The dynamics of public support for the king in Yogyakarta

Pajar Hatma Indra Jaya

= http://dx.doi.org/10.20473/mkp.V31I12018.84-93
Abstract views = 15 times | views = 30 times

Abstract


The background of this research is the support of the people of Yogyakarta to the sultan to lead Daerah Istimewa Yogyakarta. This paper is aimed at examining the relationship between a king and the community in the democracy era. The cases examined specifically in this study were the case of the proposed law of Yogyakarta in the Sutet region, and the ore mining case in Kulonprogo. Research was conducted qualitatively by collecting data through documentation, observation and interview. Informant retrieval technique is done by cluster technique. This research is analyzed by rational choice theory which assumes that people are always trying to optimize the choices that bring benefits (Mallarangeng 2008: 9, Kuper & Kuper 2000: 895). The study had various findings, such that public support of the king could not be explained by the concept of Javanese power and that logical consideration in the form of the interest proximity of each group becomes a concept of public support against the king. When the group interests are closer, they show their support, but, when the gap becomes wider, they readily change their support without fear of karma.

Keywords


concept of power; community support; interest distance

Full Text:

PDF

References


Anderson B (1986) The Idea of Power in Javanese Culture, diterjemahkan menjadi Gagasan tentang Kekuasaan dalam Budaya Jawa. Dalam: M Budiardjo. Aneka Pemikiran tentang Kuasa dan

Wibawa. Jakarta: Penerbit Sinar Harapan.

Anderson B (2000) Kuasa Kata: Jelajah Budaya Politik di Indonesia, Mata Bangsa, Yogyakarta.

Atmakusumah (1982) Tahta Untuk Rakyat: Celah-celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX. Jakarta: Gramedia.

Darmawan A (2010) Jogja Bergolak: Diskursus Keistimewaan DIY dalam Ruang Publik. Yogyakarta: Kepel.

Handayani C & Novianto A (2004) Kuasa Wanita Jawa. Yogyakarta: LKis.

Humaeni A (2014) Penggunaan magic dalam politik lokal di Banten. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 27 (1):14-26.

Kedaulatan Rakyat (2008) Sultan Tolak Gubernur Seumur Hidup: Kontraproduktif Bagi Rakyat DIY, 6 Maret 2008.

Kedaulatan Rakyat (2009) Merti Nusantara Siap Dukung Sultan, 13 Januari 2009.

Kedaulatan Rakyat (2009) Sosialisasi Penataan Alkid: PKL Minta Kraton yang Melakukan, 17 Desember 2009.

Kedaulatan Rakyat (2011) Tiga Spirit Harus Dijaga Rakyat DIY: Sultan Tak Ingin Selamanya Gubernur, 6 September 2011.

Kompas (2005) Antara Mitos Keraton dan Kearifan Lokal. Kompas, 7 Februari 2005.

Kompas.com (2008) Konflik Pasir Besi, Pesisir Kulon Progo Tegang, 29 Oktober 2008.

KRjogja.com (2009) Jati Kembar untuk Bangsal Traju Mas Kraton: Warga Rela, jika yang Minta Ngarso Dalem. KRjogja.com, 9 Juli 2009.

Kuper A & Kuper J (2000) Ensiklopedi Ilmu-Ilmu Sosial: 2. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Laksono (1985) Tradisi dalam Struktur Masyarakat Jawa Kerajaan dan Pedesaan: Alih-ubah Model Berfikir Jawa. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Mallarangeng R (2008) Mendobrak Sentralisme Ekonomi Indonesia 1986-1992. Jakarta: Gramedia.

Moedjanto G (2001) Konsep Kepemimpinan dan Kekuasaan Jawa Tempo Dulu, dalam Hans Antlov dan Sven Cederrroth, Kepemimpinan Jawa: Perintah Halus, Perintah Otoriter. Jakarta:

Yayasan Obor Indonesia.

Moekarno (2007) Surat Terbuka Kepada Gubernur DIY, Pikiran Pembaca KR, 15 Januari 2007.

Moertono S (1985) Negara dan Usaha Bina Negara di Jawa Masa Lampau, terjemahan dari State and Statecraft in Old Java: A Study of the Later Mataram Priod, 16th to 19th Century, Cornell

Modern Indonesian Project. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Setianto WA (2011) RUUK DIY dalam Perspektif Budaya, Kedaulatan Rakyat, 19 Januari 2011.

Soemardjan S (1981) Perubahan Sosial di Yogyakarta. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Soempeno FA (2009) Pemimpin dengan Tahta Rakyat. Yogyakarta: Galangpress.

Supriyono J (2005) Paradigma Kultural Masyarakat Durkheimian. Dalam: M Sutrisno & H Putranto. Teori-Teori Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Suratmin & Rudianto D (2008) Sri Sultan Hamengku Buwono IX: Pejuang dan Pelestari Budaya. Yogyakarta: Penerbit Navila.

Susanto A (2005) Satu-satunya daerah istimewa yang tak lagi istimewa. Kompas, 21 Oktober 2005.

Suwarno PJ (1994) Hamengku Buwono IX dan Sistem Birokrasi Pemerintahan Yogyakarta 1942-1974: Sebuah Tinjauan Historis. Yogyakarta: Kanisius.

Wahyukismoyo H (2004) Keistimewaan Yogyakarta vs demokratisasi. Demokratisasi dan keistimewaan: Proses perubahan tata Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta. Tesis,

Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta: Bigraf Publishing.

Wardani LK (2012) Pengaruh pandangan sosio-kultural Sultan Hamengkubuwana IX terhadap eksistensi Keraton Yogyakarta. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik 25 (1):56-63.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Masyarakat, Kebudayaan dan Politik

This journal is indexed by:




 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View MKP Stats