SURVEI FAKTOR PENYEBAB PEROKOK REMAJA MEMPERTAHANKAN PERILAKU MEROKOK

Fitri Almaidah, Saarah Khairunnisa, Intan Purnama Sari, Chaza Deidora Chrisna, Anisa Firdaus, Zakiyatul Hurroh Kamiliya, Ni Putu Williantari, Achmad Naufal Maulana Akbar, Luh Putu Ariyani Pratiwi, Kiki Nurhasanah, Hanni Prihhastuti Puspitasari

= http://dx.doi.org/10.20473/jfk.v8i1.21931
Abstract views = 1419 times | downloads = 3057 times

Abstract


Jawa Timur menempati peringkat ke-16 se-Indonesia dengan tingkat perokok usia remaja yang cukup tinggi. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi alasan remaja di Surabaya berusia 15-19 tahun mempertahankan perilaku merokok. Metode yang digunakan adalah observasional cross sectional dengan accidental sampling dan dianalisis menggunakan program SPSS. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner berisi tentang pengalaman perilaku merokok, pengetahuan bahaya merokok, sikap mempertahankan merokok dan perilaku setelah mengetahui bahaya merokok. Sejumlah 103 remaja berpartisipasi dalam penelitian ini yaitu remaja yang masih merokok sampai saat ini (80,6%) maupun yang pernah merokok (19,4%). Sumber pengaruh terbesar remaja mencoba merokok berasal dari teman (62,65%). Bahaya merokok yang paling banyak diketahui adalah kanker paru (87,4%). Informasi ini paling banyak diketahui dari bungkus rokok (60,2%). Sebagian besar responden telah mengetahui bahaya merokok, tetapi tetap mempertahankan sikap merokok (62,2%). Hal ini dipengaruhi oleh aspek psikologi seperti dapat melepaskan stress (69,9%) dan merasa tenang ketika merokok (69,0%). Perilaku merokok dipertahankan untuk memenuhi kepuasan pribadi.


Keywords


merokok, mempertahankan, perokok, remaja, Surabaya

Full Text:

PDF

References


Aldani, NA, Usman, S, Tahlil, T 2016, ‘Pengaruh peringatan visual pada bungkus rokok terhadap perilaku merokok pada siswa SMA’, Jurnal Ilmu Keperawatan, 392), 1-9.

Anwar, F 2019, Merokok Disebut Peneliti Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Stroke Berulang (viewed 6 September 2019), https://health.detik.com/beritadetikhealth/d-4556274/merokok-disebut-peneliti-bisa-tingkatkan-risiko-serangan-stroke-berulang.

Badan Pusat Statistik Indonesia 2018, Profil Generasi Milenial Indonesia. Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta.

Brigham, JC 1991, Social Psychology, Haper Collins Publisher, New York.

Centers for Disease Control and Prevention 2019, Health Effect of Cigarette Smoking (viewed 6 September 2019), https://www.cdc.gov/tobacco/data_statistics/fact_sheets/health_effects/effects_cig_smoking.

Drope, J, Neil, W 2018, The Tobacco Atlas, 6th edition, The American Corner Society, Atlanta.

Haryono 2007, ‘Hubungan Antara Ketergantungan Merokok Dengan Percaya Diri Pada Siswa SMAN 2 Blitar’ Skripsi, Universitas Negeri Malang.

InfoDatin 2015, Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.

Jaya, M 2009, Pembunuh Berbahaya Itu Bernama Rokok, Riz’ma, Yogyakarta.

Kemenkes RI 2013, Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan Pada Kemasan Produk Tembakau. Kemenkes RI, Jakarta.

Kemenkes RI 2017, GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), Warta Kesmas, Jakarta.

Kemenkes RI 2018, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Kemenkes RI, Jakarta.

Komasari, D, Helmi, AF 2000, ‘Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Merokok pada Remaja’, Jurnal Psikologi, 1, pp. 37-47.

Marcia, JE, Waterman AS, Matteson, DR, Archer, SL, Orlofsky, JL 1993, Ego Identity: A Handbook for Psichological Research, Springer-Verlag, New York.

Melda, S 2017, ‘Faktor-faktor penyebab remaja merokok (studi kasus remaja laki-laki di Kelurahan Karang Asam Ulu Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda)’, Journal Sosiatri-Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman, 5(4), pp. 102-116.

Notoatmodjo, S 2012, Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan, Edisi Revisi, PT Rineka Cipt, Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia 2012, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan (viewed 15 Oktober 2019), https://sipuu.setkab.go.id/PUUdoc/173643/PP1092012.pdf.

Purwadi 2004, ‘Proses pembentukan identitas remaja’, Humanities: Indonesia Psychologycal Journal, 1(1), pp. 43-52.

Rochayati, AS, Hidayat, E 2015, ‘Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok remaja di sekolah menengah kejuruan Kabupaten Kuningan’, Jurnal Keperawatan Soedirman, 1(10), pp. 1-11.

Santrock, JW 2003, Adolescence: Perkembangan Remaja, 6th Ed, McGraw Hill College, New York.

Scragg, R 2002, ‘Cigarette smoking, pocket money and socioeconomic status : results from a national survey of 4th from students in 2000’ The New Zealand Medical Journal, 115(1158), pp. 1-8.

Sugiyono 2009, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Alfabeta, Bandung.

Sutha, DW 2016, ‘Analisis lingkungan sosial terhadap perilaku merokok di kecamatan pangarengan Kabupaten Sampang Madura’, Jurnal Manajemen Kesehatan STIKES Yayasan RS. Dr. Soetomo, 2(1), 43-59.

Toro, PW 2012, ‘Empati yang menyembuhkan’ Majalah Psikologi Plus, 7(4), pp. 183-188.

WHO 2011, Global Adult Tobacco Survey (GATS) Indonesia Report 2011 (viewed 3 September 2019), https://www.who.int/tobacco/surveillance/survey/gats/indonesia/en/.

WHO 2019, ‘Tobacco’ (viewed 6 September 2019), https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/tobacco.

Wijayanti, E, Dewi, C, Rifqatussa’adah 2017, ‘Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pada Remaja Kampung Bojong Rawalele, Jatimakmur, Bekasi’, Global Medical and Health Communication, 5(3), pp. 194-198.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Farmasi Komunitas (JFK) by Unair is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats