Kolaborasi Quadruple Helix: Pengembangan Eduwisata Semaggot (Sekaran Edukasi Maggot) berbasis potensi Desa
Downloads
Pengembangan eduwisata maggot memerlukan kerjasama banyak pihak untuk dilakukan. Konsep Kolaborasi antar sektor (pemerintah, akademisi, bisnis, masyarakat) menjadi kunci dalam menggerakkan kreatifitas dan inovasi pengembangan eduwisata. Kolaborasi yang ideal adalah menghasilkan interaksi yang setara dan saling berbagi pengetahuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik penelitian dilakukan dengan wawancara, Forum Grup Discussion studi dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian ini diperoleh bentuk kerjasama kolaboratif antar elemen Quadruple Helix di desa Sekaran dalam pengembangan eduwisata maggot. Model empat helix ini dinilai efektif karena memberi ruang yang seimbang kepada seluruh stakeholder yang ada, terutama masyarakat yang seringkali hanya diposisikan sebagai obyek. Melalui model ini, selain menciptakan inovasi konsep wisata edukasi, diharapkan juga dapat memaksimalkan potensi desa yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat desa.
Baum, T., & Szivas, E. (2008). HRD in tourism: A role for government? Tourism management 29(4): 783-794.
Dwiyanto, Agus. (2011) Manajemen Pelayanan Publik: Peduli, Inklusif, dan Kolaboratif. Yogyakarta: Gadjahmada University Press. hal. 251
Fajar, D. A., Susanto, S., & Sidqi, M. F. (2021) Pendampingan Wisata Pendidikan (EduWisata) Untuk Peningkatan Kualitas Pemandu Wisata Berbasis Pendidikan Karakter dan Kearifan Lokal Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan Paska Pandemi Covid19. In Prosiding Seminar Nasional Unimus (Vol. 4).
Ireland, F. (2005) A human resource development strategy for Irish tourism: competing through people. Failte Ireland, Dublin.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014) Qualitative data analysis: A methods sourcebook.
Neuman, W. L., & Robson, K. (2014) Basics of social research. Toronto: Pearson Canada.
Oscar. A, Monterino, S., & Thomson, M. (2010) A growth model for the quadruple helix innovation theory. Journal of Business Economics & Management
Rahayu, Sri. (2013) "The Quadruple Helix Model (Universities, Academic, Entreprises, Government and Community) Sebagai Model Ideal Untuk Sistem Inovasi Lokal Efektif Terkait Penanggulangan Kemiskinan di Negara Bekembang”, Pusat Penelitian Perkembangan Iptek-LIPI, 2013.
Robertson, P. J., & Choi, T. (2010) Ecological governance: Organizing principles for an emerging era. Public administration review, 70, s89-s99.
Romala, F. M. T., Musyawaroh, M., & Nugroho, P. S. (2020) Penerapan konsep eduwisata pada pusat pengolahan sampah putri cempo. Senthong, 3(2).
Sofhani, T. F., & Nurrahma, V. (2016) Pengembangan Wilayah Berbasis Quadruple Helix: Analisis Jaringan Antar Aktor Dalam Pengembangan Industri Kreatif Cimahi. Tidak untuk disalin.
Subarsono, Agustinus. (2016) Kebijakan Publik dan Pemerintahan Kolaboratif Isu-Isu Kontemporer. Yogyakarta: Penerbit Gava Media. Hal. 177

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All articles submitted by the author and published in the Jejaring Administrasi Publik are fully copyrighted to their authors under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. The formal legal aspect of journal publication accessibility refers to the Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA).
The Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA) license allows for the redistribution and reuse of licensed works provided that the creator is given appropriate credit and that any derivative work is available under a "same, similar, or compatible license". In addition to the above provisions, the editorial board is not responsible for copyright infringement.