Perilaku Pengguna Hijab dalam Mengatasi Masalah Rambut

Dwi Lukita Sari, Yenni Desilia Indahsari, Lukluk Afifatul Umroh, Hadi Nur Romadlon, Lisa Tri Agustin, Dias Putri Wardanasari, Septiani Septiani, Rama Syailendra Hadi, Ni Made Krisantina Shandra, Vindia Khendy Aksandra, Andi Hermansyah

= http://dx.doi.org/10.20473/jfiki.v5i22018.93-98
Abstract views = 543 times | downloads = 1204 times

Abstract


Pendahuluan: Salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan rambut adalah penggunaan jilbab. Penggunaan jilbab berpotensi memicu terjadinya masalah rambut jika rambut tidak dirawat dengan benar. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku pengguna jilbab dalam mengatasi permasalahan rambut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel accidental dan target sampel mahasiswi berjilbab di kampus B Universitas Airlangga Surabaya. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan program SPSS (Statistical Product for Social Sciences). Seratus orang responden berpartisipasi pada penelitian ini. Hasil: Responden dengan usia 18 tahun merupakan responden dengan jumlah terbesar yaitu sebanyak 31% dan mengalami permasalahan rambut paling banyak yaitu rambut rontok. Menariknya sebanyak 55% responden masih jarang untuk menggunakan produk perawatan rambut secara teratur termasuk vitamin dan conditioner. Mayoritas responden tidak mengetahui kandungan produk rambut dan/atau produk antiketombe yang mereka gunakan. Bahkan secara umum, responden tidak mengetahui produk yang benar untuk mengatasi permasalahan rambut. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa responden telah mengetahui cara mengatasi permasalahan rambut namun belum diterapkan dalam tindakan yang rutin dan benar.

Keywords


perilaku, jilbab, kesehatan rambut

Full Text:

PDF

References


Angendari, M. D. (2012). Rambut Indah dan Cantik dengan Kosmetika Tradisional. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan; 9; 25-36.

CNN. (2018). Generasi Millennial Rentan Alami Kerontokan Rambut by CNN. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180305134729-255-280575/generasi-millennial-rentan-alami-kerontokan-rambut. Accessed: 29 November 2018.

Dadang, H. (1996). Al Qur’an Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa. Jakarta: PT Dana Bakti Prima Yasa.

Fadhila, N. (2016). Prevalensi dan Faktor Risiko Terjadinya Ketombe pada Wanita Berjilbab. Skripsi; Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang.

Horev, L. (2004). Exogenous Factors in Hair Disorders. Exogenous Dermatology; 3; 237–45.

Lixandru, M. (2017). Damaged Hair: Causes, Symptoms, and Treatment by Nature Word. https://www.natureword.com/damaged-haircauses-symptoms-and-treatment/. Accessed 1 September 2017.

Ni’mah, S. Z. (2011). Hubungan Penggunaan Jilbab dengan Kejadian Ketombe pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran UNS. Skripsi; Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sebelas Maret, Solo.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktek Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Pinuji, S. (2009). Dari Alam untuk Kecantikan Sempurna. Yogyakarta: Oryza.

Messenger, A. G. & Rundegren, J. (2004). Minoxidil: Mechanism of Action on Hair Growth. British Journal of Dermatology; 150; 186-194.

Shapiro, J. (2002). Hair Loss: Principles of Diagnosis and Management of Alopecia. UK: Martin Dunitz.

Siregar, H. (2010). Makin Sehat dengan Berjilbab. Yogyakarta: Pro-U Media.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA

View JFIKI Stats

                

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License