Perbedaan Tingkat Keragaman Pangan Balita dan Tingkat Pendidikan Orang Tua di Rumah Tangga Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Dan Non KRPL

Annisa Fidya Lestari, Ratna Setyaningsih

= http://dx.doi.org/10.20473/amnt.v2i4.2018.364-372
Abstract views = 690 times | downloads = 779 times

Abstract


Background: Sustainable Reserve Food Garden Area (KRPL) is program that to increase family dietary diversity, such as children. Children’s dietary diversity can affect to nutritional adequacy and can impact to growth process. The factor that can affect successful of KRPL program is parents’ education level.

Objectives: The purpose of this study was to identify the difference between children’s dietary diversity level, household income level, and parents’ education level in sustainable reserve food garden area (KRPL) and non KRPL household in Kamal sub-district, Bangkalan district, Madura. 

Method: This was an observational study with case control comparative study design was conducted among 25 children in KRPL area and 25 children in non KRPL area with mother or other family member as respondents. Simple random sampling method was used to select the samples. Children and parents’ characteristic were asked to answer structured questionnaire. Children dietary diversity level was asked by Individual Dietary Diversity Score (IDDS) instrument. The data was analyzed with Mann Whitney statistic test.

Result: Children that involved in this study, either in KRPL or non KRPL area, was less than the same 35 months old (52%). Children from KRPL area was mostly girls (64%), while children from non KPRL area was mostly boys (56%). Children dietary diversity condition in KRPL area was low (52%), while children dietary diversity level in non KRPL area was sufficient (64%). Children who lived in KRPL area not always have diverse intake. The result showed that there was no difference between children dietary diversity level in KRPL and non KRPL area (p=0.259). Household income level on KRPL area was higher (68%) if compared to household on non KRPL area (44%). Parents’ education level in KRPL area was classified high (father=88%, mother=88%), while that parents’ education level in non KRPL area classified low (father=88%, mother=100%) (p=0.000). Parents in KRPL area have higher education level compare to parents in non KPRL area.

Conclusion: Children dietary diversity in KRPL area are not different with non KRPL area. Children who lived in KRPL area not always have diverse intake. There is difference between household’s income level and parents’ education level. Household in KRPL area have higher income and parents in KRPL area have higher education level compare to households and parents in non KPRL area.

ABSTRAK

Latar Belakang: Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan program yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan keragaman pangan keluarga, salah satunya balita. Keragaman pangan pada balita dapat berpengaruh pada kecukupan kebutuhan gizi dan berdampak pada proses pertumbuhannya. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan program KPRL adalah tingkat pendidikan orang tua.

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat keragaman pangan balita dan tingkat pendapatan keluarga, dan tingkat pendidikan orang tua di rumah tangga Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan non KRPL Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Metode: Penelitian observasional dengan rancang bangun penelitian potong lintang komparatif dilakukan pada subjek penelitian yang terdiri dari 25 balita di wilayah KRPL dan 25 balita di wilayah non KRPL dengan ibu atau anggota keluarga lainnya sebagai responden. Metode simple random sampling digunakan untuk memilih sampel. Karakteristik balita dan orang tua ditanyakan melalui kuesioner. Tingkat keragaman pangan balita ditanyakan melalui instrumen Individual Dietary Diversity Score (IDDS) Data dianalisis menggunakan uji statistik Mann Whitney.

Hasil: Balita yang terlibat dalam penelitian ini, baik di area KPRL maupun non KPRL, sebagian besar berusia kurang dari sama dengan 35 bulan (52%). Balita yang berasal dari wilayah KRPL sebagian besar perempuan (64%), sedangkan dari wilayah non KPRL sebagian besar laki-laki (56%). Kondisi tingkat keragaman pangan balita di wilayah KRPL tergolong rendah (52%), sedangkan tingkat keragaman pangan balita di wilayah non KRPL tergolong cukup (64%). Balita yang tinggal di rumah tangga KRPL tidak selalu mengonsumsi makanan yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat keragaman pangan balita di wilayah KRPL dan non KPRL (p=0,259). Tingkat pendapatan keluarga balita di wilayah KRPL lebih tinggi (68%) apabila dibandingkan dengan wilayah non KPRL (44%). Tingkat pendidikan orang tua di wilayah KRPL tergolong tinggi (ayah=88%, ibu=88%), sedangkan tingkat pendidikan orang tua di wilayah non KRPL tergolong rendah (ayah=88%, ibu=100%) (p=0,000).

Kesimpulan: Tingkat keragaman pangan balita di area KRPL tidak berbeda dengan balita di area non KPRL. Terdapat perbedaan tingkat pendapatan keluarga dan tingkat pendidikan orang tua balita. Keluarga di wilayah KRPL memiliki tingkat pendapatan yang lebih tinggi dan orang tua di area KRPL memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rumah tangga dan orang tua di wilayah non KPRL.


Keywords


children, dietary diversity, education, Sustainable Reserve Food Garden Area (KRPL)

Full Text:

PDF

References


Santi & Andrias, D. R. Penerimaan Raskin Dengan Status Ketahanan Pangan. Media Gizi Indones. 10, 97–103 (2015).

ELisa, A. & Pahlevi. Determinan Status Gizi Pada Siswa Sekolah Dasar. J. Kesehat. Masy. 7, 122–126 (2012).

Bnagkalan, D. K. P. K. Analisis Pola konsumsi pangan berbasis PPH. (2017).

Pangan, B. K. Pemberdayaan Pekarangan Pangan. (2018).

