Efektifitas Daya Pisah Electric Separating Sperm (ESS) terhadap Spermatozoa Kromosom X dan Y pada Kambing Sapera

sperma pemisahan ESS kualitas morfometri

Authors

  • Fahlevi Lailiyah
    fahlevi.lailiyah-2014@fkh.unair.ac.id
    Bachelor of Veterinary Medicine, Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga
  • Pudji Srianto Department of Veterinary Reproduction, Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga
  • Amung Logam Saputro Department of Clinic and Animal Hospital, Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga
  • Sri Pantja Madyawati Department of Veterinary Reproduction, Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga
  • Bodhi Agustono Department of Animal Husbandry, Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga
  • Ragil Angga Prastiya Department of Veterinary Reproduction, Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga
September 30, 2018

Downloads

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemisahan alat Electric Separating Sperm (ESS) terhadap spermatozoa kromosom X dan Y pada sisi anoda dan katoda dengan variabel meliputi presentase viabilitas, motilitas, abnormalitas dan morfometri spermatozoa. Metode pengambilan semen menggunakan vagina buatan, kemudian dilakukan pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis, apabila menunjukkan hasil yang baik dilanjutkan dengan pengenceran semen dengan Tris Kuning Telur dan dilakukan pemisahan. Terdapat tiga perlakuan pada penelitian ini yaitu P1 (3 menit), P2 (7 menit), P3 (10 menit) dengan enam kali pengulangan pada sisi anoda dan katoda. Data pada tiap variabel (viabilitas, motilitas dan abnormalitas) diperiksa menggunakan analisis statistik ANOVA dan untuk melihat adanya pemisahan spermatozoa kromosom X dan Y dilakukan pengukuran terhadap kepala menggunakan morfometri. Hasil pemisahan tertinggi yaitu pada P3 dengan perbandingan pemisahan X : Y sejumlah 65,00:35,00 pada sisi katoda, kemudian pada sisi anoda persentase perbandingan X : Y yaitu 59,00:41,00. Hasil kualitas spermatozoa setelah pemisahahn menunjukkan presentase viabilitas terbaik terdapat pada P1 yaitu 75,00a±2,00 pada sisi anoda dan 76,50a±2,17 pada sisi katoda. Motilitas spermatozoa P1 menunjukkan motilitas progresif spermatozoa dengan rataan 60,83a±2,04 pada anoda dan 61,67a±2,58 pada sisi katoda. Presentase abnormalitas tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >>