PENGARUH PERBEDAAN PROBIOTIK KOMERSIAL TERHADAP RASIO C:N DAN N:P MEDIA KULTUR BIOFLOK PADA BAK PERCOBAAN

Endang Dewi Masithah, Yurika Dwi Octaviana, Abdul Manan

= http://dx.doi.org/10.20473/jafh.v5i3.11333
Abstract views = 929 times | downloads = 1918 times

Abstract


Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan produksi ikan budidaya adalah adanya penurunan kualitas air sebagai akibat dari banyaknya akumulasi bahan organik baik yang berasal dari limbah metabolisme dan bahan organik lainnya. Bioflok merupakan teknologi yang menjadi salah satu alternatif pemecahan masalah limbah budidaya yang paling menguntungkan. Aplikasi bakteri probiotik yang tepat dapat membantu mengurangi kandungan bahan organik di tambak dan mempertahankan tersedianya nutrisi dari hasil penguraian bahan organik. Peningkatan C:N rasio akan meningkatkan pertumbuhan bakteri heterotrof yang pada akhirnya akan mengurangi nitrogen anorganik perairan. Rasio N:P akan berpengaruh terhadap kelimpahan fitoplankton jenis tertentu. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan probiotik komersial berbeda terhadap rasio N:P dan C:N media kultur bioflok pada bak percobaan. Penelitian ini menggunakan metode statistika Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik yang berbeda memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap rasio C:N dan N:P. Nilai rasio C:N tertinggi pada perlakuan B (3,63), dan terendah pada perlakuan A (3,13). Nilai rasio N:P tertinggi pada perlakuan A (5,68) dan terendah C (4,36), kandungan N tertinggi pada perlakuan A (1692,6 ppm) dan kandungan P tertinggi pada perlakuan B (451,8 ppm). 


Keywords


Probiotik; Bioflok; Rasio C:N; Rasio N:P

Full Text:

PDF

References


Aiyushirota. 2009. Konsep Budidaya Udang Sistem Bakteri Heterotrof dengan Bioflocs. Artikel Sains. Hal 2-5. Dikutip dari www.aiyushirotabiota.com diakses pada 31 Oktober 2014.

Alexander, M., 1994. Biodegradation and Bioremediation. Academic Press., San Diego. 135pp.

Asriyana dan Yuliana. 2012. Produktivitas Perairan. Bumi Aksara. Jakarta. hal 21-23.

Avnimelech, Y. 1999. Carbon/Nitrogen Ratio as a Control Element in Aquaculture Systems. Aquaculture. 176: 227-235.

Crab, R., Avnimelech, Y., Defoirdt, T., Bossier, P., and Verstraete, W. 2007. Nitrogen Removal Techni- ques in Aquaculture for Sustainable Production. Aquaculture. 270:1-14.

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Kanisius. Yogyakarta.

Gunarto dan Suwoyo, H.S. 2011. Produksi Bioflok dan Nilai Nutrisinya dalam Skala Laboratorium. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau. hal 1009-1017.

Irianto, A.2003. Probiotik Akuakultur. Gajah Mada University Press. Yogyakarta. 125 hal.

Kusriningrum, R.S. 2012. Perancangan Percobaan. Airlangga University Press. Surabaya. Hal 43.

Krisnadwi. 2013. Siklus Nitrat. bisakimia.com/2013/06/05/siklus-nitrat/. Diakses tanggal 26 Mei 2015. 5 hal.

Makmur, M., Kusnoputranto, H., Moersidik, S.S., dan Wisnubroto, D.S. 2012. Pengaruh Limbah Organik dan Rasio N/P terhadap Kelimpahan Fitoplankton di Kawasan Budidaya Kerang Hijau Cilincing. Jurnal Teknologi Pengelolaan Limbah. 15(2):59-64.

Munawaroh, U., Sutisna M., dan Pharmawati, K., 2013. Penyisihan Parameter Pencemar Lingkungan pada Limbah Cair Industri Tahu Menggunakan Efektif Miktoorganisme 4 (EM4) serta Pemanfaatan- nya. Jurnal Institut Teknologi Nasional. 2(1):1-12.

Purwanta, W., dan Firdayati., M. 2002. Pengaruh Aplikasi Mikroba Probiotik pada Kualitas Kimiawi Perairan Tambak Udang. Jurnal Teknologi Lingkungan. 3(1):62-65.

Rangka, N.A., dan Gunarto. 2012. Pengaruh Penumbuhan Bioflok pada Budidaya Udang Vaname Pola Intensif di Tambak. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 4(2):142-145.

Ratnawati, E. 2008. Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon) Sistem Semi-Intensif pada Tambak Tanah Sulfat Masam. http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurn al/3108610.pdf. Diakses 26 Mei 2015.

Singgih. 2010. Eutrofikasi Perairan. https://sing6ih.wordpress.com/201 0/12/04/eutrofikasi-perairan. diakses tanggal 26 Mei 2015. 1 hal.

Soeharsono, H. 2002. Probiotik sebagai Alternatif Pengganti Antibiotik dalam Bidang Peternakan. Labo- ratorium Fisiologi dan Biokimia. Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran Bandung.

Subowo, G. Strategi Efisiensi Penggunaan Bahan Organik untuk Kesuburan dan Produktivitas Tanah Melalui Pemberdayaan Sumberdaya Hayati Tanah. Jurnal Sumberdaya Lahan. 4(1):13-25.

Wahyudi, J., dan Astuti, A.D., 2011. Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Biogas (Pemanfaatan Limbah Biogas di Desa Sukoharjo Kecamatan Margorejo). Kantor Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Pati. litbang.patikab.go.id. di akses tanggal 26 Mei 2015. 1 hal.

Yuniasari, D. 2009. Pengaruh Pemberian Bakteri Nitrifikasi dan Denitrifikasi serta Molase dengan C/N Rasio Berbeda Terhadap Profil Kualitas Air, Kelangsungan Hidup, dan Pertumbuhan Udang Vaname. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor. Skripsi.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Endang Dewi Masithah, Yurika Dwi Octaviana, Abdul Manan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexing by:

      

     

  

 

JAFH

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

Flag Counter