Analysis of Relationship between Chemical Oceanography Conditions and Coral Reef Ecosystems in Damas Waters, Trenggalek, East Java

Valessa Senshi Moira, Oktiyas Muzaky LuthfI, Andik Isdianto

= http://dx.doi.org/10.20473/jmcs.v9i3.22294
Abstract views = 418 times | downloads = 4111 times

Abstract


Indonesia is known as one of the world's marine biodiversity centers with its rich coral reefs. Coral growth depends on environmental conditions, which in reality do not always remain due to disruptions originating from nature or human activities. The growth of coral reefs in a sea water is strongly influenced by the quality of its waters such as chemical oceanographic factors namely salinity, pH, DO, nitrate and phosphate. The data collection was carried out twice in September and November 2019 in Damas Waters, Trenggalek, East Java. The waters of Damas Beach are located in Karanggandu Village, Watulimo District. The purpose of this study was to determine the condition of coral reefs in Damas Waters, to determine the effect of water quality on artificial reefs in chemistry in Damas Waters and to determine the relationship of quality parameters of chemical waters with artificial coral reefs in Damas Waters, Trenggalek, East Java. The sampling method is done by purposive random sampling that is determining the sample with certain considerations. The location points used by 20 stations are spread, namely on artificial reefs, natural coral reefs, open seas and the area around the harbor. Measurements made include in situ water quality with a multiparameter measurement tool, namely AAQ. The results obtained that in all stations found good water conditions for the life of coral reefs, and also the analysis of the relationship of each parameter and coral reefs influence each other.


Keywords


Coral Reef, Chemical Oceanography, AAQ, Trenggalek, Prigi Bay

Full Text:

PDF

References


Alifia, R. (2017). Hubungan prevalensi penyakit karang keras (Scleractinia) dan kualitas air pada musim peralihan I di Perairan Teluk Prigi, Trenggalek, Jawa Timur. Disertasi. Malang: Universitas Brawijaya.

Barus, B. S., Prartono, T., & Soedarma, D. (2018). Pengaruh lingkungan terhadap bentuk pertumbuhan terumbu karang di Perairan Teluk Lampung. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 10(3):699-709.

Corvianawatie, C., & Abrar, M. (2018). Kesesuaian kondisi oseanografi dalam mendukung ekosistem terumbu karang di Perairan Pulau Pari. Jurnal Kelautan Nasional, 13(3):155-161.

Ermawan, R. W. (2008). Kajian sumberdaya pantai untuk kesesuaian ekowisata di Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Giyanto, Abrar, M., Hadi, T. A., Budiyanto, A., Hafizt, M., Salatalohy, A., & Iswari, M.Y. (2017). Status terumbu karang Indonesia 2017. Jakarta: COREMAP-CTI, Puslit Oseanografi LIPI.

Ilyas, I. S., Astuty, S., & Harahap, S. A. (2017). Keanekaragaman ikan karang target kaitannya dengan keanekaragaman bentuk pertum-buhan karang pada zona inti di Taman Wisata Perairan Kepulauan Anambas. Jurnal Perikanan Kelaut-an, VIII(2):103-111

Isnaeni, N., Suryanti., & Purnomo, P.W. (2015). Kesuburan perairan berda-sarkan nitrat, fosfat, dan klorofil-a di perairan ekosistem terumbu karang Pulau Karimunjawa. Diponegoro Journal of Maquares, 4(2):75-81.

Juliani, R., & Rahmatsyah. (2011). Pola penentuan parameter kerusakan te-rumbu karang di daerah Sibolga. Jurnal Penelitian Saintika, 11(1):53-65.

Luthfi, O. M., Rosyid, A., Isdianto, A., Jauhari, A., Setyohadi, D., Rosdi-anto & Soegianto, A.S. (2019). Water quality impact to coral compromised health prevalence of Prigi Bay, East Java, Indonesia. Ecology Environment and Conservation, 25:(S211-S219).

Makatita, J. R., Susanto, A. B., & Mangimbulude, J.C. (2014). Kajian zat hara fosfat dan nitrat pada air dan sedimen padang lamun Pulau Tujuh Seram Utara Barat Maluku Tengah. Artikel Ilmiah. Seminar Nasional FMIPA-Universitas Terbu-ka. 13 hal.

