeka Belajar: Telaah Metode Pembelajaran. Jurnal Ilmiah Mandala Education 6(1): 126-136.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All articles submitted by the author and published in the Jejaring Administrasi Publik are fully copyrighted to their authors under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. The formal legal aspect of journal publication accessibility refers to the Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA).
The Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA) license allows for the redistribution and reuse of licensed works provided that the creator is given appropriate credit and that any derivative work is available under a "same, similar, or compatible license". In addition to the above provisions, the editorial board is not responsible for copyright infringement.