Metode Positive Behavior Support untuk Mengelola Emosi dan Perilaku pada Anak dengan Oppositional Defiant Disorder

Andi Ahmad Ridha

= http://dx.doi.org/10.20473/jpkm.V5I22020.150-161
Sari views = 1354 times | downloads = 1174 times

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intervensi positive behavior support untuk mengelola emosi dan perilaku pada anak dengan oppositional defiant disorder. Partisipan dalam penelitian ini adalah satu orang, yaitu seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang mengalami oppositional defiant disorder. Penelitian ini adalah penelitian single case experimental design. Instrumen penelitian ini berupa lembar observasi dan wawancara berdasarkan DSM V. Analisis terhadap data yang diperoleh menggunakan analisis deskriptif untuk menjelaskan perubahan perilaku yang ditunjukkan partisipan sebelum dan setelah pemberian intervensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang positif pada diri partisipan dalam mengelola emosi dan perilaku setelah diberikan intervensi positive behavior support. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa metode positive behavior support efektif untuk mengelola emosi dan perilaku anak dengan oppositional defiant disorder.

Kata Kunci


emosi dan perilaku; positive behavior support; oppositional defiant disorder

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adhyatma, M. D. R. (2016). Pengaruh penerapan positive behaviour support terhadap pengembangan budaya inklusi. INSAN Jurnal Psikologi Dan Kesehatan Mental, 1(01), 22–34.

Alvarez, H. K., & Ollendick, T. H. (2003). Individual and psychosocial risk factors. Dalam Conduct and Oppositional Defiant Disorders (pp. 105–124). Routledge.

American Academy of Child and Adolescent Psychiatry (AACP). (2009). ODD: A Guide for Families. American Academy of Child and Adolescent Psychiatry. Diunduh dari https://www.aacap.org/App_Themes/AACAP/docs/resource_centers/odd/odd_resource_center_odd_guide.pdf

Anggarasari, N. H., Nashori, F., & Kumolohadi, R. A. R. (2014). Terapi tawa untuk mengurangi emosi marah pada caregiver lansia. JIP (Jurnal Intervensi Psikologi), 6(1), 69–80.

Bambara, L. M., & Kern, L. (2005). Individualized supports for students with problem behaviors: Designing positive behavior plans. Guilford Press.

Burke, J. D., Loeber, R., & Lahey, B. B. (2003). Course and outcome. Dalam C. A. Essau (Ed.), Conduct and oppositional defiant disorders: Epidemiology, risk factors, and treatment (pp. 61–96). Routledge.

Bustamante, E. M. (2000). Treating the Disruptive Adolescent: Finding the Real Self Behind Oppositional Defiant Disorders. Jason Aronson, Incorporated.

Dadds, M. R., & Fraser, J. A. (2003). Prevention programs. Dalam C. A. Essau (Ed.), Conduct and oppositional defiant disorders: Epidemiology, risk factors, and treatment (pp. 193–222). Routledge.

Matthys, W., & Lochman, J. E. (2010). Oppositional defiant disorder and conduct disorder in childhood. Wiley Online Library.

Stamp, M. R. (2005). Encyclopedia of School Psychology. (S. W. Lee, Ed.). SAGE.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by4.footer##

INSAN JPKM Telah Terindeks:

   
  

 

INSAN JPKM Telah Terdaftar Dengan:

p-ISSN:2528-0104 ; e-ISSN 2528-5181


Lisensi Creative Commons

Atribusi 4.0 Internasional

Statistik Jurnal

Lihat Statistik