Resiliensi Pascabencana Tsunami

Nursakinah Oktaviana Sasmita, Lenny Utama Afriyenti

= http://dx.doi.org/10.20473/jpkm.V4I22019.94-101
Sari views = 552 times | downloads = 279 times

Sari


Adanya bencana alam tsunami di Wilayah Pandeglang dan sekitarnya hingga ke pesisir Lampung menyebabkan warga banyak yang mengalami kehilangan baik materi, ataupun sanak saudara. Bencana alam telah memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap fisik, psikologis dan sosial. Kejadian tersebut mengakibatkan trauma kepada korban bencana. Upaya untuk bangkit dari kondisi mental yang tidak menguntungkan diperlukan kemampuan resiliensi.( dalam Satria dan Sari, 2017). Ada tujuh kemampuan yang membentuk resiliensi, yaitu; regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, empati, causal analysis, efekasi diri dan reaching out. Pada dasarnya setiap orang mempunyai semua faktor tersebut, namun yang membedakan adalah bagaimana seseorang mempergunakan dan memaksimalkan faktor  tersebut agar berguna untuk menghadapi masa-masa sulit seseorang. (Reivich dan Shatte, 2002). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat resiliensi para korban tsunami di daerah Sumur, Pandeglang. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Populasi berjumlah 220 kepala keluarga dengan sampel sebanyak 50 orang. Skala yang digunakan adalah Resilience Scale dari Reivich yang berjumlah 56 item, namun dalam penelitian ini hanya akan menggunakan 21 item saja. Analisis data menggunakan regresi ganda, menghasilkan 0.92% terhadap variable resiliensi. Sedangkan variable yang terbesar mempengaruhi adalah variable causal yang memberikan sumbangan sebesar 25.5%.


Kata Kunci


Resiliensi, Bencana Tsunami

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46663539

https://news.detik.com/berita/d-4358627/balada-sumur-wilayah-terdampak-tsunami-yang-sulit-dijangkau. (desember, 2018)

Anwar Siswadi, 2018 Penyebab Gempa Pandeglang 5,2 M di Selat Sunda https://tekno.tempo.co/read/1141228/penyebab-gempa-pandeglang-52-m-di-selat-sunda/full&view=ok

Ariviyanti, Nur dan Wisnu Pradoto. 2014. Faktor-faktor yang meningkatkan resiliensi masyarakat dalam menghadapi bencana Rob, Kelurahan Tanjung Mas Semarang. Jurnal Teknik PWK Volume 3 Nomor 4 2014.

Bogar, C. B. & Hulse –Killacky, D. (2006). Resilliency determinants and resiliency process among female adult survivorsof childhood sexual abuse. Journal of counceling and development, 84 (3), 318-327.

Cintakawati, Adinda Riska dan Achmad Mujab Masykur. 2006. Resiliensi pada Wirausahawan Penyintas Gempa Bumi 27 Mei 2006 di Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten.

Ifdil dan Taufik. 2012. Urgensi Peningkatan dan Pengembangan Resiliensi Siswa di Sumatera Barat. Pedagogi, Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. Volume XII No.2 November 2012.

Nur Jannah, Syahria dan Rohmatun. 2018. Hubungan antara dukungan social dengan resiliensi pada penyintas banjir Rob Tambak Lorok. Proyeksi, Vol 13 (1). 1-12

Pasudewi, Cantika Yeniar. 2012. Resiliensi pada remaja binaan BAPAS ditinjau dari Coping Stress. Journal of Social and Industrial Psychology. . JSIP 1 (2) (2012)

Satria, Budi dan Mutia Sari. 2017. Tingkat Resiliensi Masyarakat di Area Rawan Bencana. Idea Nursing Jurnal. Vol VII No. 2 2017.

Siebert, A (2005). The resiliency advantage: Master change,thrive under pressure and bounce back from setbacks. San Fransisco : Berret-Koehler Publisher, Inc.

Reivich, Karen dan Shatte, Andrew (2002). The resilience factor, 7 essential skill for overcoming life’s inevitable obstacles. Random hause, inc. New York.

Taufik, Rachmat, Eka Susanti , Dyah Titi, Elin Nurlina. 2014. Gambaran Resiliensi Anak Pasca Bencana Banjir di Desa Dayeuhkolot Kabupaten Bandung Jawa Barat. Wacana Jurnal Psikologi Vol 6 No11 Januari 2014


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by4.footer##

INSAN JPKM Telah Terindeks:

   
  

 

INSAN JPKM Telah Terdaftar Dengan:

p-ISSN:2528-0104 ; e-ISSN 2528-5181


Lisensi Creative Commons

Atribusi 4.0 Internasional

Statistik Jurnal

Lihat Statistik