Memahami Peningkatan Kehadiran China di Pasifik Selatan: Perspektif Realisme Stratejik

Vinsensio MA Dugis

= http://dx.doi.org/10.20473/jgs.9.1.2015.1-18
Abstract views = 250 times | views = 729 times

Abstract


Meningkatnya kehadiran China di Pasifik Selatan menarik perhatian.
Peningkatannya di kawasan yang dianggap sebagai ‘western lake’, secara
ekonomi tidak prospektif dan secara politis tidak stabil, telah menimbulkan
berbagai pertanyaan. Benarkah sementara Barat menggunakan hard power,
China menarik perhatian dengan soft powernya? Peningkatan kehadiran
China menimbulkan spekulasi bahwa China adalah hegemon baru. Penulis
berargumen bahwa Pasifik Selatan bukan pusat perhatian baru bagi China,
dan China bukanlah pemain baru di sana. China adalah aktor global dengan
agenda strategis yang dibangunnya di masa lalu dan diperkuatnya ketika
wilayah ini ditinggalkan kekuatan-kekuatan tradisionalnya. Menggunakan
perspektif realisme stratejik, kehadiran China di Pasifik adalah menyiasatai
pluralitas global dalam rangka mengambil peluang strategis. perspektif ini
memberi nuansa baru dalam memahami hubungan internasional di Pasifik
Selatan.

Keywords


China, Pasifik Selatan, pluralitas global, realisme stratejik, strategi

Full Text:

PDF

References


Buku

Goldstein, A., 2005. Rising to the Challenge: China’s Grand Strategy.

Stanford: Stanford University Press.

Ghemawat, Pankaj, 2007. Redefining Global Strategy: Crossing

Borders in a World here Differences Still Matter. Boston: Harvard

Business School Press.

Mearsheimer, John J., 2001. The Tragedy of Great Power Politics. New

York: Norton.

E-book

Husenicová, Lucia. 2012, The China Threat Theory Revisited: Chinese

Changing Society and Future Development, In: Majer, M. –

Ondrejcsák, R. – Tarasovič, V. (eds.): Panorama of global security

environment 2012. Bratislava: CENAA, pp. 553-565.

http://cenaa.org/analysis/the-china-threat-theory-revisitedchinese-

changing-society-and-future-development/ [Diakses 10

April 2015].

Artikel Jurnal

Waltz, Kenneth. 2000. “Structural Realism after the Cold War”.

International Security, 25, (1) :5–41.

Bustelo, Pablo. 2005. “China’s Emergence: Threat or ‘Peaceful

Rise’?”Area: Asia-Pacific - ARI Nº 135/2005 (Diterjemahkan dari

bahasa Spanyol). Madrid, Elcano Royal Institute, Madrid’s

Complutense University

Brady, Anne-Marie. 2008. “New Zealand-China Relations: Common

Points and Differences”. New Zealand Journal of Asian Studies, 10

(2): 1-20.

Henderson, John & Reilly, Benjamin, 2003. “Dragon in Paradise:

China's Rising Star in Oceania”. The National Interest, 72: 94-104.

Henderson, John. 2001. “China, Taiwan, and the Changing Strategic

Significance of Oceania”. Revue Juridique Polynesienne, 1 (1): 143-

Hill, Mattew. 2010. “Chessboard of ‘Political Bazaar’ Revisiting Beijing,

Canberra and Wellington’s Engagement with the South Pacific”.

Security Challenges, 6 (3): 41-58.

Keane, John. 2002. “Cosmocracy, A global system of governance or

anarchy?”. New Economy, 9 (2): 65-70.

Mearsheimer, John J., 1993. “Back to the Future: Instability in Europe

After the Cold War”. International Security, 15 (1): 13.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Global & Strategis

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Global Strategis

Ruang Cakra Buana Catur Matra
C102 Gedung C FISIP Universitas Airlangga
Jl. Dharmawangsa Dalam Selatan, Surabaya 60286
jgs@journal.unair.ac.id

 

web
statistics 

Creative Commons License
Global Strategis journal is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Indexed by: