Dukungan Sosial dan Penerimaan Diri Penderita Pascastroke

Maya Khairani, Afriana Selvi, Kartika Sari

= http://dx.doi.org/10.20473/jpkm.V6I12021.53-62
Sari views = 541 times | downloads = 155 times downloads = 54 times

Sari


Penderita pascastroke mengalami perubahan fisik yang membuatnya menjadi lebih sensitif, sulit mengendalikan emosi, mudah putus asa, depresi sehingga tidak dapat menerima kelemahan dirinya. Oleh karenanya, penderita pascastroke membutuhkan dukungan sosial agar dapat menerima dirinya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan penerimaan diri pada penderita pascastroke. Penelitian melibatkan 75 penderita pascastroke dengan strategi incidental sampling. Untuk mengukur variabel penelitian, penulis menggunakan skala dukungan sosial dan skala penerimaan diri. Penulis menggunakan teknik korelasi Spearman’s rho untuk menguji hipotesis dan analisis data menunjukkan adanya korelasi yang positif dan cenderung moderat antara dukungan sosial dengan penerimaan diri pada penderita pascastroke. Artinya, pasien dengan dukungan sosial yang cenderung tinggi juga memiliki penerimaan diri yang lebih baik.


Kata Kunci


dukungan sosial; penerimaan diri; stroke

Referensi


Adicondro, N., & Purnamasari, A. (2011). Efikasi diri, dukungan sosial keluarga dan self-regulated learning pada siswa kelas VIII. Humanitas, 8(1), 18-27.

Aidina, W. (2013). Hubungan antara penerimaan diri dengan optimisme menghadapi masa depan pada remaja di panti asuhan. Skripsi. Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala.

Andromeda,Y. (2006). Penerimaan diri wanita penderita kanker payudara ditinjau dari kepribadian tahan banting (hardiness) dan status pekerjaan. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia.

Buku Induk Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin. (n.d.). Banda Aceh.

Brannon, L., & Feist, J. (2009). Health Psychology: An introduction to behaviour and health: An introduction to behaviour and health. International Journal of Business Studies, 4(2), 87-104.

Calhoun, J.,F., & Acocella, J.R. (1990). Psychology of adjustment and human relationships. New York: McGraw-Hill Publishing Company.

Cronbach. (1963). Educational psychology (edisi kedua). New York: Harcourt, Brace & World, Inc.

Darusman. (2008). Stroke. Diakses 20 Juni 2012 melalui https://kesehatan.kompas.com/read/2008/11/04/09021034/

Destiani N.W., (2008). Penerimaan diri pada mantan PSK. Skripsi. Solo: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Emery, R. E. & Oltmanns, T. F. (2000). Essentials Of Abnormal Psychology. New Jersey: Prentice Hall, Inc.

Erol, R. Y. & Orth, U. (2011). Self-acceptance development of age 14 to 30 years: a longitudinal study. Journal of Personality and Social Psychology, 101(3), 607-619.

Feigin, V. (2006). Panduan bergambar tentang pencegahan dan pemulihan stroke. Jakarta: Kelompok Gramedia.

Ginsberg. (2008). Lecture notes neurologi. Edisi ke-8. Jakarta: Erlangga.

Handayani, M. M., Ratnawati, S., & Helmi, A. F. (1998). Efektivitas pelatihan pengenalan diri terhadap peningkatan penerimaan diri dan harga Diri. Jurnal Psikologi, 2(2), 47-55.

Hurlock, E. B. (1999). Psikologi perkembangan suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Penerjemah: Isti Widayanti & Soedjarwo. Jakarta: Erlangga.

Ismail, A. (2008). Hubungan antara Dukungan sosial dengan penerimaan diri ibu dari anak Autis. Skripsi. Semarang: Program Studi Psikologi UNIKA Soegijapranata.

Kim, H. S., Sherman, D. K & Taylor, S. E. (2008). Culture and social support, American Psychologist, 63(6), 518–526.

Mahendra, B & Rachmawati, E. (2007). Atasi stroke dengan tanaman obat. Depok: Swadaya.

Nurbani, F. (2008). Social Support In ODHA. Skripsi. Jakarta: Universitas Gunadarma.

Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2007). Human Development (10Th edition). Penerjemah: Brian Marswendy. New York: McGraw-Hill Companies, Inc.

Potter, A. P & Perry, A. G. (2009). Fundamental Keperawatan Edisi 7 Jilid 1 & 2. Jakarta: Salemba Medika.

Price, S. A., & Wilson, L. M. (2005). Patofisiologi. konsep klinis proses-proses penyakit. Edisi ke-6. Jakarta: EGC.

Puspita, M. D. (2012). Hubungan antara dukungan sosial dan makna kerja sebagai panggilan (calling) dan keterikatan kerja. Jurnal ilmiah mahasiswa Universitas Surabaya, 1(1), 1-17.

Riset Kesehatan Dasar. (2007). Laporan hasil riset kesehatan dasar (RISKESDAS) Nasional 2007. Badan penelitian dan pengembangan kesehatan RI: Jakarta. Diakses pada Mei 2010.

Rezkiana, U., & Retnaningsih. (2009). Penerimaan diri pada remaja penderita leukemia. Jurnal Psikologi, 2(2), 144-122.

Sarafino, E.P. (1998). Health Psychology: Biopsychosocial Interaction (2Th edition). New York: John Wiley & Sons, Inc.

Savitri, T . (2005). Aku dan lupus. Jakarta: Puspa Swara.

Sofwan, R. (2010). Stroke dan rehabilitasi pascastroke. Jakarta: BIP.

Sugiyono. (2008). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tajbakhsh, G., & Rousta, M. (2012). The effect of social support on self-esteem. Journal of Basic and Applied Research, 2(11), 11266-11271.

Taylor, S, E. (2009). Health Psychology. University of California, Los Angeles. McGraw-Hill.

Uchino, B. N. (2009). Understanding the links between social support and physical health. Journal of The Association For Psychological Science (aps), 4(3), 19-23.

Urbayatun, S. (2010). Dukungan sosial dan kecenderungan depresi post-partum pada ibu primipara di daerah gempa Bantul. Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan. Humanitas 7(2), 115-122.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by4.footer##

INSAN JPKM Telah Terindeks:

   
  

 

INSAN JPKM Telah Terdaftar Dengan:

p-ISSN:2528-0104 ; e-ISSN 2528-5181


Lisensi Creative Commons

Atribusi 4.0 Internasional

Statistik Jurnal

Lihat Statistik