Naiu, C. A., Sahami, F. M., & Hamzah, S. N. (2014). Kondisi terumbu karang di perairan Desa Bintalahe Keca-matan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Nikè: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, II(1):33-39.

Nugraha, D. R. W. (2019). Pengaruh faktor hidro-oseanografi terhadap pertumbuhan dan tingkat kelang-sungan hidup (survival rate) hasil transplantasi terumbu karang jenis Acropora sp. di Perairan Paiton Probolinggo. Disertasi, Surabaya: UIN Sunan Ampel.

Obura, D., & Grimsditch, G. (2009). Resilience assessment of coral reefs: Assessment protocol for coral reefs, focusing on coral bleaching and thermal stress. Gland, Switzerland: IUCN.

Ompi, B. N., Rembet, U. N. W.J., & Rondonuwu, A. B. (2019). Coral reef conditions of Hogow and Dakokayu Islands Southeast Minahasa Regency. Jurnal Ilmiah PLATAX, 7(1):186-192.

Patty, S. I., Arfah, H., & Abdul, M. S. (2015). Zat hara (fosfat, nitrat), oksigen terlarut dan pH kaitannya dengan kesuburan di Perairan Jikumerasa, Pulau Buru. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis, 3(1):43-50.

Patty, S.I. (2013). Distribusi suhu, salinitas dan oksigen terlarut di Perairan Kema, Sulawesi Selatan. Jurnal Ilmiah PLATAX, 1(3):148-157.

Prasetya, S, P. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan jumlah pengunjung Pantai Karanggongso, Pantai Prigi, Pantai Cengkrong dan Pantai Damas di Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Surabaya: Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Surabaya.

Prasetyo, A. B. T., Yuliadi, L. P. S., Astuty, S., Prihadi, D.J. (2018). Keterkaitan tipe substrat dan laju sedimentasi dengan kondisi tutupan terumbu karang di perairan Pulau Panggang, Taman Nasional Kepulauan Seribu. Jurnal Perikanan Kelautan, IX(2):1-7.

Rachman, D., Kushartono, E. W., & Santosa, G. W. (2019). Kecocokan habitat bertelur penyu sisik Eretmochelys imbricate, Linnaeus, 1766 (Reptilia: Cheloniidae) di Balai Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, Jakarta. Journal of Marine Research, 8(2):168-176.

Ritonga, I. R. (2012). Distribusi nutrien dan pH pada ekosistem terumbu karang dan lamun di Perairan Beras Basah Kota Bontang. Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. 8 p.

Sidabutar, E. A., Sartimbul, A., & Handayani, M. (2019). Distribusi suhu, salinitas dan oksigen terlarut terhadap kedalaman di Perairan Teluk Prigi Kabupaten Trenggalek. Journal of Fisheries and Marine Research, 3(1):46-52.

Sumarno, D., & Muryanto, T. (2014). Kadar salinitas, oksigen terlarut, dan suhu air di unit terumbu karang buatan (TKB) Pulau Kotok Kecil dan Pulau Harapan Kepulauan Seribu – Provinsi DKI Jakarta. Buletin Teknik Litkayasa Sumber Daya dan Pe-nangkapan, 12(2):121-126.

Tito, C.K., Ampou, E.E., Widagti, N., & Triyulianti, I. (2013). Kondisi pH dan suhu pada ekosistem terumbu karang di Perairan Nusa Penida dan Pemuteran, Bali. Artikel Ilmiah. Seminar Hasil Penelitian Terbaik 2013, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Jakarta. 13 hal.

Wibawa, I. G. N. A., & Luthfi, O. M. (2017). Kualitas air pada ekosistem terumbu karang di Selat Sempu, Sendang Biru, Malang. Jurnal Segara, 13(1):25-35.

Wibowo, K., & Adrim, M. (2013). Komuntas ikan-ikan karang di Teluk Prigi Trenggalek, Jawa Timur. Zoo Indonesia, 22(2):29-38.

Yusuf, M., Handoyo, G., Muslim, M., Wulandari, S. Y., & Setiyono, H. (2012). Karakteristik pola arus dalam kaitannya dengan kondisi kualitas perairan dan kelimpahan fitoplankton di perairan kawasan Taman Nasional Laut Karimunjawa. Buletin Oseanografi Marina, 1(5):63-74.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Valessa Senshi Moira, Oktiyas Muzaky LuthfI, Andik Isdianto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexing by :

 

View JMCS Stats

  

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

 

Flag Counter