Aspek Individu Balita Dengan Kejadian ISPA Di Kelurahan Cibabat Cimahi

Ade Saputra Nasution

= http://dx.doi.org/10.20473/amnt.v4i2.2020.103-108
Abstract views = 1170 times | downloads = 1954 times

Abstract


Background: Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the contributors to the high morbidity and mortality in infants, which is suffered by toddlers in many developing countries such as Indonesia, where every year, the incidence is always high. ARI in toddlers is still a health problem that receives special attention because of the high incidence of ARI in Indonesia, which causes mortality. As for the causes of ARI incidence in toddlers there are three factors namely individual factors (age, immunization status, sex, birth weight, exclusive breast milk and nutritional status), physical environmental factors (wall type, temperature, humidity, and occupancy density, cooking fuel ) and smoking behavior factors of family members in the house.

Objective: This study aims to analyze the relationship between individual aspects with the risk of ARI in toddlers.

Methods: This study uses a cross-sectional approach with analysis using Chi-Square. The results of this study are there to look at the factors causing ARI in the individual aspects (sex, exclusive breastfeeding, birth weight immunization status, nutritional status)

Results: aspects of toddlers on age, sex, immunization, exclusive breastfeeding, and nutritional status have a relationship with the incidence of ARI, whereas low birth weight has no relationship with the incidence of ARI

Conclusion : it’s suggested to pay attention to individual factors such as completeness of immunization status must be fulfilled, exclusive breastfeeding up to 6 months because it is one of the most natural preventions of ARI done by parents, even prevention of ARI in toddlers can be done still at in the womb for the fulfillment of maternal nutrition in order to avoid LBW in children who will be born.

ABSTRAK

 

Latar Belakang: Penyumbang angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi pada balita salah satunya adalah Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), Penyakit ISPA yang diderita oleh balita banyak terjadi di Negara berkembang seperti Indonesia, dimana setiap tahun angka kejadiannya selalu tinggi. Penyakit ISPA pada balita sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang mendapatkan perhatian khusus karena tingginya angka kejadian ISPA di Indonesia yang menyebabkan mortalitas. Adapun penyabab kejadian ISPA pada balita ada tiga faktor yaitu faktor individu (umur, status imunisasi, jenis kelamin, berat badan lahir, asi eksklusif dan status gizi), faktor lingkungan fisik (jenis dinding, suhu, kelembapan dan kepadatan hunian, bahan bakar untuk memasak) dan faktor perilaku merokok anggota keluarga di dalam rumah.

Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis hubungan aspek individu dengan risiko kejadian ISPA pada balita.

Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional dengan analisis menggunakan Chi Square Hasil penelitian ini adalah ada untuk melihat faktor penyebab ISPA pada aspek individu (jenis kelamin, asi eksklusif, status imunisasi berat badan lahir, status gizi)

Hasil: analisis risiko aspek balita pada faktor umur, jenis kelamin, imunisasi, asi eksklusif dan status gizi ada hubungan dengan kejadian ISPA, sedangkan berat badan lahir rendah tidak ada hubungan dengan kejadian ISPA

Kesimpulan : Dari hasil penelitian ini bisa direkomendasikan kepada orang tua yang mempunyai balita untuk memperhatikan faktor individu seperti kelengkapan status imunisasi harus dipenuhi, asi eksklusif sampai 6 bulan karena merupakan salah satu pencegah ispa paling mudah dilakukan oleh orang tua, bahkan pencegahan ispa pada balita bisa dilakukan masih di dalam kandungan untuk pemenuhan gizi ibu supaya menghindari BBLR pada anak yang akan dilahirkan.


Keywords


individual aspect of toddler, ARI, nutrition

Full Text:

PDF

References


Maitatorum, E. & Zulaekah, S. Status Gizi, Asupan Protein, Asupan Seng Dan Kejadian ISPA Anak Balita Di Perkampungan Kumuh Kota Surakarta. J. Kesehat. 1, 21–30 (2011).

