Proses Memaafkan dalam Konteks Agama Islam pada Remaja yang Orang Tuanya Bercerai

Ariadne Ayuningtyas Trianggono, Danny Irawan Yatim

= http://dx.doi.org/10.20473/jpkm.V5I22020.88-111
Sari views = 1636 times | downloads = 636 times

Sari


Memaafkan adalah perubahan prososial yang dialami terhadap pelaku, meliputi penurunan motivasi menghindari kontak pribadi dan psikologis, penurunan motivasi membalas dendam, dan peningkatan motivasi kebajikan terhadap pelaku. Empat fase proses memaafkan meliputi; uncovering, decision, work, dan deepening. Remaja tengah (usia 15-18 tahun) berada pada tahap 3 perkembangan memaafkan, yaitu expectational forgiveness. Penelitian bertujuan menggambarkan proses memaafkan dalam konteks Islam pada remaja yang orang tuanya bercerai, menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi dengan wawancara semi-terstruktur. Partisipan yang diambil adalah tiga remaja usia tengah, laki-laki, orang tuanya bercerai, beragama Islam, dan menyalahkan ayah. Hasil penelitian ini menunjukkan agama Islam berkontribusi terhadap proses memaafkan yang dilakukan partisipan. Kemudian, pengalaman menyakitkan yang perlu dimaafkan remaja berkaitan dengan apa yang dilakukan oleh ayah sebelum atau setelah perceraian. Dari proses tersebut, ketersediaan memaafkan ketiga remaja menunjukkan tahap 4 perkembangan; lawfully expectational forgiveness. Selanjutnya, proses memaafkan remaja cukup berkaitan dengan kualitas hubungan dengan ayah.


Kata Kunci


Adolescence; Children; Divorce; Forgiving; Islam

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Amato, P. R. (1993). Children's adjustment to divorce: Theories, hypotheses, and empirical support. Journal of Marriage and The Family, 55, 23-38.

Corsini, R. J. (2010). Encyclopedia of Psychology 4th Edition. Vol. 1. Wiley Interscience Publication.

Creswell, J.C. (2012). Education Research, Planning, Conducting and Evaluating Quantitative and Qualitative Research 4th edition. Boston: Pearson.

Creswell, J. W. (2007). Qualitative inquiry and research design:

Choosing among five traditions. Thousand Oaks: Sage.

Dewi, Mestika. (2006). Gambaran Proses Memaafkan pada Remaja yang Orang Tuanya Bercerai. Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 1. Universitas Esa Unggul: Jakarta. Diakses melalui: http://digilib.esaunggul.ac.id/public/UEU-Journal-4973-MestikaDewi.pdf

Enright, R. D., Freedman S., & Rique, J. (1998). Exploring forgiveness. London: University of Wisconsin Press.

Enright, R.D., Santos, M.J., & Al-Mabuk, R. (1989) The adolescent as forgiver. Journal of Adolescence, 12, 95-110

Feist, J., Feist, G., & Roberts, T. (2013). Theories of personality. Maidenhead: McGraw-Hill.

Freedman, S., & Knupp, A. (2003). The impact of forgiveness on adolescent adjustment to parental divorce. Journal of Divorce and Remarriage, Vol. 39 (1/2) 2003. Philadelphia: The Hartworth Press, Inc. Diakses melalui: http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.390.7280&rep=rep1&type=pdf

Hughes, R. (2005). The effects of divorce on children. Urbana-Champaign: University of Illinois. Diakses melalui: https://www.ideals.illinois.edu/bitstream/handle/2142/14470/theeffectsofdivorceonchildren--2005.pdf?sequence=2

McCullough, M. E., Worthington, E. L., & Rachal, K. C. (1997). Interpersonal forgiving in close relationships. Journal of Personality and Social Psychology, 73, 321-336.

McCullough, M. E., Fincham, F. D., dan Tsang, J. (2003). Forgiveness, forbearance, and time: The temporal unfolding of transgression-related interpersonal motivations. Journal of Personality and Social Psychology. 84, 540-557.

Muntafi, Muhammad S. (2014). Forgiveness ditinjau dari kepribadian big five pada mahasiswa UIN Maliki Malang. (Skripsi). Malang: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Diakses melalui http://etheses.uin-malang.ac.id/617/6/10410005%20Bab%202.pdf

Paleari, F. G., Regalia, C., & Fincham, F. D. (2003). Adolescents' willingness to forgive their parents: An empirical model. Parenting: Science and Practice, 3(2), 155-174. Diakses melalui: http://psycnet.apa.org/record/2003-06060-005

Sandage, S. J., & Wiens, T. W. (2001). Contextualizing models of humility and forgiveness: A reply to Gassin. Journal of Psychology and Theology, 29, 201-211.

Santrock, J. W. (2013). Adolescence. New York, NY: McGraw-Hill Education.

Setyawan, I (2007). Membangun pemaafan pada anak korban perceraian. Semarang: Universitas Diponegoro. Diakses melalui http://eprints.undip.ac.id/19069/1/imam_s-_MEMBANGUN_PEMAAFAN_PADA...pdf

Thompson, L., dkk. (2005). Dispositional forgiveness of self, other, and situations. Journal of Personality 73:2. Kansas: Blackwall Publishing. Diakses melalui: https://pdfs.semanticscholar.org/4e1e/c0864688df5d8f41eeffead6930bef1ceaef.pdf

Toussaint, L. L., Worthington, E. L., & Williams, D. R. (2015). Forgiveness and health: Scientific evidence and theories relating forgiveness to better health. Dordrecht: Springer.

Worthington, J. E. (2005). Handbook of forgiveness. New York: Routledge Taylor & Francis Group.

Worthington, J.E. (2006). Forgiveness and reconciliation: Theory and application. New York: Routledge Taylor & Francis Group.

Worthington, E. L., Jr., & Drinkard, D. T. (2000). Promoting reconciliation through psychoeducational and therapeutic interventions. Journal of Marital and Family Therapy, 26, 93-101.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by4.footer##

INSAN JPKM Telah Terindeks:

   
  

 

INSAN JPKM Telah Terdaftar Dengan:

p-ISSN:2528-0104 ; e-ISSN 2528-5181


Lisensi Creative Commons

Atribusi 4.0 Internasional

Statistik Jurnal

Lihat Statistik