Pertanian, K. Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). (2012).

Andrianyta, H. & Ulfah, A. Dampak Pemanfaatan Pekarangan dalam Perspektif Sosial dan Ekonomi di Kalimantan Timur. 1707–1717 (2016).

Pertanian, M. Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat Badan Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2013. (2013).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Gizi Seimbang. (2014).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Kegiatan Gizi dalam Penanggulangan Bencana. (2012).

Hosang, K. H. & Umboh, A. Hubungan Pemberian Makanan Tambahan terhadap Perubahan Status Gizi Anak Balita Gizi Kurang di Kota Manado.

French, S. A., Wall, M. & Mitchell, N. R. Household income differences in food sources and food items purchased. BioMed Cent. 7, (2010).

Prasetyaningtyas, D. & Nindya, T. S. Hubungan Antara Ketersediaan Pangan dengan Keragaman Pangan Rumah Tangga Buruh Tani. Media Gizi Indoneisia 12, (2017).

Palanivelu, G. Hubungan Keragaman Konsumsi Pangan dengan Status Gizi pada Balita di Lingkungan VII Desa Bagan Deli, Belawan Tahun 2017. (2017).

Putri, M. R. & Ma’aruf, M. F. Partisipasi Masyarakat dalam Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Desa Sebani, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Publika 4, (2016).

Aji, Y. P., Anantanyu, S. & Ani, susi wuri. Partisipasi Wanita Tani Dalam Kegiatan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan ( P2KP ) Melalui Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Di Kabupaten Purworejo. Agrista 3, (2015).

Farahdika, A. & Azam, M. faktor risiko yang berhubungan dengan penyakit jantung koroner pada usia dewasa madya (41-60 tahun) (studi kasus di rs umum daerah kota semarang). Unnes J. Public Heal. 4, (2015).

Cabala, A. B., Osman, S. M. & Zeledon, I. H. Home gardening is associated with Filipino preschool children’s dietary diversity. Food Nutr Res 61, (2017).

Saaka, M. & Osman, S. M. Relationship between agricultural biodiversity and dietary diversity of children aged 6-36 months in rural areas of Northern Ghana. Food Nutr. Res. 61, (2017).

Ogechi, U. P. & Chilezie, O. V. Assessment of dietary diversity score, nutritional status and socio-demographic characteristics of under-5 children in some rural areas of Imo state, Nigeria. Malays. J. Nutr. 23, (2017).

Wang, A. et al. The dietary diversity and stunting prevalence in minority children under 3 years old: a cross-sectional study in forty-two counties of Western China. Br. J. Nutr. (2017).

Fitriyah, R. & Mahmudiono, T. Hubungan Asupan dan Pola Konsumsi Vitamin A, Protein dan Zinc dengan Kejadian ISPA dan Status Gizi pada Anak. Media Gizi Indoneisia 9, 60–65 (2013).

Phuong, N. V., Cuong, T. H. & Mergenthaler, M. Effects of Household Characteristics on Expenditure for Dairy Products in Vietnam. Int. J. Res. Stud. Agric. Sci. 1, 1–13 (2015).

Shariff, Z. M., Lin, K. G., Sariman, S. & Lee, H. S. The relationship between household income and dietary intakes of 1-10 year old urban Malaysian. Nutr. Reaserch Pract. 9, 278–287 (2015).

Negri, R., Feola, M., Domenico, S. & Scala, M. G. Taste Perception and Food Choices. J. Pediatr. Gastroenterol. Nutr. 54, 624 (2011).

Khuril’in, M. L. & Indrawati, V. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Ikan, Sayur, dan Buah pada Anak Usia Prasekolah di TK LPII, Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. E-Jurnal Boga 4, 41–46 (2015).

Najib, A. & Ramadhaniyanti. Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Perilaku Sulit Makan pada Anak Usia Prasekolah di Taman Kanak-Kanak Al-Ikhwah Pontianak (2016). J. Proners 3, (2016).

Savage, S. A., Wall, M. & Mitchell, N. R. Parental Influence on Eating Behavior : Conception to Adolescence. J Law Med Ethics 35, 22–34 (2010).

Nakamura, S., Inayama, T., Hata, K. & Matsushita, M. Association of household income and education with eating behaviors in Japanese adults: a cross-sectional study. BioMed Cent. Public Heal. 16, (2016).

Hanifah, V. W., Marsetyowati, T. & Ulpah, A. U. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Sayuran Rumahtangga pada Kawasan Rumah Pangan Lestari di Provinsi Jawa Timur dan Sumatera Selatan. J. Pengkaj. dan Pengemb. Teknol. Pertan. 17, (2014).

Aji, T. S. & Sholihah, M. Dampak Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Terhadap Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (Studi Kasus di Desa Pucangsari Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan). Agromix 4, (2013).

Mukhlis, A. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Tingkat Pendidikan Masyarakat di Desa Dieng Wetan Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. DIGILIB UNNES (2011).

Putri, Y. W. L. & Widiyanti, E. Efektivitas Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Kelurahan Kestalan Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. J. Agrista 3, (2015).

Purwantini, T. B., Saptana, S. & Suharyono, S. Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Kabupaten Pacitan: Analisis Dampak dan Antisipasi ke Depan. Analisis Kebijakan Pertanian. Anal. Kebijak. Pertan. 10, (2012).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
AMERTA NUTR by Unair is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

p-ISSN : 2580-1163

e-ISSN : 2580-9776

AmertaNutr

INDEXING BY: