Swafoto Narsistik dan Harga Diri Remaja

Muhammad Arief Najib, Angga Sugiarto, Erna Erawati

= http://dx.doi.org/10.20473/jpkm.V2I22017.103-110
Sari views = 5532 times | downloads = 2908 times

Sari


Swafoto yang narsistik adalah foto diri yang di bagikan melalui media sosial sedikitnya dua foto per minggu, dengan memiliki kepercayaan diri secara berlebihan, merasa lebih unggul dengan maksud mengeksplore diri ke publik, guna mendapat perhatian yang selalu mengejar pengakuan dari orang lain. Swafoto merupakan salah satu trend dikalangan remaja yang digunakan untuk pengembangan harga diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan swafoto yang narsistik dengan harga diri remaja. Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif observasional analitik cross sectional. Hipotesis yang diajukan ada hubungan swafoto yang narsistik dengan harga diri remaja. Adapun subjek penelitian memiliki karakteristik responden dengan intensitas mengunggah foto swafoto ke media sosial dua foto perminggu, dengan jumlah 101 responden. Teknik sampling menggunakan sistem purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan swafoto yang narsistik dengan harga diri remaja (τ=.534, nilai p<.01).


Kata Kunci


harga diri; narsistik; remaja; swafoto

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Anshori H., Ariani A., Rumaisa. (2016). Hubungan Minat Selfie Terhadap Kecenderungan Gangguan Kepribadian Narsistik Pada Siswa-Siswi Di SMPN 7 Kelas VII Banjarmasin. Naskah tidak dipublikasikan. Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, IAIN Antasari Banjarmasin.

Apriliani F. (2015). Narsisme Facebooker Ditinjau dari Self-Esteem. Jurnal Guidena, 1-19.

Apsari F. (2012). Hubungan Antara Kecenderungan Narsisme Dengan Minat Membeli Kosmetik Merek Asing Pada Pria Metroseksual. Talenta Psikologi, 1(2), 198.

Barry, C. T., Frick, P. J., & Killian, A. L. (2003). The relation of narcissism and self-esteem to conduct problems in children: A preliminary investigation. Journal of Clinical Child and Adolescent Psychology, 32(1), 139-152.

Batubara, J. R. (2016). Adolescent development (perkembangan remaja). Sari Pediatri, 12(1), 21-9.

Baumeister, R. F., Bushman, B. J., & Campbell, W. K. (2000). Self-esteem, narcissism, and aggression: Does violence result from low self-esteem or from threatened egotism? Current directions in psychological science, 9(1), 26-29.

Buffardi, L. E., & Campbell, W. K. (2008). Narcissism and social networking web sites. Personality and Social Psychology Bulletin, 34(10), 1303-1314.

Clarke, I. E., Karlov, L., & Neale, N. J. (2015). The many faces of narcissism: Narcissism factors and their predictive utility. Personality and Individual Differences, 81, 90-95.

Ghufron M.N. & Risnawita R.S. (2010). Teori-Teori Psikologi. Yogyakarta: Ar Ruzz Media.

Goodman CL., & Leff B. (2012). The Everything Guide to Narcissistic Personality Disorder. Massachusetts: Adams Media.

Levesque, R. J. (2007). Adolescents, media, and the law: What developmental science reveals and free speech requires. Oxford: Oxford University Press.

Mansur H & Budiarti T. (2011). Psikologi Ibu Dan Anak. (Ed 2). Jakarta: Salemba Medika.

Myers, J. E., Willse, J. T., & Villalba, J. A. (2011). Promoting self‐esteem in adolescents: the influence of wellness factors. Journal of Counseling & Development, 89(1), 28-36.

Nasrullah, R. (2016). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya dan Sosioteknologi. (Ed 2). Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Padmomartono, S. (2014). Konseling Remaja. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Puspitasari M. (2016). Pengaruh Harga Diri, Hubungan Romantis, Dan Pengambilan Risiko Terhadap Perilaku Selfie Yang Narsistik. Diunduh dari: http://www.academia.edu/26008982/Pengaruh_Harga_Diri_Hubungan_Romantis_dan_Pengambilan_Risiko_terhadap_Perilaku_Selfie_yang_Narsistik.

Rumaisa, Arianti R, dan Anshori H. (2015). Hubungan Minat Selfie Terhadap Kecenderungan Gangguan Kepribadian Narsistik Pada Siswa-Siswi di SMPN 7 Kelas VIII Banjarmasin, 1-81. Diunduh dari: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/5302/

Ryan, K. M., Weikel, K., & Sprechini, G. (2008). Gender differences in narcissism and courtship violence in dating couples. Sex Roles, 58(11-12), 802-813.

Senft, T. M., & Baym, N. K. (2015). Selfies introduction~ What does the selfie say? Investigating a global phenomenon. International Journal of Communication, 9, 19.

Suk T. (2014). Selfie Infographic “Selfiegraphic” Facts And Statistics. Diakses pada tanggal 5 Desember 2016 dari http://techinfographics.com/selfie-infographic-selfiegraphic-facts-and-statistics/.

Trumpeter, N. N., Watson, P. J., O'Leary, B. J., & Weathington, B. L. (2008). Self-functioning and perceived parenting: Relations of parental empathy and love inconsistency with narcissism, depression, and self-esteem. The Journal of Genetic Psychology, 169(1), 51-71.

Vazire, S., Naumann, L. P., Rentfrow, P. J., & Gosling, S. D. (2008). Portrait of a narcissist: Manifestations of narcissism in physical appearance. Journal of Research in Personality, 42(6), 1439-1447.

Wilson C. (2014). The Selfiest Cities In The World: Time’s Definitive Ranking. Diakses pada tanggal 6 November 2016 dari http://time.com/selfies-cities-world-rankings/.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by4.footer##

INSAN JPKM Telah Terindeks:

   
  

 

INSAN JPKM Telah Terdaftar Dengan:

p-ISSN:2528-0104 ; e-ISSN 2528-5181


Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional

Statistik Jurnal

Lihat Statistik