Mikrobiota Usus, Prebiotik, Probiotik, dan Sinbiotik pada Manajemen Obesitas

mikrobiota usus prebiotik probiotik sinbiotik obesitas

Authors

  • Chika Dewi Haliman
    chika.dewi.haliman-2016@fkm.unair.ac.id
    Departemen Gizi Kesehatan, Fakultas Kesehatan Msyarakat, Universitas Airlangga
  • Silvia Alfinnia Departemen Gizi Kesehatan, Fakultas Kesehatan Msyarakat, Universitas Airlangga
1 June 2021

Downloads

Abstrak

Latar Belakang: Usus manusia merupakan tempat tinggal berbagai jenis mikroorganisme baik mikroorganisme menguntungkan maupun merugikan yang membentuk suatu mikrobiota. Mikrobiota usus mempunyai peranan penting terhadap kesehatan manusia, salah satunya menurunkan resiko obesitas.

Tujuan: Tujuan penulisan kajian pustaka ini adalah untuk menjabarkan peran mikrobiota usus dalam menurunkan resiko obesitas baik melalui pemberian prebiotik, probiotik, maupun sinbiotik.

Metode: Penelusuran literatur dilakukan melalui mesin pencari Google Scholar menggunakan kata kunci ‘obesity’, ‘prebiotic’, ‘probiotic’, ‘synbiotic’, dan ‘gut microbiota’ pada jurnal nasional maupun internasional dengan kriteria inklusi yaitu penelitian dengan desain Randomized Controlled Trial (RCT) dan dilakukan pada subjek kelompok usia dewasa

Diskusi: Hasil literature review menunjukkan bukti bahwa mikrobiota usus yang seimbang memiliki peran dalam menjaga kesehatan serta menurunkan resiko obesitas dengan mempengaruhi metabolisme energi, absorbsi zat gizi, integritas dinding usus, dan adipogenesis. Probiotik dapat menghambat pertumbuhan patogen usus serta meningkatkan sistem imun. Prebiotik berperan dalam mencegah overexpression beberapa gen yang berhubungan dengan adiposa, menurunkan nafsu makan dan massa lemak tubuh. Sinbiotik merupakan gabungan antara probiotik dan prebiotik yang memiliki efek lebih baik karena dengan adanya prebiotik, mikroorganisme probiotik memiliki toleransi yang lebih tinggi terhadap kondisi lingkungan seperti oksigenasi, pH, dan suhu dalam usus. Beberapa penelitian selama minimal 12 minggu menggunakan dosis probiotik dibawah 108 cfu/hari mampu memunculkan efek penurunan lemak adipose. Sedangkan untuk dosis prebiotik antara 12-21 gr/hari mampu memperbaiki regulasi glukosa pada dewasa obesitas.

Kesimpulan: Modifikasi menggunakan prebiotik dapat memicu produksi serta pelepasan bentuk aktif dari  GLP‑1, penurunan ghrelin dan peningkatan PYY yang dapat menurunkan nafsu makan dan asupan energi. Modifikasi menggunakan probiotik dapat menurunkan absorbsi lemak, yang akan menyebabkan penurunan lemak abdomen. Sedangkan modifikasi menggunakan sinbiotik dapat menurunkan nafsu makan setelah peningkatan kadar GLP-1 dan PYY melalui mekanisme peningkatan produksi butirat (SCFA) oleh probiotik.

Kata kunci: mikrobiota usus, prebiotik, probiotik, sinbiotik, obesitas 

Abstract

Background: Human intestine is the place of various types of microorganisms both beneficial and harmful microorganisms that form a microbiota. Intestinal microbiota has an important role in human health, one of which is reducing the risk of obesity.

Objectives: The objective of this literature review is to describe the role of intestinal microbiota in reducing the risk of obesity through both prebiotics, probiotics, and synbiotics.

Methods: Literature was conducted through the Google Scholar search engine using the keywords 'obesity', 'prebiotic', 'probiotic', 'synbiotic', and 'gut microbiota' in national and international journals with inclusion criteria, randomized controlled trial design ( RCT) and was carried out in adult age group subjects.

Discussion: The results of this literature review show evidence that a balanced intestinal microbiota has a role in maintaining health and reducing the risk of obesity by affecting energy metabolism, nutrient absorption, the integrity of the gut barrier, and adipogenesis. Probiotics can inhibit the growth of intestinal pathogens and enhance the immune system. Prebiotics play a role in preventing overexpression of some genes associated with adipose, decreasing appetite and body fat mass. Synbiotics are a combination of probiotics and prebiotics which are believed to have a better effect than probiotics or prebiotics.

Conclusions: Modifications using prebiotics can trigger the production and release of active forms of GLP 1, decreased ghrelin and increased PYY which can reduce appetite and energy intake. Modifications using probiotics can reduce fat absorption, which will cause a decrease in abdominal fat. While modification using synbiotics can reduce appetite after increasing GLP-1 and PYY levels through a mechanism of increasing butyrate production (SCFA) by probiotics.

Keywords: gut microbiota, prebiotic, probiotic, synbiotic, obesity