Pengaruh Fundamentalisme Agama Terhadap Narsisme Kolektif dan Out-Group Derogation Pada Aktivitas Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri

Diah Budiarti, Rahkman Ardi

= http://dx.doi.org/10.20473/jpkm.V4I22019.54-63

Sari views = 1053 times | downloads = 831 times

Sari


Penelitian ini berfokus pada temuan pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan (KBB) di lingkungan perguruan tinggi negeri (PTN), antara lain sumpah atas tegaknya khilafah, persetujuan terhadap syariah sebagai pedoman bernegara, serta lingkungan kampus yang cenderung dikuasai kelompok fundamentalis karena mahasiswa memiliki paham keagamaan yang kaku dan kerap salah paham. Langkah kebijakan institusi pendidikan terkait temuan tersebut hanya bersifat klarifikasi dan belum mencakup penelusuran terhadap akar permasalahan pelanggaran KBB. Hipotesis penelitian adalah fundamentalisme agama merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kecenderungan bias (narsisme kolektif dan out-group derogation) pada aktivis mahasiswa PTN. Metode penelitian berupa eksperimen dengan pemberian priming yang pada penelitian sebelumnya terbukti meningkatkan kecenderungan bias. Subjek penelitian adalah 203 (N=203) mahasiswa PTN yang tergabung dalam organisasi mahasiswa ekstra kampus berbasis Islam. Hasil penelitian menunjukkan fundamentalisme agama tidak berpengaruh signifikan terhadap narsisme kolektif dan out-group derogation. Pemberian priming tidak terbukti meningkatkan kecenderungan bias (narsisme kolektif dan out-group derogation) pada aktivis mahasiswa PTN.


Kata Kunci


Fundamentalisme Agama; Narsisme Kolektif; Out-Group Derogation; Priming

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Allport, G. W. (1954). The nature of prejudice. The Nature of Prejudice. https://doi.org/10.1037/0708-5591.35.1.11

Altemeyer, B., & Hunsberger, B. E. (1992). Altemeyer Hunsberger (1992) Authoritariansim, religious fundamentalism, quest, and prejudice. International Journal for the Psychology of Religion. https://doi.org/10.1207/s15327582ijpr0202_5

de Zavala, A. G., Cichocka, A., & Bilewicz, M. (2013). The Paradox of In-Group Love: Differentiating Collective Narcissism Advances Understanding of the Relationship Between In-Group and Out-Group Attitudes. Journal of Personality, 81(1), 16–28. https://doi.org/10.1111/j.1467-6494.2012.00779.x

de Zavala, A. G., Cichocka, A., Eidelson, R., & Jayawickreme, N. (2009). Collective Narcissism and Its Social Consequences. Journal of Personality and Social Psychology. https://doi.org/10.1037/a0016904

Dhani, A. (2016). Persoalan Intoleransi Bukan Hanya di Jakarta. Retrieved November 1, 2016, from https://tirto.id/persoalan-intoleransi-bukan-hanya-di-jakarta-bZHE

Duck, R. J., & Hunsberger, B. (1999). Religious orientation and prejudice: The role of religious proscription, right-wing. International Journal of Phytoremediation. https://doi.org/10.1207/s15327582ijpr0903_1

Freud, S., & Dickson, A. (1985). Civilization, society and religion : group psychology, civilization and its discontents and other works. Pelican Freud library ; v.12.

Heriyanto. (2018). Bogor, Radikalisme Mahasiswa, dan Ketegasan Pemimpin (1). Retrieved June 24, 2018, from https://www.beritasatu.com/satu/498011/bogor-radikalisme-mahasiswa-dan-ketegasan-pemimpin-1

Johnson, M. K., Rowatt, W. C., & Labouff, J. P. (2012). Religiosity and prejudice revisited: In-group favoritism, out-group derogation, or both? Psychology of Religion and Spirituality. https://doi.org/10.1037/a0025107

Lehr, S. A., Ferreira, M. L., & Banaji, M. R. (2017). When outgroup negativity trumps ingroup positivity: Fans of the Boston Red Sox and New York Yankees place greater value on rival losses than own-team gains. Group Processes & Intergroup Relations, 136843021771283. https://doi.org/10.1177/1368430217712834

Nadhlir, M. (2018). Tahun 2017, Pelanggaran Kebebasan Beragama Terbanyak di Jawa Barat. Retrieved January 15, 2018, from https://nasional.kompas.com/read/2018/01/15/18233341/tahun-2017-pelanggaran-kebebasan-beragama-terbanyak-di-jawa-barat

Rowatt, W. C., Tsang, J. A., Kelly, J., LaMartina, B., McCullers, M., & McKinley, A. (2006). Associations between religious personality dimensions and implicit homosexual prejudice. Journal for the Scientific Study of Religion. https://doi.org/10.1111/j.1468-5906.2006.00314.x

Sahlan, M. (2017). Radikalisme Agama di Indonesia. Retrieved from http://www.nu.or.id/post/read/78246/radikalisme-agama-di-indonesia

Schiefer, D., Möllering, A., Daniel, E., Benish-Weisman, M., & Boehnke, K. (2010). Cultural values and outgroup negativity: A cross-cultural analysis of early and late adolescents. European Journal of Social Psychology. https://doi.org/10.1002/ejsp.745

Schimmack, Ulrich; Heene, Moritz; Kesavan, K. (2017). Reconstruction of a Train Wreck: How Priming Research Went off the Rails. Retrieved February 2, 2017, from https://replicationindex.com/2017/02/02/reconstruction-of-a-train-wreck-how-priming-research-went-of-the-rails/

Tajfel, H. (2010). Social identity and intergroup relations (Vol. 7). Cambridge University Press.

The Jamovi Project. (2019). jamovi (Version 1.0) [Computer Software]. Retrieved from https://www.jamovi.org.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by4.footer##

INSAN JPKM Telah Terindeks:

   
  

 

INSAN JPKM Telah Terdaftar Dengan:

p-ISSN:2528-0104 ; e-ISSN 2528-5181


Lisensi Creative Commons

Atribusi 4.0 Internasional

Statistik Jurnal

Lihat Statistik