Budaya dan Pembangunan Ekonomi di Jepang, Korea Selatan dan China

Citra Hennida, Reza Akbar Felayati, Sri Harini Wijayanti, Alfionita Rizky Perdana

= http://dx.doi.org/10.20473/jgs.10.2.2016.248-263
Abstract views = 783 times | views = 1541 times

Abstract


Berbeda dengan pembangunan di Barat yang lebih menekankan fitur-fitur penghargaan terhadap individu sebagai pendorong inovasi, keberhasilan pembangunan di Jepang, Korea Selatan dan China lebih merupakan dorongan kombinasi antara fitur penghargaan individu dengan budaya lokal Konfusian. Sistem nilai yang ada dalam lembaga-lembaga di tiga negara Asia tersebut menyediakan nilai-nilai Konfusian. Artikel ini berargumen bahwa proses kombinasi kebudayaan ini terjadi melalui dorongan sejarah peristiwa humiliationdimana budaya lokal dan budaya pendatang mengalami proses seleksi sebelum diserap. Dengan melakukan identifikasi proses humiliation pada sejarah Jepang, Korea Selatan, dan China ditemukan fitur-fitur budaya baruseperti fukoku kyohei, wakon yosai, datsua nyuo, bunmei yang hadir di Jepang; han, family law dan hallyu di Korea Selatan, dan pragmatisme, sosialisme ala China dan neo-konfusianisme di China.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Global & Strategis

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Global Strategis

Ruang Cakra Buana Catur Matra
C102 Gedung C FISIP Universitas Airlangga
Jl. Dharmawangsa Dalam Selatan, Surabaya 60286
jgs@journal.unair.ac.id

 

web
statistics 

Creative Commons License
Global Strategis journal is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Indexed by: