Harga Diri dan Perundungan Siber pada Remaja

Risana Rachmatan, Rayyan Rayyan

= http://dx.doi.org/10.20473/jpkm.V2I22017.120-126
Abstract views = 3052 times | downloads = 5428 times

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan perundungan siber pada remaja di Kota Banda Aceh. Sebanyak 102 remaja (55 perempuan dan 47 laki-laki) dipilih dengan menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik quota sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RES) dan Student Needs Assessment Survey (SNAS). Analisis data menggunakan teknik korelasi Spearman’s rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi yang berarti antara harga diri dengan perundungan siber pada remaja di Kota Banda Aceh (r=.077, nilai p=.443). Hasil penelitian ini juga mendapatkan bahwa sebagian besar partisipan penelitian memiliki harga diri dalam kategori tinggi (59.89%) dan perundungan siber dalam kategori rendah (94.11%).


Keywords


harga diri; perundungan siber; remaja

Full Text:

PDF

References


Arisugawa, R. (2013, Desember 2016). Cyberbullying part 2: Para Pelaku Cyberbullying. Diakses dari http://plush.or.id/2013/10/cyberbullying-part-2-para-pelaku_31.html.

Coopersmith, S. (1967). The antecedents of self-esteem. San Fransisco: Freeman and Company.

Dani, A. J., & Aryo Bayu, W. (2013). Iklan Layanan Masyarakat Tentang Cyberbullying Untuk Membentuk Awareness Masyarakat. Createvitas: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, 2(1).

Disa, M. (2011). Faktor-faktor yang mempengaruhi cyberbullying pada remaja. Paper seminar dan workshop Apsifor Indonesia. Semarang: Indonesia.

Donegan, R. (2012). Bullying and cyberbullying: History, statistics, law, prevention and analysis. The Elon Journal of Undergraduate Research in Communications, 3(1), 33-42.

Emilia & Leonardi, T. (2013). Hubungan antara kompetensi sosial dengan perilaku cyberbullying yang dilakukan oleh remaja usia 15-17 tahun. Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial. 2(2), 79-89.

Grigonis, H. 2017. Cyberbullying happens more often on Instagram, a new survei suggest. Diakses dari https://www.digitaltrends.com/social-media/cyberbullying-statistics-2017-ditch-the-label/

Kartono, K. (2006). Patologi Sosial 2: Kenakalan Remaja. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Kemkominfo. (2014, Juni 23). Kemkominfo: Penguna internet di indonesia capai 82 juta. Diakses dari https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/3980/Kemkominfo%3A+Pengguna+Internet+di+Indonesia+Capai+82+Juta/0/berita_satker

Mawardah, M., & Adiyanti, MG. (2014). Regulasi emosi dan kelompok teman sebaya pelaku cyberbullying. Jurnal Psikologi. 41(1), 60-73.

Mayasari, F., & Hadjan, M.N.R. (2000). Perilaku seksual remaja dalam berpacaran ditinjau dari self-esteem berdasarkan jenis kelamin. Jurnal Psikologi. 2, 120-127.

Özgür, H. (2016). The relationship between Internet parenting styles and Internet usage of children and adolescents. Computers in Human Behavior, 60, 411-424.

Papalia, D.E., Olds, S.W., & Feldman, R.D. (2009). Human Development (Perkembangan Manusia) (Ed. 10). Terjemahan: Brian Marwensdy. Jakarta: Salemba Humanika.

Pandie, M. M., & Weismann, I. T. J. (2016). Pengaruh Cyberbullying di Media Sosial terhadap perilaku reaktif sebagai pelaku maupun sebagai korban cyberbullying pada siswa kristen SMP Nasional Makassar. Jurnal Jaffray, 14(1), 43-62.

Patchin, J. W., & Hinduja, S. (2010). Cyberbullying and self‐esteem. Journal of school health, 80(12), 614-621.

Petty, D. (2012, Desember 05). A new bullying: social exclusion. School Of Journalism-Michigan State University. Diakses dari http://news.jrn.msu.edu/bullying/2012/03/27/a-new-bullying-social-exclusion/.

Rahardiyan K, E. (2014) Pemanfaatan internet dan dampaknya pada pelajar sekolah menengah atas di Surabaya. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 3(1), 407-420.

Rahayu, F. S. (2012). Cyberbullying sebagai dampak negatif penggunaan teknologi informasi. Journal of Information Systems, 8(1), 22-31.

Rosenberg, M. (1965). Society and the adolescent self-image. Princeton: Princeton University Press.

Rosenberg, M., Schooler, C., & Schoenbach, C. (1989). Self-esteem and adolescent problems: Modeling reciprocal effects. American sociological review, 1004-1018.

Santrock, John W. (2007). Remaja ed.11 (1). Alih bahasa: Benedictine Widyasinta. Jakarta: Erlangga.

Satalina, D. (2014). Kecenderungan perilaku cyberbullying ditinjau dari tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 2(2), 294-310.

Seifert, J., & Westerman, D. (2014). Me, myself, and Facebook; cyberbullying, presence, and self-esteem. Proceedings of the International Society for Presence Research, 141-148.

Sticca, F., Ruggieri, S., Alsaker, F., & Perren, S. (2013). Longitudinal risk factors for cyberbullying in adolescence. Journal of community & applied social psychology, 23(1), 52-67.

Subowo, E., & Martiarini, N. (2009). Hubungan antara harga diri remaja dengan motivasi berprestasi pada siswa smk yosonegoro Magetan. Psikohumanika: Jurnal Ilmiah Psikologi. 2(2). 20-30.

Utami, Y.C. (2014). Cyberbullying di kalangan remaja (studi tentang korban cyberbullying di kalangan remaja di Surabaya). Jurnal Universitas Airlangga. 3(3), 1-10.

Willard, N. E. (2007). Cyberbullying and cyberthreats: Responding to the challenge of online social aggression, threats, and distress. Research Press.

Yudhianto. (2013, Juni 23). Bahaya cyberbullying: dendam kesumat hingga bunuh diri. Di akses dari http://inet.detik.com/read/2013/02/21/070522/2175639/398/bahaya-cyberbullying-dendam-kesumat-hingga-bunuh-diri


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Risana Rachmatan, Rayyan Rayyan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

INSAN JPKM Telah Terindeks:

     

 

INSAN JPKM Telah Terdaftar Dengan:

p-ISSN:2528-0104 ; e-ISSN 2528-5181

Creative Commons Attribution 4.0 International License

Statistik Jurnal

Lihat Statistik