Schuetz, P. et al. Procalcitonin to Guide Initiation and Duration of Antibiotic Treatment in Acute Respiratory Infections: An Individual Patient Data MetaAnalysis. Major Artic. 55, 651–62 (2012).

Nair, H. et al. Global And Regional Burden Of Hospital Admissions For Severe Acute Lower Respiratory Infections In Young Children In 2010: A Systematic Analysis. Lancet 381, 1380–90 (2013).

Nurwijayanti. Keterkaitan Kekurangan Energi Protein (KEP) Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita Usia (1-5 Tahun). J. Care 4, (2016).

Fibrila, F. Hubungan Usia Anak, Jenis Kelamin Dan Berat Badan Lahir Anak Dengan Kejadian ISPA. J. Kesehat. Metro Sai Wawai 8, (2015).

Burkhardt, O. et al. Procalcitonin guidance and reduction of antibiotic use in acute respiratory tract infection. Eur. Respir. J. 36, 601–607 (2010).

Matthay, M. A., Ware, L. B. & Zimmerman, G. A. The Acute Respiratory Distress Syndrome. J Clin Invest 122, 2731–2740 (2012).

Sugihartono, N. Analisis Faktor Risiko Kejadian Pneumonia Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Kota Pagar Alam. J. Kesehat. Lingkung. Indones. 11, (2016).

Trisnawati, Y. & Khasanah, K. Analisis Faktor Instrinsik Dan Ekstrinsik Yang Berpengaruh Terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita. J. Kebidanan 5, (2013).

Nasution, K. et al. Infeksi Saluran Nafas Akut Pada Balita Di Daerah Urban Jakarta. Sari Pediatr. 11, (2009).

Hayati, S. Gambaran Factor Penyebab Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita Di Puskesmas Pasirkaliki Kota Bandung. J. Ilmu Keperawatan 2, (2014).

Ayu, S. dan S. D. Hubungan Status Gizi, Berat Badan Lahir, Imunisasi Dengan Kejadian ISPA Pada Wilayah Kerja Puskesmas Tunikamaseang Kabupaten Maros. Media Gizi Pangan 10, 16–20 (2010).

Astuti, A. B., Rahayu, S. & Surasmi, A. Status Gizi Balita Dengan Kejadian Ispa Pada Anak Balita. J. Terpadu Ilmu Kesehat. 1, 1–132 (2012).

Ranantha, R., Mahawati, E. & S, K. K. Hubungan Antara Karakteristik Balita Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Desa Gandon Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung. (Artikel Ilmiah. Fakultas Kesehatan. Universitas Dian Nuswantoro Semarang, 2012).

Rachmawati, D. A. Faktor Resiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita Umur 12-48 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Mijen Kota Semarang. J. Kesehat. Masy. 2, (2013).

Sambominanga, P. S., Ismanto, A. Y. & Onibala, F. Hubungan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Dengan Kejadian Penyakit Ispa Berulang Pada Balita Di Puskesmas Ranotana Weru Kota Manado. J. Keperawatan 2, (2014).

Choyron, V. A. G. Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Peda Kalten. (Artikel Penelitian. Program Studi Kesehata Masyarakat. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2015).

Hadiana, S. Y. M. Hubungan Status Gizi Terhadap Terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita Di Puskesmas Pajang Surakarta. (Naskah Publikasi. Fakultas Kedokteran. Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2013).

Halim, Y. & Pambudi, W. Hubungan Status Gizi Dengan Prevalensi ISPA Pada Anak Usia 6-24 Bulan Di Puskesmas Wilayah Kota Administratif Jakarta Barat Periode Januari-April 2017. Tarumanagara Med. J. 1, 428–433 (2019).

Sukmawati & Ayu, S. D. Hubungan Status Gizi, Berat Badan Lahir (BBL), Imunisasi Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tunikamaseang Kabupaten Maros. Media Gizi Pangan 10, 16–21 (2010).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
AMERTA NUTR by Unair is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

p-ISSN : 2580-1163

e-ISSN : 2580-9776

AmertaNutr

INDEXING BY: