Kesalahan Siswa dan Umpan Balik Korektif Guru pada Pengajaran Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris di SDN Wonorejo 274 Surabaya

Saiko Rudi Kasenda, Yuni Sari Amalia, Viqi Ardaniah

= http://dx.doi.org/10.20473/mozaik.v19i1.11459
Abstract views = 228 times | views = 128 times

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kesalahan siswa serta penggunaan umpan balik oral korektif guru dalam pengajaran keterampilan berbicara Bahasa Inggris di SDN Wonorejo 274 Surabaya. Kesalahan siswa diteliti untuk mengetahui gambaran kesalahan yang dilakukan oleh peserta didik dan penyebab terjadinya kesalahan-kesalahan tersebut sebagai rangkaian pemerolehan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Persepsi guru dan persepsi siswa terhadap umpan balik yang diberikan diangkat untuk mengetahui apabila sudut pandang guru dan siswa saling mendukung satu sama lain atau justru saling berkontradiksi. Teori analisis kesalahan dari Corder (1981) dan Luoma (2004) dan teori umpan balik korektif dari Lyster dan Ranta (1997) digunakan dalam penelitian ini. Melalui metode kualitatif, hasil penelitian menunjukkan (1) kesalahan siswa pada keterampilan berbicara Bahasa Inggris mereka banyak ditemukan di aspek kelancaran yang meliputi banyaknya jeda, pengulangan, kegagapan dan penggunaan fillers; (2) pada aspek akurasi, siswa-siswi SDN Wonorejo mengalami hambatan yang tercermin pada aspek omission, misaddition, misselection, misordering dan mispronunciation atau salah pengucapan; (3) kesalahan yang dibuat siswa dapat diargumentasikan berasal dari intervensi bahasa pertama dan belum sempurnanya penguasaan konsep dan aturan-aturan pada Bahasa Inggris sebagai bahasa sasaran; (4) Umpan balik eksplisit korektif merupakan satu-satunya tipe umpan balik yang digunakan guru karena guru menganggap tipe umpan balik ini paling efektif untuk meningkatkan akurasi dan kelancaran berbicara para peserta didik; (5) Baik siswa dan guru menganggap umpan balik korektif sebagai medium yang penting sebagai respons terhadap kesalahan yang dibuat dan untuk meningkatkan keterampilan berbicara. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman pada bidang pengajaran Bahasa Inggris dan pemerolehan bahasa kedua.

Keywords


kesalahan siswa, pemerolehan bahasa kedua, umpan balik korektif, keterampilan berbicara

Full Text:

PDF

References


Anderson, T. 2010. “The Effect of Tiered Corrective Feedback on Second Language Academic Writing.” Vancouver: The University of British Columbia.

Corder, S. P. 1981. Error Analysis and Interlanguage. New York: Oxford University Press.

Creswell, J. 2012. Educational Research: Planning, Conducting and Evaluating Quantitative and Qualitative Research. Boston: Pearson Education.

Ellis, R., S. Loewen & R. Erlam. 2006. “Implicit and Explicit Corrective Feedback and the Acquisition of L2 Grammar.” Studies in Second Language Acquisition 28 (2):339-368.

Eviyuliwati, I. 1997. “The Teaching of Functioning Skills and Communicative Expressions at SMU IKIP Malang Based on the 1994 English Curriculum: A Case Study.” English Langugae Education 3 (1):55-60.

Hattie, J. & H. Timperley. 2007. “The Power of Feedback.” Review of Educational Research. 77 (1):81-112.

Hawanti, S. 2011. “Teaching English in Indonesian Primary Schools: The Missing Link.” Leksika 5 (1):62-69.

Kartinova, E. & A. F. R. Syafei. 2013. “Using Encantado to Teach Speaking at Junior High School.” Journal of English Language Teaching:1-12.

Luoma, S. 2004. Assessing Speaking. New York: Cambridge University Press.

Lyster, R. & L. Ranta. 1997. “Corrective Feedback and Learner Uptake.” Studies in Second Language Acquisition 19:37-66.

Mardian, L. & Z. Amri. 2013. “Using Skit Strategy in Teaching Speaking at Senior High School.” Journal of English Language Teaching 2 (1):177-185.

Mertler, C. A. 2012. Penelitian Tindakan Kelas: Meningkatkan Sekolah dan Memberdayakan Pendidik (Edisi Terjemahan). Jakarta: PT Indeks.

Moss, C. M. and S. M. Brookhart. 2009. Advancing Formative Assessment in Every Classroom: A Guide for Instructional Leaders. Vancouver: Association for Supervision and Curriculum Development.

Mukminatien, N. 1999. “The Problem of Developing Skills: Limitiations of Second Language Acquisition in an EFL Classroom.” English Language Education 5 (1):1-10.

Rahayu, A. & Jufri. 2013. “Teaching Speaking to Junior High School Students through Four Corners Game.” Journal of English Language Teaching 2 (1):490-497.

Saeb, F. 2017. Students’ and Teachers’ Perceptions and Preferences for Oral Corrective Feedback: Do They Match?” International Journal of Applied Linguistics and English Literature 6 (4):32-44.

Saputri, R. A. E. 2015. “Error Analysis of Oral Production Made by English Department Students in Microteaching Class at Muhammadiyah University of Surakarta.” Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Winnie, P. H. & D. L. Butler. 1994. “Student Cognition in Learning from Teaching.” In International Encyclopedia of Education, edited by T. Husen & T. Postlewaite. Oxford: Pergamon.

Yang, J. 2016. “Learners' Oral Corrective Feedback Preferences in Relation to Their Cultural Background, Proficiency Level and Types of Error.” System 61:75-86.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Saiko Rudi Kasenda, Yuni Sari Amalia, Viqi Ardaniah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Flag Counter

Site Stats

View Mozaik Stats


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.